Musyawarah berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta diberi kesempatan menyampaikan pandangan, gagasan, dan aspirasi yang nantinya menjadi bahan penyusunan RKPDes Tahun 2027. Forum tersebut sekaligus menjadi wadah memperkuat sinergi antarlembaga desa agar setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Cingebul, Sugeng Riyadi, menjelaskan bahwa pembentukan Tim Penyusun RKPDes merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai amanat regulasi sekaligus langkah awal menentukan prioritas pembangunan desa. Namun demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua program pembangunan yang berhasil direalisasikan selalu tercantum dalam RKPDes karena terdapat peluang memperoleh dukungan dari berbagai program pemerintah di luar perencanaan desa.
"Pembentukan Tim Penyusun RKPDes merupakan agenda rutin setiap tahun. RKPDes menjadi pedoman pembangunan desa, tetapi tidak semua kegiatan yang berhasil kita laksanakan selalu tercantum di dalamnya. Contohnya pembangunan Jembatan Garuda yang alhamdulillah dapat terealisasi meskipun sebelumnya tidak masuk dalam RKPDes. Tahun ini kami juga berharap usulan bedah rumah yang berjumlah 13 calon penerima dapat terealisasi. Selain itu, untuk mendukung ketahanan pangan, Desa Cingebul juga melaksanakan program optimalisasi lahan pertanian," ujar Sugeng Riyadi.
Sugeng juga menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Cingebul tetap berkomitmen menjaga tradisi peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang selama ini menjadi salah satu identitas desa. Menurutnya, Desa Cingebul setiap tahun menyelenggarakan upacara kemerdekaan secara mandiri dan dikenal sebagai salah satu desa yang selalu menghadirkan kemeriahan peringatan HUT RI dengan mengangkat potensi budaya lokal.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, Desa Cingebul akan kembali menggelar upacara kemerdekaan secara mandiri. Kami ingin semangat nasionalisme terus tumbuh di tengah masyarakat. Cingebul juga selalu menjadi tujuan wisata kemerdekaan karena masyarakat bersama-sama menghadirkan berbagai kegiatan yang meriah namun tetap sarat makna," tambahnya.
Apresiasi terhadap capaian pembangunan Desa Cingebul juga disampaikan oleh perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Zein. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta musyawarah untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang menyampaikan aspirasi secara terbuka demi kemajuan desa.
"Kami mengapresiasi kinerja Pemerintah Desa Cingebul yang terus berupaya menghadirkan berbagai pembangunan bagi masyarakat. Melalui musyawarah ini, kami berharap seluruh peserta benar-benar menyampaikan pokok-pokok pikirannya agar menjadi bahan penyusunan RKPDes. Keterbatasan anggaran jangan sampai mematahkan semangat kita untuk membangun desa bersama," ungkap Zein.
Ia juga mengungkapkan optimismenya terhadap penyelenggaraan peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah desa telah memastikan bahwa kemeriahan kegiatan tidak akan berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, Camat Lumbir, Wardoyo, S.IP, menekankan pentingnya menjadikan pembangunan desa sebagai hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberadaan LPMD harus mampu menjadi penghubung antara pemerintah desa dengan masyarakat dalam menyerap aspirasi pembangunan.
"Saya berharap peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tahun ini dapat diselenggarakan semeriah mungkin dengan tetap mengangkat kearifan lokal Desa Cingebul. Selain itu, reorganisasi LPMD hendaknya diisi oleh berbagai unsur masyarakat sehingga mampu menjadi wadah kolaborasi yang dapat mengakomodasi aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat," kata Wardoyo.
Ia menilai bahwa pembangunan desa tidak akan berhasil apabila hanya mengandalkan pemerintah desa. Peran tokoh masyarakat, tokoh pemuda, lembaga kemasyarakatan, hingga unsur pendidikan sangat diperlukan agar pembangunan berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.
Arahan mengenai kebijakan pembangunan juga disampaikan oleh Sri, selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Permas) Kecamatan Lumbir. Ia menjelaskan bahwa arah kebijakan pembangunan Kabupaten Banyumas ke depan akan mengakomodasi berbagai program prioritas daerah, termasuk program Tri Las, sehingga desa perlu menyesuaikan penyusunan RKPDes dengan kebijakan tersebut.
"Arah kebijakan pembangunan Kabupaten Banyumas saat ini memasukkan Program Tri Las sebagai salah satu prioritas yang perlu diakomodasi dalam perencanaan desa. Selain itu, Tahun 2027 Desa Cingebul akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa. Oleh karena itu, kami mengingatkan agar pemerintah desa mulai mengalokasikan anggaran sehingga seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan dengan lancar sesuai ketentuan," jelas Sri.
Setelah seluruh sambutan selesai, musyawarah dilanjutkan dengan agenda inti berupa pembentukan Tim Penyusun Dokumen RKPDes Tahun 2027 yang dipandu langsung oleh unsur BPD Desa Cingebul. Forum berlangsung secara demokratis melalui musyawarah mufakat, di mana peserta bersama-sama menentukan unsur-unsur yang akan terlibat dalam tim penyusun agar mewakili berbagai kelompok masyarakat.
Dalam forum yang sama juga dibahas persiapan penyelenggaraan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Desa Cingebul. Berdasarkan hasil musyawarah, kepanitiaan tahun ini diputuskan berasal dari unsur Pemerintah Desa, mengingat pada penyelenggaraan tahun sebelumnya diketuai oleh unsur BPD. Melalui kesepakatan bersama, Basirun ditetapkan sebagai Ketua Panitia Peringatan HUT RI Tahun 2026 Desa Cingebul.
Keputusan tersebut disambut baik oleh seluruh peserta karena dinilai mencerminkan semangat regenerasi dan pemerataan peran antarunsur desa dalam penyelenggaraan kegiatan kemasyarakatan. Dengan adanya pergantian kepemimpinan panitia setiap tahun, diharapkan semakin banyak elemen masyarakat yang memiliki kesempatan berkontribusi dalam membangun kebersamaan.
Musyawarah Desa Reguler ini tidak hanya menjadi agenda administratif tahunan, tetapi juga mencerminkan kuatnya budaya musyawarah yang masih terpelihara di tengah masyarakat Desa Cingebul. Melalui keterlibatan pemerintah desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta unsur pemuda, berbagai keputusan strategis dapat dihasilkan secara partisipatif dan demokratis.
Harapannya, Tim Penyusun RKPDes Tahun 2027 yang telah dibentuk mampu menyusun dokumen perencanaan pembangunan yang benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat, selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyumas, serta mampu mengoptimalkan potensi lokal Desa Cingebul. Dengan semangat gotong royong, kolaborasi, dan partisipasi aktif seluruh warga, Desa Cingebul optimistis dapat terus menghadirkan pembangunan yang berkualitas, memperkuat kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga tradisi dan kearifan lokal sebagai identitas desa yang terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik.
Kontributor: Suripto
Editor: Suripto


Posting Komentar