Sinergi Tanpa Batas di Jatisaba: Upaya Kolektif SD Negeri 2 Jatisaba Mengawal Asa Siswa Menuju Sukses TKA 2026



CILONGOK, INFO BANYUMAS– Sebuah pemandangan tidak biasa tersaji di lorong-lorong SD Negeri 2 Jatisaba, Kecamatan Cilongok, pada Rabu pagi (11/3). Di tengah konsentrasi tinggi para siswa kelas 6 yang sedang menempuh gladi bersih Tes Kendali Mutu Akademik (TKA) tahun 2026, hadir deretan tokoh masyarakat, pengurus komite, hingga perwakilan alumni yang memantau langsung jalannya simulasi tersebut. Kehadiran para pemangku kepentingan ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan simbol dukungan moral yang masif untuk memastikan bahwa setiap "asa" atau harapan yang digantungkan oleh para siswa dapat bertransformasi menjadi kenyataan yang membanggakan saat ujian utama tiba.


Pelaksanaan gladi bersih TKA yang berlangsung di lingkungan SD Negeri 2 Jatisaba ini dirancang sebagai miniatur dari ujian sesungguhnya. Berdasarkan keterangan otoritas sekolah, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut guna membiasakan siswa dengan atmosfer ujian berbasis digital maupun tertulis. Pada hari pertama, fokus pengujian diarahkan pada mata pelajaran Matematika, sementara hari kedua akan diisi dengan instrumen Bahasa Indonesia serta Survei Lingkungan Belajar (Sulinjar). Manajemen sekolah menjelaskan bahwa pembagian sesi dalam gladi tersebut dilakukan secara ketat demi menjaga efektivitas penggunaan sarana laboratorium komputer, di mana 20 siswa kelas 6 yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 5 perempuan dibagi menjadi dua kelompok terbang.


Keterlibatan warga sekolah dalam memantau jalannya simulasi tersebut dinilai sebagai terobosan baru yang belum pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Para pengurus Komite Sekolah, Paguyuban Kelas, hingga Ikatan Alumni hadir untuk memastikan bahwa sarana prasarana pendukung dalam kegiatan tersebut berfungsi optimal tanpa kendala teknis. Pihak sekolah menegaskan bahwa transparansi dalam gladi bersih tersebut bertujuan agar seluruh elemen masyarakat pendukung sekolah mengetahui sejauh mana kesiapan anak didik mereka. Dengan keterlibatan aktif dari berbagai lini masyarakat tersebut, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang saling mendukung (support system) yang kuat, sehingga para siswa merasa tidak berjuang sendirian dalam menghadapi tantangan akademik tahun ini.


Lebih lanjut, pengawasan melekat yang dilakukan oleh para orang tua dan alumni dalam agenda tersebut diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa secara signifikan. Pihak sekolah juga memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan evaluasi real-time terhadap kendala yang muncul di lapangan. Harapannya, melalui persiapan yang matang dan pemantauan berlapis tersebut, segala risiko teknis maupun psikologis yang mungkin menghambat performa siswa dapat diminimalisir sedini mungkin. Semangat gotong royong yang tercermin dalam pelaksanaan gladi tersebut sekaligus mengukuhkan moto sekolah, JABADU MANTAP (Jatisaba Dua Mandiri dan Tanggap), sebagai napas utama dalam setiap pergerakan institusi pendidikan di Desa Jatisaba ini.


Keberhasilan simulasi ini merupakan buah dari kerja keras kolektif para pendidik yang didukung penuh oleh kebijakan pimpinan sekolah. Bapak Wantoro, S.Pd.SD., selaku Kepala SD Negeri 2 Jatisaba, menekankan bahwa keterlibatan publik adalah kunci untuk mengubah harapan menjadi prestasi nyata.


"Gladi bersih ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan TKA yang sesungguhnya di SD Negeri 2 Jatisaba. Kami sengaja melibatkan Komite, Paguyuban, hingga Alumni agar mereka melihat langsung kesungguhan anak-anak. Dengan keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan gladi bersih TKA di SD Negeri 2 Jatisaba, kami yakin hal ini bisa mengubah asa menjadi kenyataan. Ini adalah ikhtiar kita bersama demi masa depan mereka," tegas Wantoro, S.Pd.SD.


Senada dengan hal tersebut, Ibu Hety Prihantari, S.Pd., guru kelas 6 yang menjadi ujung tombak persiapan akademis, menjelaskan bahwa aspek psikologis siswa menjadi prioritas utama. Baginya, kenyamanan siswa saat ujian adalah hasil dari manajemen sumber daya yang optimal di sekolah.


"Pelaksanaan gladi bersih ini diupayakan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah, tentunya dengan arahan dan saran dari Bapak Kepala Sekolah serta rekan-rekan guru dan tenaga kependidikan. Tujuannya jelas, agar ketika pelaksanaannya nanti anak-anak tinggal fokus dan konsentrasi pada kegiatan TKA. Kami sudah berusaha maksimal, semoga semua proses yang sudah kita lakukan berbuah hasil yang membanggakan. Aamiin," ujar Hety Prihantari, S.Pd.


Dukungan juga datang dari otoritas pengawas dan perwakilan warga sekolah yang merasa dilibatkan secara emosional dalam proses pendidikan ini. Bapak Trimoyo, Ketua Komite SD Negeri 2 Jatisaba, mengungkapkan rasa harunya atas keterbukaan sekolah yang ia nilai sebagai tonggak sejarah baru selama masa jabatannya.


"Pemantauan yang dilakukan oleh warga sekolah merupakan momentum yang berbeda. Komite sekolah diberi kesempatan untuk melihat langsung jalannya gladi bersih ini, dan ini adalah hal yang baru pertama kalinya terjadi selama 15 tahun saya menjabat sebagai Ketua Komite di SD Negeri 2 Jatisaba. Saya sangat mengapresiasi terobosan ini," kata Trimoyo.


Sementara itu, Bapak Suhirno, Ketua Ikatan Alumni SD Negeri 2 Jatisaba, melihat kegiatan ini sebagai suntikan motivasi bagi para adik kelasnya. Ia percaya bahwa dukungan dari para senior dapat memberikan dampak psikologis yang positif.


"Terobosan ini dapat memberikan angin segar bagi siswa-siswi di SD Negeri 2 Jatisaba agar bertambah motivasinya untuk melaksanakan kegiatan TKA ini demi mendapatkan hasil yang maksimal. Semoga dengan moto JABADU MANTAP dapat membawa perubahan positif bagi adik-adik kami ke depannya," tutur Suhirno.



Pernyataan tersebut didukung oleh Ibu Purwati, Koordinator Paguyuban Kelas 6, yang menilai antusiasme warga sekolah akan memberikan dampak positif bagi mentalitas siswa. Tak ketinggalan, Ibu Opsi Rizki Andaru, S.Pd.SD., selaku Pengawas SD Korwilcan Dindik Cilongok, yang hadir memantau langsung, memberikan legitimasi bahwa kegiatan ini didukung penuh oleh Dinas Pendidikan.


"Kehadiran saya di sini sebagai bentuk dukungan langsung Dinas Pendidikan terhadap suksesnya pelaksanaan TKA, khususnya di SD Negeri 2 Jatisaba. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan dinas seperti ini adalah model ideal untuk memajukan kualitas pendidikan kita," pungkas Opsi Rizki Andaru, S.Pd.SD.


Rangkaian gladi bersih TKA 2026 di SD Negeri 2 Jatisaba ditutup dengan optimisme tinggi. Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru di dalam kelas, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat. Dengan persiapan yang matang dan restu dari seluruh warga sekolah, 20 siswa kelas 6 SD Negeri 2 Jatisaba kini berdiri dengan tegak, siap mengubah setiap doa dan harapan menjadi deretan angka prestasi yang membanggakan bagi Desa Jatisaba.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama