Kegiatan yang berlangsung di lokasi PKL SMK tersebut menghadirkan narasumber kompeten, Tri Hadiyanto Sasongko, Direktur Utama Indito.id dan Kombas.id sekaligus Konsultan Literasi Digital Kominfo. Kehadiran sosok yang akrab disapa Om Tri ini memberikan warna tersendiri dalam penyampaian materi yang komunikatif, ringan, namun sarat makna.
“Digital marketing bukan hanya soal jualan, tetapi tentang bagaimana kita memahami perilaku pengguna dan memanfaatkan teknologi secara cerdas,” ujar Om Tri dalam pemaparannya di hadapan peserta.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang yang ada. Digital marketing disebut sebagai salah satu keterampilan penting, khususnya bagi pelaku usaha, pegiat literasi, dan generasi muda yang ingin berkembang di tengah perubahan zaman.
“Di era digital, siapa pun bisa memulai. Kuncinya adalah konsisten, memahami audiens, dan terus belajar mengikuti perkembangan,” tambahnya menegaskan pentingnya adaptasi.
Empat pilar utama literasi digital menjadi fokus materi yang disampaikan, yakni Digital Skill, Digital Ethics, Digital Safety, dan Digital Culture. Melalui pendekatan ini, peserta diajak memahami penggunaan teknologi secara utuh, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi etika dan keamanan.
“Rekam jejak digital itu tidak bisa dihapus. Karena itu, penting bagi kita memiliki etika digital agar tidak menyesal di kemudian hari,” tegas Om Tri saat membahas Digital Ethics.
Selain itu, aspek keamanan digital juga menjadi perhatian serius dalam materi yang disampaikan. Om Tri menjelaskan berbagai faktor yang dapat menyebabkan akun media sosial diretas, mulai dari kelemahan sistem hingga kelalaian pengguna dalam menjaga data pribadi.
“Keamanan data adalah tanggung jawab kita sendiri. Jangan mudah membagikan informasi pribadi, dan selalu gunakan sistem keamanan berlapis,” jelasnya dalam sesi Digital Safety.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Digital Culture, yang menekankan pentingnya membangun budaya positif di ruang digital. Peserta diajak untuk tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi kreator konten yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Saya jadi paham cara memanfaatkan media sosial secara bijak dan tidak asal posting,” ungkap salah satu peserta yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Secara keseluruhan, kegiatan Juguran Literasi #2 berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang hidup. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa literasi digital menjadi kebutuhan mendesak di era saat ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Banyumas semakin cerdas, bijak, dan produktif dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan diri dan peningkatan kesejahteraan.
Kntributor: Yuli Kismawati
Posting Komentar