Semangat Solidaritas di Simpang Petir: PGRI Ranting Gancang–Kedungurang Tebar Kebaikan Melalui Aksi Bagi Takjil


KEDUNGURANG, INFO BANYUMAS – Mengukuhkan eksistensi pendidik bukan sekadar di dalam ruang kelas, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ranting Gancang–Kedungurang kembali menyambangi masyarakat melalui aksi sosial bertajuk pembagian takjil gelombang kedua yang dipusatkan di Pertigaan Petir, Desa Kedungurang, Kamis petang. Kegiatan yang berlangsung di tengah suasana hangat menjelang berbuka puasa tersebut menjadi momentum krusial bagi para guru untuk merajut kedekatan emosional dengan warga lokal, sekaligus mengejawantahkan nilai-nilai kepedulian sosial yang menjadi napas organisasi selama bulan suci Ramadan.


Kegiatan yang diikuti oleh puluhan tenaga pendidik tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dedikasi nyata dalam mengisi bulan Ramadan dengan aktivitas yang menyentuh langsung lapisan masyarakat bawah. Dalam pelaksanaan di lapangan, para anggota PGRI tampak bahu-membahu membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan, mulai dari pengendara sepeda motor, pengemudi angkutan umum, hingga pejalan kaki yang melintasi area strategis Pertigaan Petir.


Berdasarkan laporan di lokasi, kegiatan pembagian takjil  tersebut direncanakan secara matang sebagai kelanjutan dari aksi serupa pada gelombang pertama, guna memastikan jangkauan manfaat yang lebih luas bagi warga Desa Kedungurang dan sekitarnya. Kehadiran para guru di jalan raya ini bukan hanya sekadar membagikan paket makanan berbuka, melainkan juga membawa pesan moral tentang pentingnya kebersamaan antara sektor pendidikan dan lingkungan sosial dalam membangun harmoni di tingkat desa.


Informasi lebih lanjut mengenai jalannya acara menyebutkan bahwa persiapan logistik takjil tersebut dilakukan secara swadaya oleh para anggota, yang mencerminkan kekompakan internal organisasi yang solid. Kelancaran arus lalu lintas selama pembagian berlangsung juga tetap terjaga berkat koordinasi yang baik antarpeserta, sehingga niat mulia untuk berbagi tidak mengganggu kenyamanan publik yang sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah masing-masing.


Ketua PGRI Ranting Gancang–Kedungurang, Wawan Very Santosa, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota yang telah merelakan waktu serta tenaganya untuk menyukseskan agenda sosial ini. Beliau menekankan bahwa kekuatan organisasi terletak pada sinergi dan kerelaan untuk berkorban demi kepentingan masyarakat luas.


"Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan kekompakan seluruh anggota yang telah berpartisipasi serta bekerja sama dengan sangat baik dalam kegiatan bagi takjil gelombang kedua ini. Ini bukan sekadar ritual pembagian makanan, melainkan upaya kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apa pun," ujar Wawan Very Santosa saat ditemui di sela-sela kegiatan.


Lebih lanjut, Wawan juga memanjatkan doa agar segala bentuk pengabdian yang dilakukan oleh para guru dalam wadah PGRI ini mendapatkan balasan setimpal sebagai ladang pahala. Beliau berharap agar nilai-nilai kebersamaan yang terpupuk selama bulan Ramadan ini tidak luntur saat bulan puasa berakhir, melainkan menjadi fondasi kuat bagi kerja-kerja organisasi di masa depan.


"Semoga kebersamaan dan kepedulian yang kita tunjukkan hari ini menjadi amal kebaikan yang diterima oleh Allah SWT. Selain itu, kami berharap aksi ini semakin mempererat tali silaturahmi, baik di antara sesama pendidik maupun antara guru dengan masyarakat Desa Kedungurang yang selama ini telah menjadi mitra kami dalam mendidik generasi bangsa," tambahnya dengan nada optimis.


Senada dengan Ketua Ranting, salah satu pengurus inti PGRI Ranting Gancang–Kedungurang, Sabar Pamungkas, turut mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan pelaksanaan kegiatan yang berjalan tanpa kendala berarti. Beliau menjelaskan bahwa aksi sosial ini bukan merupakan gerakan sporadis yang muncul sekali waktu, melainkan bagian dari program kerja tahunan yang telah menjadi tradisi organisasi setiap kali bulan Ramadan tiba.


"Alhamdulillah, kami bersyukur kegiatan pembagian takjil gelombang kedua PGRI Ranting Gancang–Kedungurang ini berjalan sangat lancar sesuai rencana. Melihat antusiasme masyarakat, kami merasa sangat terharu dan bangga bisa menjadi bagian dari solusi kecil di bulan penuh berkah ini," ungkap Sabar Pamungkas.


Sabar juga menegaskan komitmen organisasi untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberian di masa mendatang. Baginya, "Solidaritas" bukan sekadar slogan, melainkan prinsip kerja yang harus dirasakan manfaatnya oleh publik. Beliau juga mencatat bahwa kegiatan rutin ini menjadi sarana "cooling down" bagi para guru dari rutinitas akademik untuk menyatu dengan realitas sosial di lingkungan sekolah mereka.


"Kegiatan bagi takjil ini sudah menjadi agenda rutin yang kami laksanakan setiap tahun di bulan suci Ramadan. Harapan kami tentu saja di tahun depan kita bisa berbagi lebih banyak lagi, menjangkau lebih banyak titik, dan memberikan paket yang lebih bervariasi. Hidup PGRI, solidaritas yes!" tegasnya dengan penuh semangat.



Kehadiran para guru di Pertigaan Petir disambut hangat oleh warga. Bagi masyarakat setempat, melihat sosok guru yang biasanya berada di depan kelas kini turun ke jalan untuk melayani, memberikan kesan mendalam tentang kerendahan hati dan kepedulian para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.


Salah seorang warga yang menerima paket takjil, yang sedang melintasi area tersebut, menyatakan bahwa aksi ini sangat membantu warga yang belum sempat sampai di rumah saat waktu berbuka tiba. Kehadiran paket takjil tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian kecil namun bermakna besar bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.


"Saya merasa sangat terbantu dengan adanya pembagian takjil ini, khususnya di bulan puasa saat kita masih di jalan dan waktu berbuka sudah masuk. Saya sangat berterima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru dari PGRI Ranting Gancang–Kedungurang atas kepeduliannya. Semoga kebaikan ini dibalas berlipat ganda," kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.


Dengan berakhirnya gelombang kedua pembagian takjil ini, PGRI Ranting Gancang–Kedungurang telah membuktikan bahwa peran pendidik tidak hanya terbatas pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter sosial melalui teladan nyata. Harapan besar tersampir agar hubungan harmonis antara guru dan masyarakat semakin erat, menciptakan ekosistem pendidikan yang didukung penuh oleh kepercayaan warga sekitar demi keberkahan bersama.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama