PURWOJATI - Memasuki hari kelima pelaksanaan Aksi Pramuka Peduli Karya Bakti Lebaran (APP KBL) Tahun 2026, Kwarran Purwojati menghadirkan inovasi dengan membuka Bazar Ramadan secara umum tanpa kupon pada Rabu, 18 Maret 2026. Kebijakan ini menjadi langkah nyata untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
Kegiatan yang dipusatkan di Posko APP KBL tersebut sejak awal telah menjadi bagian dari program pelayanan sosial kepada masyarakat. Namun pada hari kelima ini, suasana terasa berbeda karena masyarakat tidak lagi dibatasi dengan sistem kupon, sehingga siapa pun dapat langsung datang dan membeli kebutuhan yang tersedia.
Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, hingga bahan pangan lainnya disediakan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Hal ini menjadi bentuk kepedulian nyata dari Gerakan Pramuka dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya.
Salah satu anggota Pramuka Peduli (Pramuli) yang bertugas di lokasi menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang sebelumnya belum sempat mendapatkan kupon.
“Dengan dibukanya bazar tanpa kupon, kami berharap lebih banyak masyarakat yang bisa terbantu. Ini juga menjadi cara kami untuk menjangkau warga yang mungkin sebelumnya belum terakomodasi,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Warga berdatangan silih berganti untuk membeli kebutuhan pokok, menciptakan suasana yang hidup dan penuh interaksi sosial di sekitar posko.
Para anggota Pramuli tampak sigap melayani pembeli dengan penuh keramahan. Mereka tidak hanya bertugas dalam proses penjualan, tetapi juga memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar.
“Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik. Selain membantu masyarakat, ini juga menjadi pengalaman berharga bagi kami dalam belajar melayani dan berinteraksi langsung di lapangan,” ungkap salah satu anggota Pramuli lainnya.
Kegiatan bazar ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara anggota Pramuka dan masyarakat. Interaksi yang terjalin menciptakan suasana kebersamaan yang hangat, mencerminkan nilai-nilai gotong royong yang menjadi bagian dari prinsip dasar kepramukaan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi anggota Pramuka dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, manajemen kegiatan, serta tanggung jawab sosial. Mereka belajar langsung bagaimana mengelola kegiatan yang melibatkan banyak orang dengan berbagai kebutuhan.
Koordinasi yang baik antaranggota menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini, sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang bazar, tetapi juga tentang bagaimana kami belajar bekerja sama, melayani masyarakat, dan mengimplementasikan nilai-nilai Pramuka dalam kehidupan nyata,” tambah salah satu relawan.
Dengan dibukanya bazar tanpa kupon, manfaat kegiatan ini diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Langkah ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan terus menghadirkan program yang relevan.
Kegiatan APP KBL di Purwojati sendiri masih akan terus berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dengan berbagai program sosial lain yang tetap mengedepankan nilai kepedulian dan pengabdian.
Semangat Ramadan menjadi energi utama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Melalui program-program seperti bazar ini, Pramuka tidak hanya hadir sebagai organisasi kepemudaan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat.
Dengan semangat berbagi yang terus menyala, Kwarran Purwojati berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk menebar manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
Kontributor: Nandita Widyatmoko – Kwarran Purwojati Kwarcab Banyumas
Posting Komentar