Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu Dinas Pendidikan dalam memetakan kondisi GTK di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas melalui aplikasi yang dikembangkan oleh Kepala Seksi PGTK Dindik Banyumas, Yusep Kurniawan. Aplikasi ini dirancang untuk menampilkan aliran data mulai dari proses input oleh operator sekolah hingga persetujuan berjenjang oleh kepala sekolah dan operator korwil. Dengan sistem berbasis web, data diharapkan dapat terpantau secara real time dan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Koordinator Wilayah Kecamatan Dindik Lumbir, Arifin Nur Haryadi, M.Pd., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kali kedua Lumbir menjadi lokasi piloting. Ia menjelaskan bahwa uji coba ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang efektivitas aplikasi sebelum diterapkan secara luas di seluruh kabupaten. Menurutnya, peran aktif para operator sekolah menjadi kunci keberhasilan sistem ini.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu Dinas Pendidikan dalam memetakan GTK satu kabupaten nantinya. Hari ini untuk kedua kalinya Lumbir menjadi piloting APK GTK tersebut. Harapannya semua OPS dapat menginputkan data GTK di sekolahnya secara valid dan benar, sekaligus melihat bagaimana aliran datanya,” ujar Arifin.
Ia menambahkan, apabila dalam proses input maupun verifikasi ditemukan kendala teknis atau kekurangan sistem, para operator diminta segera mengomunikasikannya kepada tim desk. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan lanjutan aplikasi agar semakin responsif terhadap kebutuhan lapangan.
Pelaksanaan desk kepegawaian dimulai pukul 11.00 WIB dan berakhir pukul 14.30 WIB. Para operator sekolah hadir dengan membawa data lengkap GTK dari masing-masing satuan pendidikan sebagai bahan input ke dalam sistem. Suasana kegiatan berlangsung tertib, serius, namun tetap diwarnai antusiasme peserta yang ingin memahami alur aplikasi secara menyeluruh.
Kegiatan desk ini dipandu langsung oleh Tim Desk yang berasal dari Tim Humas Lumbir dan dipimpin oleh Andi Dwi Atmoko. Dalam penjelasannya, Andi menerangkan bahwa uji coba aplikasi tidak hanya berfokus pada input data, tetapi juga pada pengujian aliran persetujuan (approval) dan tampilan dashboard di setiap level akun pengguna.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menguji coba APK GTK dengan melihat aliran data dari inputan yang dilakukan oleh OPS dan dashboard tampilan baik dari akun kepala sekolah maupun OPS Korwil. Urutannya OPS melakukan input, kemudian kepala sekolah melakukan approve, dan terakhir diverifikasi oleh OPS Korwil Lumbir,” jelas Andi.
Ia menekankan pentingnya ketelitian operator dalam menginput data. Data yang dimasukkan harus sesuai dengan kondisi riil di sekolah agar hasil pemetaan benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata. Menurutnya, validitas data menjadi fondasi utama dalam perencanaan kebijakan distribusi dan penataan GTK di masa mendatang.
Lebih lanjut, Andi menyebut bahwa aplikasi ini diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan klasik ketimpangan distribusi guru dan tenaga kependidikan. Dengan sistem yang transparan dan terintegrasi, dinas dapat dengan mudah mengidentifikasi sekolah yang kelebihan maupun kekurangan tenaga.
Salah satu peserta kegiatan, Agus Prihatin, Operator SDN 3 Cingebul, mengungkapkan harapannya terhadap implementasi aplikasi tersebut. Ia menilai sistem digital seperti ini akan sangat membantu dalam proses pemetaan kebutuhan pegawai secara objektif dan berbasis data.
“Saya harap pemerataan lewat APK ini dapat mempermudah tim pengambil kebijakan dalam memetakan kekosongan pegawai. Sehingga distribusi pegawai, khususnya di Kabupaten Banyumas, dapat lebih merata,” kata Agus.
Menurutnya, selama ini proses pemetaan seringkali membutuhkan waktu lama dan koordinasi berjenjang yang tidak sederhana. Dengan adanya aplikasi berbasis web, proses tersebut menjadi lebih ringkas dan terstruktur. Ia juga mengapresiasi adanya tahapan verifikasi berlapis yang memastikan data tidak serta-merta masuk tanpa kontrol.
Dari sisi teknis pelaksanaan, kegiatan desk berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Para operator tampak aktif berdiskusi ketika menemukan fitur baru atau mekanisme input yang perlu penyesuaian. Tim desk secara sigap memberikan pendampingan langsung, memastikan setiap peserta memahami alur kerja aplikasi dari awal hingga akhir.
Kegiatan ini juga menunjukkan kesiapan Lumbir sebagai wilayah yang adaptif terhadap inovasi digital di bidang tata kelola pendidikan. Kepercayaan sebagai lokasi piloting untuk kedua kalinya menjadi indikator bahwa koordinasi dan kapasitas sumber daya manusia di wilayah tersebut dinilai memadai.
Apabila hasil uji coba di Lumbir menunjukkan performa sistem yang stabil dan efektif, bukan tidak mungkin aplikasi GTK berbasis web ini akan diimplementasikan secara menyeluruh di seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas. Dengan demikian, Dinas Pendidikan akan memiliki basis data terpusat yang dapat diakses untuk berbagai kebutuhan perencanaan, mulai dari pengangkatan, mutasi, hingga redistribusi guru dan tenaga kependidikan.
Langkah digitalisasi ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi tata kelola pendidikan yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data. Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, pemetaan GTK yang akurat menjadi fondasi penting untuk memastikan setiap satuan pendidikan memiliki sumber daya manusia yang memadai.
Melalui kegiatan desk kepegawaian ini, Lumbir tidak hanya menjalankan peran sebagai lokasi uji coba, tetapi juga menjadi contoh praktik baik kolaborasi antara dinas, korwil, dan satuan pendidikan dalam mendukung kebijakan berbasis teknologi. Antusiasme para operator serta komitmen tim pengembang menjadi modal utama dalam mewujudkan sistem pemetaan GTK yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Banyumas.
Kontributor: Tim Infokom PGRI Lumbir

Posting Komentar