WANGON, INFO BANYUMAS – Sebanyak 387 pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma'arif NU 1 Wangon secara resmi mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)
Pelaksanaan Makesta tahun ini mencatatkan partisipasi yang luar biasa dari para peserta didik. Berdasarkan data resmi yang dihimpun dari panitia pelaksana, total peserta yang mengikuti pengkaderan ini mencapai 387 anak, yang terdiri atas 190 peserta putra dan 197 peserta putri. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hari yang diawali dengan proses registrasi ketat oleh seksi acara pada pukul 07.00 WIB
Upacara pembukaan kegiatan makesta tersebut berlangsung sangat meriah namun tetap berjalan dengan penuh khidmat
Pihak panitia menjelaskan bahwa setelah upacara pembukaan selesai dilaksanakan, para peserta langsung diarahkan untuk mengikuti sesi kontrak belajar bersama instruktur pelaksana
Memasuki waktu siang hari, jadwal kegiatan dijeda sejenak untuk memberikan kesempatan kepada seluruh peserta dan panitia melakukan makan siang bersama serta istirahat dan salat (isho) yang dikoordinasi langsung oleh seksi ibadah
Selanjutnya, rangkaian kegiatan bersambung pada materi kedua mengenai wawasan kebangsaan dan ke-Indonesia-an yang dipaparkan oleh rekan Wisnu
Malam harinya, setelah melewati masa istirahat, salat magrib dan isya, serta makan malam (ishoma) yang dipimpin oleh seksi ibadah, para peserta kembali menerima asupan keilmuan yang padat
Kepala MTs Ma'arif NU 1 Wangon, Ahlan, S.Ag., dalam sambutan utamanya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap panitia pelaksana yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan kaderisasi massal ini
"Kami dari pihak madrasah tentu merasa sangat bangga dan mendukung penuh pelaksanaan Makesta ini. Dengan jumlah peserta yang mencapai 387 anak, ini membuktikan bahwa madrasah kita tidak pernah kekurangan kader yang siap berproses. Makesta ini bukan sekadar kegiatan kumpul-kumpul biasa, melainkan batu pijakan utama bagi anak-anak kita untuk belajar bertanggung jawab, melatih kepemimpinan, dan yang paling utama adalah membentengi aqidah mereka dari paham-paham yang menyimpang. Di era digital seperti sekarang, tantangan moral anak muda sangat berat. Oleh karena itu, melalui organisasi IPNU dan IPPNU ini, kami berharap para siswa dapat mengamalkan semboyan Belajar, Berjuang, Bertakwa dalam kehidupan sehari-hari demi masa depan bangsa dan agama," ujar Ahlan, S.Ag. dengan penuh semangat
Di sisi lain, Kasi Trantib Kecamatan Wangon, Bapak Mulyono, yang hadir mewakili jajaran pemerintahan setempat, juga menyampaikan pesan mendalam dari pihak birokrasi terkait pentingnya menjaga ketertiban masyarakat dimulai dari pembinaan usia remaja.
"Saya sangat mengagumi keteraturan dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh adik-adik peserta serta panitia sejak pembukaan tadi pagi. Pemerintah Kecamatan Wangon memberikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya Makesta di MTs Ma'arif NU 1 Wangon ini. Negara kita ke depan membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki moralitas yang kokoh dan cinta tanah air. Materi-materi yang disiapkan panitia, seperti wawasan kebangsaan dan pencegahan kenakalan remaja, sangat sinkron dengan program pemerintah dalam menekan angka kriminalitas usia dini serta tawuran. Kami berharap, setelah lulus dari Makesta ini, adik-adik sekalian bisa menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing," tutur Bapak Mulyono di sela-sela acara pembukaan.
Setelah melewati materi yang padat hingga larut malam, para peserta diberikan waktu untuk beristirahat hingga pukul 01.30 dini hari
Puncak dari seluruh rangkaian Makesta ini terjadi pada pukul 03.30 WIB, ketika seluruh peserta melaksanakan prosesi pembaiatan secara sakral di bawah bimbingan langsung tim instruktur pelatih
Setelah ritual pembaiatan, kegiatan dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah, olahraga pagi bersama untuk menjaga kebugaran, serta aksi sosial "Operasi Semut" yaitu kerja bakti membersihkan seluruh area lingkungan madrasah secara gotong royong


Posting Komentar