AJIBARANG, INFO BANYUMAS — Momen peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026 menjadi ajang refleksi penting bagi dunia pendidikan dalam menghadirkan metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademis semata, tetapi juga pemupukan rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Berangkat dari semangat tersebut, SD Negeri 1 Darmakradenan menggelar kegiatan edukasi luar kelas yang memadukan kebersamaan, kebugaran fisik, pengenalan kearifan lokal, serta aksi pelestarian alam pada Kamis (23/7/2026).
Dalam agenda spesial anak tersebut, seluruh elemen sekolah—mulai dari pNara siswa, jajaran guru, hingga staf karyawan—bergerak bersama menuju objek Wisata Lokal Kedung Iyom (KDI) yang terletak di kawasan Grumbul Kesal RW 06, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas.
Kegiatan bernuansa keagungan alam tersebut diawali sejak pagi hari di lingkungan sekolah. Sebelum melangkah menuju lokasi wisata, seluruh warga sekolah berkumpul di halaman SD Negeri 1 Darmakradenan untuk melaksanakan kegiatan senam bersama. Aktivitas kebugaran ini dirancang sebagai bentuk pembiasaan hidup sehat yang menyenangkan sekaligus membakar semangat para siswa sebelum memulai perjalanan edukatif mereka. Gelak tawa dan antusiasme terpancar jelas dari raut wajah para murid ketika mengikuti peragaan gerakan senam dari guru pembimbing. Suasana keakraban yang terjalin sejak awal kegiatan ini menjadi landasan kuat bagi terciptanya iklim kebersamaan antara tenaga pendidik dan para peserta didik.
Seusai melakukan pemanasan dan menjaga kebugaran tubuh, rombongan sekolah melanjutkan agenda utama dengan berjalan kaki bersama menuju kawasan Wisata Lokal Kedung Iyom. Rute perjalanan yang melintasi pemukiman warga dan pemandangan pedesaan memberi kesempatan bagi para siswa untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar. Langkah-langkah kecil anak-anak tersebut membawa misi besar, yaitu mengenalkan serta menanamkan kebanggaan atas potensi wisata alam yang dimiliki oleh daerah tempat tinggal mereka sendiri sejak dini. Pihak sekolah menggarisbawahi bahwa pengenalan terhadap kekayaan daerah asal merupakan pondasi utama dalam membangun jiwa nasionalisme dan kepedulian sosial pada diri generasi penerus bangsa.
Setibanya di lokasi destinasi Kedung Iyom, kelelahan para siswa setelah menempuh perjalanan berjalan kaki seketika terbayarkan oleh hamparan pemandangan alam yang asri dan udara pedesaan yang sejuk. Pengalaman yang paling ditunggu-tunggu oleh para peserta didik pun dimulai saat mereka diperkenalkan dengan getek, yakni wahana transportasi air tradisional berbentuk rakit yang terbuat dari susunan bambu. Moda transportasi air ini memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat setempat karena telah digunakan secara turun-temurun dari era terdahulu sebagai sarana penyeberangan dan aktivitas perairan harian. Melalui fasilitas tersebut, para siswa diajak naik dan menyusuri alur perairan Kedung Iyom sembari menikmati keindahan pemandangan alam sekitarnya. Pengalaman melintasi air menggunakan kata getek tersebut memberikan sensasi petualangan nyata bagi anak-anak sekaligus mengajarkan mereka tentang pentingnya menjaga keberadaan alat transportasi tradisional di tengah gempuran modernisasi teknologi.
Keseruan agenda belajar luar kelas ini terus berlanjut saat para siswa diarahkan menuju area konservasi suaka perikanan yang berada di kawasan perairan Kedung Iyom. Di tempat ini, para murid berkesempatan untuk melakukan aktivitas memberi makan secara langsung kepada ribuan ikan yang berkembang biak dengan subur. Kawasan konservasi perairan ini dikelola dan dijaga kelestariannya oleh Kelompok Pengawas Masyarakat (POKWASMAS) Kedung Nyana Desa Darmakradenan. Melalui interaksi langsung dengan ekosistem perairan tersebut, para siswa diajarkan untuk memahami bagaimana keseimbangan alam terjaga berkat peran aktif komunitas masyarakat lokal. Kegiatan interaktif ini terbukti berhasil memancing ketertarikan anak-anak terhadap dunia biota air serta menanamkan rasa kepekaan lingkungan agar tidak merusak ekosistem sungai.
Selama jalannya seluruh rangkaian kegiatan outdoor tersebut, para peserta didik mendapat pendampingan secara intensif dari para guru, salah satunya dipandu oleh Bapak Imam Mukhilisin, S.Pd.SD., selaku guru kelas. Dalam pengarahannya di lapangan, beliau menyampaikan informasi bahwa keterlibatan anak-anak secara langsung di alam terbuka akan memberikan dampak ingatan jangka panjang yang lebih efektif dibandingkan hanya mendengarkan teori di dalam ruang kelas. Beliau menegaskan bahwa kata kelestarian tidak boleh sekadar menjadi jargon hafalan mata pelajaran, melainkan harus dipahami sebagai wujud komitmen nyata yang dilaksanakan melalui tindakan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan perairan dan merawat kearifan budaya daerah. Menurutnya, pemahaman mengenai nilai-nilai luhur dan kekayaan lokal ini adalah modal dasar agar anak-anak tidak kehilangan akar budayanya di masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala SD Negeri 1 Darmakradenan, Ibu Jumiati, S.Pd.SD., M.Pd., menyampaikan pandangannya secara langsung mengenai filosofi di balik penyelenggaraan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini. Beliau menekankan pentingnya mengubah wujud perayaan hari besar anak menjadi momentum edukasi terpadu yang kaya akan makna.
"Melalui kegiatan peringatan Hari Anak Nasional ini, kami berharap anak-anak bukan hanya bergembira meluapkan kebahagiaannya, tetapi juga semakin mencintai lingkungan hidup, menghargai budaya lokal yang ada di sekitarnya, serta memiliki rasa bangga yang mendalam terhadap potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Darmakradenan," tegas Ibu Jumiati saat memberikan keterangannya di lokasi acara.
Lebih lanjut, Ibu Jumiati, S.Pd.SD., M.Pd., menambahkan bahwa integrasi antara kurikulum pembelajaran dan lingkungan sekitar merupakan strategi mendidik yang sangat krusial di era saat ini.
"Sekolah kami berkomitmen untuk membuktikan bahwa proses belajar mengajar tidak boleh terisolasi di dalam empat dinding ruang kelas saja. Alam terbuka, nilai kebudayaan lokal, serta ekosistem di Desa Darmakradenan ini adalah ruang laboratorium belajar sejati yang sangat berharga. Melalui pendekatan langsung seperti ini, kami dapat menanamkan nilai-nilai karakter, rasa kebersamaan, empati terhadap lingkungan, dan rasa cinta tanah air kepada anak-anak sejak usia dini secara alami dan menyenangkan," pungkas beliau dengan penuh optimisme.
Melalui keberhasilan penyelenggaraan acara peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini, SD Negeri 1 Darmakradenan telah menunjukkan peran strategis lembaga pendidikan dasar dalam menyinergikan pendidikan akademik dengan kearifan lokal. Pembelajaran kontekstual yang memanfaatkan objek wisata Kedung Iyom serta pelestarian suaka perikanan Pokwasmas Kedung Nyana tidak hanya memberikan keceriaan pada perayaan hari anak, tetapi juga meletakkan batu pertama dalam pembentukan karakter siswa yang berwawasan lingkungan dan berakar kuat pada nilai kebudayaan bangsa.


Posting Komentar