Syiar Digital Tunas Bangsa: Pramuka Siaga Kedungbanteng Dobrak Batas Kreativitas Lewat Kompetisi Dakwah Berbasis Layar Kaca



KEDUNGBANTENG, INFO BANYUMAS — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Kwartir Ranting (Kwarran) Kedungbanteng berhasil mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas dengan kecakapan digital melalui perhelatan Lomba Dakwah Pramuka Siaga. Kompetisi yang digelar secara daring sejak akhir Februari hingga awal Maret 2026 ini menjadi panggung bagi para tunas muda untuk menunjukkan keberanian mereka dalam menyuarakan syiar agama melalui medium video. Tidak sekadar perlombaan pidato biasa, ajang ini bertransformasi menjadi laboratorium kreativitas di mana para Pramuka Siaga ditantang untuk mengemas pesan-pesan kebajikan—mulai dari pentingnya salat hingga bakti kepada orang tua—ke dalam format konten digital yang menarik, membuktikan bahwa dedikasi terhadap nilai-nilai religius dapat bersinergi harmonis dengan kemajuan zaman.


Proses kompetisi yang berlangsung maraton ini dimulai dengan pengiriman karya video dari masing-masing pangkalan pada rentang waktu 23 Februari hingga 6 Maret 2026. Sebanyak 28 pangkalan di wilayah Kedungbanteng tercatat mengirimkan utusan terbaik mereka melalui tautan digital yang disediakan panitia, menunjukkan antusiasme tinggi meskipun perlombaan dilakukan tanpa tatap muka langsung. Penjaringan bakat tersebut memuncak pada tahap penilaian objektif oleh dewan juri yang dilaksanakan di Aula SD Negeri 2 Kutaliman pada Jumat, 13 Maret 2026. Dalam sesi penilaian tersebut, aspek-aspek krusial seperti kesesuaian materi, kepercayaan diri di depan kamera, hingga teknik penyuntingan video menjadi tolok ukur utama bagi para juri untuk menentukan siapa yang layak menyandang gelar juara di tengah kepolosan dan keceriaan gaya penyampaian para peserta.


Ketua Kwartir Ranting Kedungbanteng, Kak Supriyati, S.Pd., memberikan pandangan strategis mengenai pemilihan format lomba dakwah berbasis video tersebut. Menurut Kak Supri, pembiasaan berbicara di depan publik—meskipun melalui perantara layar—merupakan fondasi penting untuk membentuk rasa percaya diri anak didik. Kegiatan tersebut dinilai sebagai sarana efektif untuk menanamkan karakter teladan, di mana seorang Pramuka Siaga didorong untuk menjadi pionir dalam menebarkan kebaikan di lingkungannya. Penjelasan tersebut sekaligus mengapresiasi inovasi panitia yang mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat pendidikan karakter yang menyenangkan namun tetap sarat akan makna filosofis keagamaan.


Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Kak Amar Husni Mubaroq, S.Pd., menegaskan bahwa muara dari kegiatan ini adalah pembinaan karakter religius yang aplikatif. Kak Amar menjelaskan bahwa dari 28 video yang masuk, setiap pangkalan menunjukkan interpretasi moral yang beragam dan sangat menyentuh, mencerminkan pemahaman mendalam para siswa terhadap materi yang mereka bawakan. Penggunaan media video tersebut memungkinkan anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas mereka secara mandiri, melatih kemampuan komunikasi verbal, serta memperkuat literasi digital sejak dini. Melalui pendekatan ini, Pramuka Kedungbanteng berupaya mencetak anggota yang tidak hanya mahir dalam kecakapan kepramukaan konvensional, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan komunikasi global.



Ketelitian dalam mengevaluasi karya-karya peserta menjadi sorotan utama Dewan Juri, Kak Umi Rohayati, S.Ag. Dalam laporan resminya, ia menekankan bahwa penyampaian pesan dakwah oleh para Pramuka Siaga kali ini sangat membanggakan karena mampu menyentuh sisi emosional audiens dengan bahasa yang sederhana. Penilaian tersebut mempertimbangkan sinkronisasi antara isi dakwah dengan ekspresi peserta, yang secara umum menunjukkan bahwa pola pembinaan karakter di tiap pangkalan telah berjalan dengan ritme yang tepat. Menurut tim penilai, kompetisi semacam ini adalah investasi jangka panjang untuk mengasah public speaking generasi muda agar mereka siap menjadi pemimpin yang komunikatif dan berintegritas di masa depan.


Berdasarkan hasil rekapitulasi nilai yang sangat kompetitif, pangkalan MI Ma’arif NU Karangnangka sukses merebut gelar Juara 1 melalui penampilan impresif Maulida Faza Ghaida. Posisi kedua ditempati oleh Dirgantara Nurrizki dari MI Ma’arif NU 1 Beji, disusul oleh Ainun Akila Ramadhani Hidayat dari SD Negeri 1 Keniten di peringkat ketiga. Sementara itu, jajaran Juara Harapan secara berturut-turut diraih oleh utusan dari SD Islam Al Izzah Purwokerto, SD Negeri 2 Beji, dan MI Ma’arif NU 1 Dawuhan Wetan. Keberhasilan para pemenang ini menjadi representasi dari sinergi antara bimbingan guru di sekolah dengan semangat pantang menyerah dari para anggota Pramuka Siaga dalam berkarya.


Keberhasilan penyelenggaraan lomba ini meninggalkan kesan mendalam bagi para penggerak kepramukaan di Kedungbanteng. Mereka meyakini bahwa suara-suara kecil dari layar kaca ini akan beresonansi menjadi kekuatan besar dalam membentuk moralitas bangsa.

Ketua Kwarran memberikan motivasi kepada para tunas muda agar terus konsisten dalam menyebarkan kebaikan tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.


“Pramuka Siaga adalah tunas bangsa yang harus dibiasakan berani berbicara kebaikan. Melalui dakwah sederhana seperti ini, anak-anak belajar menanamkan nilai agama, percaya diri, dan menjadi teladan bagi teman-temannya. Kami sangat mengapresiasi kreativitas panitia yang menghadirkan lomba dakwah melalui video sehingga tetap dapat diikuti dengan antusias oleh berbagai pangkalan,” ujar Kak Supriyati, S.Pd.


Dari sisi teknis penyelenggaraan, panitia menekankan bahwa tujuan utama dari ajang ini melampaui sekadar perolehan piala dan piagam penghargaan.


“Kami menerima 28 video dakwah dari peserta Pramuka Siaga yang berasal dari berbagai pangkalan. Setiap video menampilkan pesan moral yang sangat baik dan menunjukkan keberanian anak-anak untuk berbicara di depan kamera. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga melatih keberanian, kreativitas, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anggota Pramuka sejak dini,” jelas Kak Amar Husni Mubaroq, S.Pd.



Menutup rangkaian laporan, tim dewan juri menegaskan kualitas luar biasa dari para peserta yang mampu melampaui ekspektasi dalam penyampaian materi religi


“Secara umum penampilan para peserta sangat membanggakan. Mereka mampu menyampaikan pesan dakwah dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh. Ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter religius pada Pramuka Siaga sudah berjalan dengan baik. Kegiatan semacam ini sangat positif untuk terus dikembangkan karena mampu mengasah kemampuan komunikasi sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan,” ungkap Kak Umi Rohayati, S.Ag.


Lomba Dakwah Pramuka Siaga Kwarran Kedungbanteng tahun 2026 ini resmi berakhir dengan catatan gemilang, membuktikan bahwa seragam cokelat muda pun mampu bersinar terang di jagat digital. Melalui video-video dakwah tersebut, para Pramuka Siaga telah memberikan pelajaran berharga bahwa untuk menjadi inspirasi, seseorang tidak perlu menunggu dewasa; keberanian untuk berbicara jujur dan baik adalah kunci utamanya.


Kontributor : HUMASTIKA KWARRAN KEDUNGBANTENG

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama