Pelantikan dilakukan oleh Camat Kemranjen selaku Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka Kemranjen, Ika Suprihatin. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur pembinaan Gerakan Pramuka di tingkat gugus depan dan desa.
Keberadaan Mabigus dan Mabisa memiliki posisi penting dalam mendukung keberlangsungan pembinaan kepramukaan. Mabigus berperan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan kepramukaan di gugus depan, sedangkan Mabisa menjadi bagian dari penguatan pembinaan Gerakan Pramuka di tingkat desa.
Dengan pelantikan tersebut, para Mabigus dan Mabisa diharapkan tidak hanya memahami kedudukan dan tanggung jawab secara organisatoris, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan pembinaan Pramuka yang dinamis.
Camat Kemranjen Ika Suprihatin menegaskan bahwa pelantikan bukan merupakan akhir dari sebuah proses. Menurutnya, pengucapan ikrar dan pengukuhan jabatan justru menjadi awal bagi para Mabigus dan Mabisa untuk menjalankan tanggung jawab dalam mendukung pembinaan kepramukaan di wilayah masing-masing.
“Tak berhenti pada seremoni, pelantikan Mabigus dan Mabisa ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran pembinaan Gerakan Pramuka di masing-masing gugus depan. Keberadaan Mabigus dan Mabisa saya harapkan mampu memberikan dukungan, arahan serta penguatan terhadap penyelenggaraan kegiatan kepramukaan di satuan pendidikan,” kata Ika.
Ia menilai keberadaan pembina yang memiliki dukungan kelembagaan akan membantu gugus depan dalam menyusun dan melaksanakan program kepramukaan secara lebih terarah. Dukungan tersebut dibutuhkan agar kegiatan Pramuka tidak hanya berjalan sebagai aktivitas rutin, tetapi mampu memberikan pengalaman pendidikan yang relevan bagi peserta didik.
Menurut Ika, pembinaan Pramuka memiliki peran strategis dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kemandirian, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat dikembangkan melalui kegiatan kepramukaan yang dirancang secara menarik dan edukatif.
Karena itu, para Mabigus dan Mabisa diharapkan mampu menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya kegiatan kepramukaan di lingkungan masing-masing. Peran mereka tidak hanya berkaitan dengan dukungan administratif, tetapi juga bagaimana memastikan program pembinaan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat bagi peserta didik.
Capacity Building Perkuat Kompetensi
Usai pelantikan, Kwarran Kemranjen melanjutkan kegiatan dengan capacity building bagi para Mabigus dan Mabisa. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas sekaligus pembekalan agar para pengurus yang baru dilantik memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tugas dan tanggung jawabnya.
Ika Suprihatin memberikan apresiasi terhadap langkah Kwarran Kemranjen yang menyandingkan pelantikan dengan kegiatan peningkatan kapasitas. Menurutnya, pembekalan semacam itu diperlukan agar para Mabigus dan Mabisa tidak hanya mengetahui tugas secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjalankannya dalam konteks pembinaan gugus depan.
“Kegiatan capacity building ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” lanjut Ika.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperkuat pemahaman mengenai kepemimpinan dan peran strategis majelis pembimbing dalam mendukung kegiatan kepramukaan.
Kegiatan capacity building juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan persepsi antara Mabigus, Mabisa, dan jajaran Kwarran. Kesamaan pemahaman dinilai penting agar pembinaan Gerakan Pramuka dapat berjalan secara terkoordinasi dan memiliki arah yang jelas.
Mabigus dan Mabisa Didorong Lebih Aktif
Ketua Kwarran Kemranjen, Maskuri, mengatakan capacity building sengaja ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pelantikan. Langkah tersebut dilakukan agar para Mabigus dan Mabisa memperoleh bekal yang cukup dalam menjalankan perannya setelah dikukuhkan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Cabang (Pusdiklatcab) Banyumas, Yusup Supriyadi, bersama pelatih Didit Arifin Ardiyanto sebagai narasumber dan pemateri.
Menurut Maskuri, keberadaan narasumber dari unsur pendidikan dan pelatihan kepramukaan diharapkan dapat memberikan perspektif sekaligus pemahaman yang lebih luas kepada para peserta mengenai peran kepemimpinan dalam pembinaan gugus depan.
“Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan kepemimpinan Mabigus dan Mabisa, sehingga mampu menjalankan peran secara lebih efektif dalam mengembangkan gugus depan,” ujar Maskuri.
Ia menjelaskan bahwa Mabigus dan Mabisa tidak cukup hanya memahami tugas administratif dan organisatoris. Lebih jauh, keduanya perlu mampu menjadi bagian dari gerakan yang mendorong terciptanya kegiatan kepramukaan yang aktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Gugus depan sebagai ujung tombak pembinaan peserta didik membutuhkan dukungan berbagai pihak agar mampu menjalankan program secara optimal. Dalam hal tersebut, Mabigus memiliki posisi strategis dalam lingkungan satuan pendidikan, sementara Mabisa dapat memperkuat dukungan pembinaan di tingkat desa.
Maskuri menilai kolaborasi antara pengelola gugus depan, satuan pendidikan, pemerintah desa, serta Kwarran akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan Gerakan Pramuka di Kecamatan Kemranjen.
“Capacity building ini menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi dan kepemimpinan Mabigus dan Mabisa, sehingga mampu mewujudkan gugus depan yang aktif, mandiri dan berprestasi,” lanjutnya.
Bukan Sekadar Administrasi Organisasi
Pelantikan puluhan Mabigus dan Mabisa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan kepramukaan membutuhkan keterlibatan aktif berbagai unsur. Tugas majelis pembimbing tidak semestinya berhenti pada aspek administratif maupun kehadiran dalam kegiatan tertentu.
Dukungan terhadap gugus depan perlu diwujudkan melalui perhatian terhadap program, fasilitasi kegiatan, penguatan koordinasi, serta dorongan agar pembinaan peserta didik dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kegiatan Pramuka sendiri memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan potensi peserta didik. Pembelajaran melalui kegiatan di alam terbuka, permainan edukatif, keterampilan, kerja kelompok, kegiatan sosial, maupun aktivitas kepemimpinan dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter sekaligus meningkatkan kecakapan peserta didik.
Karena itu, gugus depan dituntut mampu menghadirkan kegiatan yang menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kreativitas dalam menyusun program menjadi penting agar Pramuka tetap diminati generasi muda dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan karakter.
Dalam konteks tersebut, keberadaan Mabigus dan Mabisa yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap pembinaan menjadi salah satu faktor pendukung. Mereka diharapkan mampu memberikan arahan sekaligus menciptakan dukungan yang diperlukan agar pembina dan peserta didik dapat mengembangkan program kepramukaan secara optimal.
Target Pembinaan Semakin Kuat
Dengan dilantiknya 72 Mabigus dan 15 Mabisa, Kwarran Kemranjen berharap pembinaan Gerakan Pramuka di wilayah tersebut semakin terstruktur dan kuat. Pelantikan sekaligus capacity building menjadi langkah awal untuk membangun kesamaan visi dalam mengembangkan gugus depan.
Maskuri berharap para Mabigus dan Mabisa yang telah dilantik dapat segera mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan tersebut. Ia juga berharap pembinaan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dilanjutkan melalui program nyata di gugus depan dan desa masing-masing.
Ke depan, gugus depan di Kecamatan Kemranjen diharapkan mampu menghadirkan kegiatan kepramukaan yang lebih aktif, kreatif, edukatif, dan berdampak terhadap perkembangan peserta didik.
Pembinaan yang kuat pada akhirnya bukan hanya menghasilkan gugus depan yang aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap pembentukan generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu bekerja sama dengan orang lain.
Pelantikan Mabigus dan Mabisa pada akhirnya bukan sekadar pergantian atau pengukuhan struktur organisasi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk memastikan pendidikan kepramukaan terus bergerak dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik serta masyarakat.
Dengan dukungan Mabigus, Mabisa, pembina, satuan pendidikan, pemerintah desa, dan jajaran Kwarran, Gerakan Pramuka di Kecamatan Kemranjen diharapkan semakin mampu berkembang sebagai ruang pendidikan karakter yang aktif, mandiri, inovatif, dan berprestasi.
(Kontributor: Kak Parsito)

Posting Komentar