LUMBIR, INFO BANYUMAS – Gemuruh langkah kaki dan lambaian hasil bumi menyatu dalam khidmatnya tradisi di ujung barat Kabupaten Banyumas. Ratusan warga Desa Karanggayam, khususnya dari lingkungan RW 02 dan RT 03, Kecamatan Lumbir, tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan gelaran Kirab Gunungan Hasil Bumi dalam rangka upacara adat Sedekah Bumi. Ritual tahunan yang menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta ini sukses menyedot perhatian publik dengan arak-arakan gunungan sayur-mayur dan buah-buahan yang menjulang tinggi, melambangkan kemakmuran wilayah tersebut.
Pelaksanaan kegiatan yang sarat akan nilai filosofis ini tidak lepas dari koordinasi matang jajaran kepanitiaan setempat. Berdasarkan laporan di lapangan, acara tersebut dikomandoi langsung oleh Ibu Amsiyah selaku Ketua RW 02 Desa Karanggayam yang bertindak sebagai Ketua Panitia. Kepemimpinannya didukung penuh oleh sinergi antar-pengurus lingkungan, di antaranya Ketua RT 01 Sunanto, Ketua RT 02 Supriyono, serta Ketua RT 03 Edi. Kolaborasi ini memastikan jalannya kirab tetap tertib meski diikuti oleh antusiasme ratusan warga yang ingin menyaksikan langsung perebutan berkah dari gunungan yang diarak.
Ibu Amsiyah menyatakan bahwa persiapan acara ini telah dilakukan secara gotong royong oleh warga selama beberapa pekan terakhir. Ia menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif warga yang secara sukarela menyumbangkan sebagian hasil panen terbaik mereka untuk disusun menjadi gunungan yang megah. Kehadiran Kepala Desa Karanggayam beserta seluruh perangkat desa dalam acara tersebut pun menambah bobot legitimasi bahwa tradisi ini merupakan agenda penting dalam kalender sosial desa.
Informasi lebih lanjut mengenai jalannya acara mengungkapkan bahwa rute kirab melintasi jalan-jalan utama desa agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan atmosfer syukur tersebut. Pihak panitia juga menegaskan bahwa tujuan utama dari perhelatan ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan upaya konkret untuk menjaga kohesi sosial antar-warga. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan generasi muda di Desa Karanggayam tetap memiliki kedekatan emosional dengan akar budaya agraris yang menjadi identitas leluhur mereka.
Di sela-sela kemeriahan acara, Ibu Amsiyah selaku Ketua Panitia mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas kekompakan warga RW 02 dan sekitarnya. Baginya, kirab ini adalah cermin dari wajah asli masyarakat perdesaan yang mengedepankan kebersamaan di atas segalanya.
"Kami merasa sangat bersyukur karena hari ini cuaca sangat mendukung dan seluruh warga dari RT 01 hingga RT 03 bersatu padu. Gunungan hasil bumi ini adalah simbol bahwa apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Sedekah bumi ini bukan sekadar pesta, tapi cara kami berterima kasih kepada Allah SWT atas tanah yang subur dan hasil panen yang melimpah tahun ini. Saya juga sangat berterima kasih kepada Pak Sunanto, Pak Supriyono, dan Pak Edi Riyanto yang sudah bekerja keras memastikan semua berjalan lancar," ujar Ibu Amsiyah dengan penuh semangat.
Tak hanya dari pihak panitia, dukungan dari pemerintah desa pun mengalir deras. Kepala Desa Karanggayam yang hadir di tengah kerumunan massa memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga RW 02. Beliau menekankan pentingnya menjaga tradisi lokal di tengah gempuran modernisasi yang seringkali melunturkan nilai-nilai kearifan lokal.
"Kehadiran saya dan jajaran perangkat desa di sini adalah bentuk dukungan moral bagi warga Karanggayam. Tradisi Kirab Gunungan Hasil Bumi ini harus terus dijaga dan dilestarikan karena mengandung nilai pendidikan karakter, seperti gotong royong dan rasa syukur. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi daya tarik wisata budaya bagi Desa Karanggayam ke depannya, sehingga ekonomi kreatif warga juga bisa ikut terangkat," ungkap Kholifatur Rosidah, S.Sos Kepala Desa Karanggayam saat memberikan sambutan singkat di lokasi acara.
Senada dengan pimpinan desa, Sunanto selaku Ketua RT 01 yang turut membantu jalannya acara, menambahkan bahwa keterlibatan kaum muda menjadi fokus utama dalam kirab kali ini. Ia ingin memastikan bahwa tongkat estafet tradisi tidak terputus pada generasi tua saja.
"Alhamdulillah, anak-anak muda di RT kami sangat bersemangat membantu menyusun gunungan sejak malam hari. Ini yang kami harapkan, agar mereka tidak lupa dengan adat istiadat sendiri. Hasil bumi yang kami kirabkan ini adalah hasil keringat mereka juga di sawah dan kebun. Semoga dengan adanya sedekah bumi ini, desa kita dijauhkan dari marabahaya dan hasil panen tahun depan bisa lebih melimpah lagi," tambah Sunanto.
Perayaan yang berakhir dengan doa bersama dan pembagian hasil bumi tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi, Desa Karanggayam membuktikan bahwa kekuatan komunitas tetap menjadi benteng pertahanan utama. Gunungan yang terdiri dari padi, jagung, kacang panjang, hingga umbi-umbian bukan hanya sekadar tumpukan makanan, melainkan representasi dari harapan kolektif akan keberlanjutan hidup yang selaras dengan alam.
Acara ini ditutup dengan sesi makan bersama sebagai wujud nyata dari konsep manunggal (bersatu). Dengan suksesnya gelaran Kirab Gunungan di RW 02 ini, diharapkan semangat kebersamaan tersebut akan terus mengalir dalam kehidupan sehari-hari warga Karanggayam, menjadikan desa tersebut sebagai teladan dalam pelestarian budaya di wilayah Kabupaten Banyumas.


Posting Komentar