PEKUNCEN - Semangat kolaborasi untuk memajukan pendidikan dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari hak belajarnya menggema dalam kegiatan Gebyar Pendidikan dan Launching Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Kecamatan Pekuncen Tahun 2026 yang digelar di SMP Negeri 2 Pekuncen, Kamis (18/6/2026). Mengusung tema “Guyub Berkarya Pekuncen Juara”, kegiatan yang dihadiri sekitar 500 peserta tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh anak di Kecamatan Pekuncen.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.30 WIB itu menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Banyumas Hj. Dwi Asih Lintarti, Wakil Ketua DPRD Banyumas Joko Pramono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri, Camat Pekuncen Dhany Budiarto, unsur Forkopimcam, para kepala sekolah, pengawas pendidikan, kepala desa, tokoh agama, serta perwakilan lembaga pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMP. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah yang masih menjadi tantangan pembangunan sumber daya manusia.
Ketua Panitia Gebyar Pendidikan, Anton Sauji, S.Pd.SD., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah langkah nyata untuk menyatukan kekuatan seluruh elemen masyarakat dalam mengembalikan hak pendidikan bagi setiap anak. “Launching percepatan penanganan ATS ini menjadi bukti bahwa kita tidak ingin ada satu pun anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan belajar. Kita harus bergerak bersama melakukan identifikasi, pendampingan, dan fasilitasi agar mereka dapat kembali memperoleh layanan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan dari berbagai pemangku kepentingan. Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh optimisme karena kegiatan ini tidak hanya membahas persoalan pendidikan secara konseptual, tetapi juga melahirkan komitmen konkret melalui penandatanganan kesepakatan bersama percepatan penanganan ATS yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Dalam sambutannya, Anton Sauji menjelaskan bahwa keberhasilan penanganan ATS tidak mungkin dilakukan oleh sekolah atau pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, guru, hingga keluarga agar setiap anak yang berisiko putus sekolah dapat segera terdeteksi dan mendapatkan solusi pendidikan yang tepat. Semangat gotong royong yang menjadi ruh tema “Guyub Berkarya Pekuncen Juara” diharapkan mampu memperkuat gerakan tersebut secara berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh kepala sekolah, guru, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para orang tua untuk bersama-sama menjaga anak-anak kita. Pendidikan adalah hak dasar yang harus diterima oleh setiap anak tanpa terkecuali,” tegas Anton di hadapan ratusan peserta yang memenuhi lokasi kegiatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, S.T., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Kecamatan Pekuncen yang dinilai mampu menerjemahkan program pembangunan pendidikan daerah ke dalam gerakan nyata di tingkat lapangan. Ia menyebut persoalan Anak Tidak Sekolah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kerja kolektif dan berkesinambungan agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih besar di masa depan.
Menurut Widodo, tema “Guyub Berkarya Pekuncen Juara” memiliki makna mendalam karena menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun pendidikan yang merata dan berkualitas. “Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. Dengan semangat guyub dan gotong royong, saya yakin Pekuncen mampu menjadi contoh dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Puncak kegiatan berlangsung saat Wakil Bupati Banyumas, Hj. Dwi Asih Lintarti, membacakan sambutan Bupati Banyumas Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar dalam membangun masa depan daerah. Pemerintah Kabupaten Banyumas menempatkan penanganan Anak Tidak Sekolah sebagai salah satu prioritas utama karena keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang memperoleh akses pendidikan secara memadai.
“Mutu masa depan Banyumas sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang kita berikan kepada anak-anak hari ini. Karena itu, saya menyambut baik peluncuran program percepatan penanganan ATS dan inovasi yang mendukung pendataan, pemantauan, serta pendampingan anak-anak yang berisiko putus sekolah. Tidak boleh ada anak Banyumas yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih cita-citanya,” demikian pesan Bupati Banyumas yang dibacakan Wakil Bupati.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama dan launching percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah yang disaksikan seluruh tamu undangan. Momen tersebut menjadi simbol kuat lahirnya gerakan bersama lintas sektor untuk mempercepat pendataan, pemantauan, dan pengembalian anak-anak yang putus sekolah ke jalur pendidikan formal, nonformal, maupun program pendidikan kesetaraan. Langkah ini diharapkan mampu mempersempit angka ATS sekaligus memperluas akses pendidikan bagi seluruh warga Kecamatan Pekuncen.
Melalui Gebyar Pendidikan 2026, Kecamatan Pekuncen tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap masa depan generasi muda, tetapi juga menghadirkan teladan tentang bagaimana kolaborasi dapat menjadi kekuatan besar dalam menyelesaikan persoalan pendidikan. Dengan semangat “Guyub Berkarya Pekuncen Juara”, seluruh pemangku kepentingan kini bergerak dalam satu barisan untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya belajar, tumbuh menjadi pribadi berkarakter, dan kelak menjadi generasi unggul yang mampu membawa Banyumas menuju masa depan yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan berkeadilan.
Kontributor: Mas_Anang
Posting Komentar