KEMRANJEN - Suasana berbeda menyelimuti halaman TK Abas Two yang berlokasi di Jalan Balai Desa Sirau RT 03 RW 07, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, pada Senin pagi, 4 Mei 2026. Kegiatan edukatif bersama petugas pemadam kebakaran digelar sebagai puncak tema pembelajaran “Air, Api, dan Udara”, menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, menyenangkan, sekaligus sarat makna bagi anak-anak usia dini.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa, wali murid, serta calon peserta didik baru yang turut hadir meramaikan suasana. Sejak awal, halaman sekolah berubah menjadi ruang belajar terbuka yang penuh energi, di mana keceriaan anak-anak berpadu dengan rasa penasaran mereka terhadap dunia pemadam kebakaran.
“Kegiatan ini kami rancang agar anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna,” ujar Ayun Indah Andini selaku penanggung jawab kegiatan.
Rangkaian acara diawali dengan pengondisian peserta agar kegiatan berjalan tertib dan aman. Antusiasme langsung meningkat ketika suara sirene mobil pemadam kebakaran menggema, mengundang sorak gembira anak-anak yang tak sabar menyaksikan aksi para petugas dari dekat.
Sebelum memasuki sesi inti, Kepala TK Abas Two, Armiyati, memberikan pesan edukatif kepada para siswa. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap selama kegiatan berlangsung, mulai dari menjaga lisan, tidak berebut, hingga menjaga ketertiban sebagai bentuk pembelajaran karakter sejak dini.
“Anak-anak harus belajar tidak hanya pintar, tetapi juga berperilaku baik, saling menghargai, dan menjaga ketertiban dalam setiap kegiatan,” pesan Armiyati dengan penuh perhatian.
Memasuki sesi utama, Koordinator Damkar Kecamatan Kemranjen, Sukadi, memberikan arahan kepada peserta dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak. Ia kemudian memperkenalkan petugas damkar, Idris, yang tampil komunikatif dan energik dalam memandu kegiatan.
Dengan yel-yel khas damkar dan gaya interaktif, Idris berhasil menghidupkan suasana. Anak-anak terlihat semakin bersemangat mengikuti setiap arahan, bahkan tak jarang tertawa dan bertepuk tangan saat diajak berinteraksi langsung oleh petugas.
“Anak-anak harus patuh, semangat belajar, dan berani mencoba hal baru dengan tetap memperhatikan keselamatan,” ujar Sukadi dalam penyampaiannya.
Puncak kegiatan terjadi saat demonstrasi pemadaman api. Kobaran api yang sengaja dihadirkan sebagai simulasi memancing rasa penasaran peserta. Wali murid diberi kesempatan mencoba memadamkan api menggunakan karung basah di bawah pengawasan petugas, memberikan pengalaman nyata dalam menghadapi situasi darurat sederhana.
Kegiatan ditutup dengan momen yang paling ditunggu, yaitu hujan buatan dari semprotan air mobil damkar. Anak-anak berlarian dengan penuh kegembiraan, tertawa riang di bawah guyuran air yang menjadi simbol penutup pembelajaran hari itu. Basahnya pakaian justru menambah kebahagiaan, meninggalkan kenangan belajar yang tak hanya mendidik, tetapi juga membahagiakan.
Kontributor: Armi
Posting Komentar