RAWALO - Semangat kebersamaan dan kepedulian antarguru terasa hangat dalam kegiatan “Ragi Guslo” (Ramadhan Berbagi Guru Sertifikasi Rawalo) yang digelar Paguyuban Guru Sertifikasi TK di lingkungan Korwilcam Dindik Rawalo, Senin (2/3). Bertempat di Rumah Makan Sinar Karanganyar, kegiatan yang mengusung tema “Bersama Menebar Manfaat, Bersatu Dalam Meraih Rahmat” itu menjadi momentum mempererat solidaritas sekaligus menebar kepedulian di bulan suci Ramadan.
Ketua Paguyuban Guru Sertifikasi TK Rawalo, Tarti, S.Pd.AUD, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan “Ragi Guslo” lahir dari semangat kebersamaan para guru sertifikasi untuk saling mendukung dan berbagi kepada rekan sejawat, khususnya guru yang belum mendapatkan sertifikasi. Ia menilai, bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan empati sekaligus memperkuat tali persaudaraan di antara para pendidik.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menebar manfaat dan kebahagiaan. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mempererat silaturahmi dan menghidupkan semangat berbagi. Kami berharap kebersamaan ini tidak hanya menghadirkan rasa persaudaraan yang semakin kuat, tetapi juga membawa keberkahan bagi seluruh guru yang terlibat dalam kegiatan ini,” ungkap Tarti dengan penuh harap.
Ia menambahkan bahwa profesi guru tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab mendidik siswa di sekolah, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan melalui keteladanan. Karena itu, kegiatan berbagi seperti ini diharapkan mampu memperkuat rasa empati dan solidaritas di lingkungan pendidikan.
“Kami percaya bahwa ketika para guru saling menguatkan, maka energi positif itu akan menular kepada lingkungan sekolah dan peserta didik. Dari sinilah nilai-nilai kebaikan dapat tumbuh dan berkembang, dimulai dari kebersamaan kecil yang dilakukan dengan tulus,” lanjutnya.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Koordinator Korwilcam Dindik Rawalo, Dwi Kristianto, S.Pd.SD. Ia menilai inisiatif para guru sertifikasi ini merupakan contoh nyata kepedulian dan kekeluargaan yang kuat di lingkungan pendidikan, sekaligus menunjukkan bahwa dunia pendidikan tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga nilai kemanusiaan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mencerminkan semangat kebersamaan yang luar biasa. Para guru sertifikasi tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan rekan-rekan yang belum mendapatkan kesempatan yang sama. Inilah wajah pendidikan yang sesungguhnya—penuh empati, solidaritas, dan semangat untuk saling mendukung,” tutur Dwi Kristianto.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi komunitas pendidikan lainnya. Menurutnya, budaya saling berbagi akan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan di antara para guru.
Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan diisi dengan tausiyah singkat yang disampaikan Sukinah, S.Pd. Dalam kultum bertema “Tiga Golongan yang Dirindukan Surga,” ia mengajak para peserta untuk menumbuhkan keikhlasan dalam berbagi, menjaga silaturahmi, serta membantu sesama dengan hati yang tulus. Pesan-pesan spiritual tersebut semakin menambah kekhusyukan suasana Ramadan yang terasa hangat di tengah kebersamaan para guru.
“Surga merindukan orang-orang yang gemar berbagi, yang menjaga silaturahmi, dan yang membantu sesama dengan hati yang tulus. Kebaikan sekecil apa pun yang dilakukan dengan ikhlas akan memiliki nilai besar di hadapan Allah. Karena itu, mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal dan memperkuat persaudaraan,” tutur Sukinah dalam tausiyahnya.
Posting Komentar