Jejak Keikhlasan di Hari Raya: Guyub Rukun Warga Pekuncen Wujudkan Qurban Penuh Makna dan Kebersamaan




PEKUNCEN – Semangat gotong royong dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan pemotongan hewan qurban di lingkungan RT 03/RW 06 Desa Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Rabu (27/5/2026). Momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga memperkuat jalinan persaudaraan antarwarga yang selama ini terbangun dengan baik di tengah kehidupan masyarakat.


Kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tersebut berlangsung sejak pagi hari setelah pelaksanaan Sholat Idul Adha. Warga bahu-membahu mempersiapkan segala kebutuhan, mulai dari penataan lokasi, proses penyembelihan hewan qurban, hingga pendistribusian daging kepada masyarakat yang berhak menerima.


“Alhamdulillah, kegiatan qurban tahun ini sangat meriah. Warga sangat antusias dan saling membantu, mulai dari persiapan hingga pembagian daging qurban. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujar Ketua RT 03, Ridho.


Pelaksanaan Sholat Idul Adha dipusatkan di Lapangan Desa Pekuncen Kompleks RW 06 yang dipadati jamaah dari berbagai kalangan usia. Sejak pagi, masyarakat telah berdatangan untuk menunaikan ibadah bersama. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan tampak menyelimuti kawasan tersebut, mencerminkan semangat keagamaan yang kuat sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.


Setelah pelaksanaan salat selesai, masyarakat tidak langsung kembali ke rumah masing-masing. Mereka berkumpul untuk melaksanakan kegiatan pemotongan hewan qurban yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kebersamaan terlihat jelas ketika warga dari berbagai latar belakang usia dan profesi bekerja bersama menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab.


“Momentum seperti ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mempererat hubungan sosial di lingkungan masyarakat. Semua warga terlibat tanpa memandang status ataupun usia. Inilah nilai kebersamaan yang harus terus kita jaga,” ungkap salah seorang warga yang turut membantu proses penyembelihan.


Pada perayaan Idul Adha tahun ini, wilayah RW 06 Desa Pekuncen berhasil menghimpun sebanyak lima ekor sapi dan sepuluh ekor kambing sebagai hewan qurban. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menjalankan ibadah qurban sekaligus mencerminkan semangat berbagi kepada sesama yang terus tumbuh di lingkungan warga.


Proses penyembelihan dan pengolahan daging dilakukan secara tertib dengan melibatkan panitia qurban serta relawan dari masyarakat. Mulai dari proses pencacahan daging, pengemasan, hingga distribusi kepada penerima manfaat berlangsung lancar berkat koordinasi yang baik serta kerja sama seluruh warga yang terlibat.


Ketua Panitia Qurban, Danang, menyampaikan bahwa makna qurban sesungguhnya bukan hanya terletak pada penyembelihan hewan, melainkan pada nilai keikhlasan dan pengorbanan yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, Idul Adha menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk senantiasa berbagi dan peduli terhadap sesama.


“Selamat Hari Raya Idul Adha. Pengorbanan bukan tentang kehilangan, tapi tentang keikhlasan memberi demi ridha Illahi. Apapun yang kita lepaskan karena Allah, akan kembali dalam bentuk yang lebih indah,” tutur Danang penuh makna.


Lebih jauh, kegiatan qurban di RT 03/RW 06 Desa Pekuncen tidak hanya berfungsi sebagai pelaksanaan ritual keagamaan tahunan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan sosial bagi generasi muda. Anak-anak dan remaja yang hadir dapat menyaksikan secara langsung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, kepedulian sosial, serta semangat berbagi yang diwariskan oleh para orang tua mereka.


Suasana hangat yang tercipta sepanjang kegiatan menjadi gambaran nyata bahwa budaya guyub rukun masih tumbuh subur di tengah masyarakat Banyumas. Melalui kerja sama yang solid, semangat saling membantu, dan keikhlasan dalam berbagi, warga RT 03/RW 06 Desa Pekuncen berhasil menjadikan perayaan Idul Adha 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan menebarkan manfaat bagi sesama. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa nilai-nilai luhur kebersamaan tetap hidup dan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis, peduli, serta berkarakter religius.


Kontributor: Maz Nang

Post a Comment

أحدث أقدم