Mencetak Generasi Aswaja: 387 Pelajar MTs Ma'arif NU 1 Wangon Ikuti Makesta 2026



WANGON, INFO BANYUMAS – Sebanyak 387 pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma'arif NU 1 Wangon secara resmi mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Kegiatan kaderisasi formal tingkat pertama ini berlangsung khidmat sejak Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di kompleks madrasah yang beralamat di Jalan Raya Timur Wangon, Kabupaten Banyumas. Agenda tahunan tersebut dirancang secara intensif guna membentuk karakter generasi muda yang mandiri, berorganisasi, serta teguh dalam memegang ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).


Pelaksanaan Makesta tahun ini mencatatkan partisipasi yang luar biasa dari para peserta didik. Berdasarkan data resmi yang dihimpun dari panitia pelaksana, total peserta yang mengikuti pengkaderan ini mencapai 387 anak, yang terdiri atas 190 peserta putra dan 197 peserta putri. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hari yang diawali dengan proses registrasi ketat oleh seksi acara pada pukul 07.00 WIB. Komposisi jumlah peserta yang berimbang tersebut menunjukkan tingginya minat serta kesadaran para pelajar madrasah setempat dalam mengenali dan menceburkan diri ke dalam organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama sejak dini.


Upacara pembukaan kegiatan makesta tersebut berlangsung sangat meriah namun tetap berjalan dengan penuh khidmat. Kegiatan resmi ini dibuka secara langsung oleh perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Wangon, yakni Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib), Bapak Mulyono, yang hadir secara khusus untuk membacakan sambutan dan membuka acara mewakili Bapak Camat Wangon yang berhalangan hadir. Selain dihadiri oleh jajaran pihak kecamatan, pembukaan tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala MTs Ma'arif NU 1 Wangon, Ahlan, S.Ag., segenap dewan guru, pengurus komite madrasah, tim instruktur pelatih (inspel), serta jajaran pengurus anak cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Wangon.


Pihak panitia menjelaskan bahwa setelah upacara pembukaan selesai dilaksanakan, para peserta langsung diarahkan untuk mengikuti sesi kontrak belajar bersama instruktur pelaksana. Sesi kontrak belajar tersebut dinilai sangat krusial guna menyamakan persepsi, membangun kedisiplinan, serta menetapkan aturan main bersama selama jalannya pelatihan dua hari satu malam tersebut. Selepas kontrak belajar, tim instruktur kemudian mengadakan uji kemampuan awal atau pre-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman dasar para peserta mengenai keorganisasian dan keagamaan sebelum mereka menerima materi utama.


Memasuki waktu siang hari, jadwal kegiatan dijeda sejenak untuk memberikan kesempatan kepada seluruh peserta dan panitia melakukan makan siang bersama serta istirahat dan salat (isho) yang dikoordinasi langsung oleh seksi ibadah. Setelah stamina para peserta kembali pulih, agenda beralih pada sesi penyampaian materi inti. Materi pertama yang diberikan kepada ratusan peserta tersebut adalah mengenai Ke-Aswaja-an dan Ke-NU-an yang disampaikan secara lugas oleh rekan Riki. Melalui materi tersebut, panitia berharap para pelajar dapat memahami prinsip-prinsip Islam yang ramah, moderat (tawasuth), berimbang (tawazun), toleran (tasamuh), dan tegak lurus (i'tidal).


Selanjutnya, rangkaian kegiatan bersambung pada materi kedua mengenai wawasan kebangsaan dan ke-Indonesia-an yang dipaparkan oleh rekan Wisnu. Selepas istirahat salat asar, kegiatan dilanjutkan dengan materi ketiga mengenai penanganan kenakalan remaja yang disampaikan oleh rekan Kinanti, serta dilanjutkan sesi konseling pertama bersama pendamping. Penambahan materi mengenai kenakalan remaja tersebut sengaja dimasukkan dalam rundown acara mengingat usia anak madrasah tsanawiyah berada pada fase pubertas yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan negatif, sehingga benteng spiritual dan psikologis mereka perlu diperkuat.


Malam harinya, setelah melewati masa istirahat, salat magrib dan isya, serta makan malam (ishoma) yang dipimpin oleh seksi ibadah, para peserta kembali menerima asupan keilmuan yang padat. Materi keempat berfokus pada bidang keorganisasian dan kepemimpinan yang dibawakan oleh rekan Danu serta rekan Elfathir. Materi tersebut dirancang untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan (leadership) serta keterampilan manajerial organisasi dalam diri santri. Tidak berhenti di situ, menjelang tengah malam, rekan Wiwin memaparkan materi kelima yang membahas lebih dalam perihal ke-IPNU-IPPNU-an, disusul oleh sesi konseling tahap kedua.


Kepala MTs Ma'arif NU 1 Wangon, Ahlan, S.Ag., dalam sambutan utamanya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap panitia pelaksana yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan kaderisasi massal ini. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan formal di sekolah dengan organisasi kepemudaan madrasah guna melahirkan generasi yang unggul.


"Kami dari pihak madrasah tentu merasa sangat bangga dan mendukung penuh pelaksanaan Makesta ini. Dengan jumlah peserta yang mencapai 387 anak, ini membuktikan bahwa madrasah kita tidak pernah kekurangan kader yang siap berproses. Makesta ini bukan sekadar kegiatan kumpul-kumpul biasa, melainkan batu pijakan utama bagi anak-anak kita untuk belajar bertanggung jawab, melatih kepemimpinan, dan yang paling utama adalah membentengi aqidah mereka dari paham-paham yang menyimpang. Di era digital seperti sekarang, tantangan moral anak muda sangat berat. Oleh karena itu, melalui organisasi IPNU dan IPPNU ini, kami berharap para siswa dapat mengamalkan semboyan Belajar, Berjuang, Bertakwa dalam kehidupan sehari-hari demi masa depan bangsa dan agama," ujar Ahlan, S.Ag. dengan penuh semangat.


Di sisi lain, Kasi Trantib Kecamatan Wangon, Bapak Mulyono, yang hadir mewakili jajaran pemerintahan setempat, juga menyampaikan pesan mendalam dari pihak birokrasi terkait pentingnya menjaga ketertiban masyarakat dimulai dari pembinaan usia remaja.


"Saya sangat mengagumi keteraturan dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh adik-adik peserta serta panitia sejak pembukaan tadi pagi. Pemerintah Kecamatan Wangon memberikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya Makesta di MTs Ma'arif NU 1 Wangon ini. Negara kita ke depan membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki moralitas yang kokoh dan cinta tanah air. Materi-materi yang disiapkan panitia, seperti wawasan kebangsaan dan pencegahan kenakalan remaja, sangat sinkron dengan program pemerintah dalam menekan angka kriminalitas usia dini serta tawuran. Kami berharap, setelah lulus dari Makesta ini, adik-adik sekalian bisa menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing," tutur Bapak Mulyono di sela-sela acara pembukaan.


Setelah melewati materi yang padat hingga larut malam, para peserta diberikan waktu untuk beristirahat hingga pukul 01.30 dini hari. Memasuki sepertiga malam terakhir, suasana madrasah berubah menjadi syahdu ketika tim instruktur (inspel) membangunkan peserta untuk mengikuti sesi motivasi dan renungan malam. Sesi tersebut menguras emosi rasa haru, di mana para pelajar diajak untuk merefleksikan kembali bakti mereka kepada orang tua, guru, serta komitmen mereka terhadap bangsa dan agama.


Puncak dari seluruh rangkaian Makesta ini terjadi pada pukul 03.30 WIB, ketika seluruh peserta melaksanakan prosesi pembaiatan secara sakral di bawah bimbingan langsung tim instruktur pelatih. Di tengah keheningan malam menjelang fajar, ratusan santri tersebut mengikrarkan janji setia untuk setia menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta senantiasa berjuang di bawah kibar bendera Nahdlatul Ulama.



Setelah ritual pembaiatan, kegiatan dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah, olahraga pagi bersama untuk menjaga kebugaran, serta aksi sosial "Operasi Semut" yaitu kerja bakti membersihkan seluruh area lingkungan madrasah secara gotong royong. Seluruh rangkaian kegiatan Makesta PK IPNU-IPPNU MTs Ma'arif NU 1 Wangon ini akhirnya resmi ditutup pada hari Sabtu pagi pukul 08.00 WIB oleh rekan Bastian selaku seksi acara, diiringi dengan jabat tangan perpisahan (sayonara) yang penuh dengan rasa kekeluargaan dan haru di antara peserta dan panitia pelaksana.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama