CILONGOK, 14 Agustus 2026 - Semangat pengabdian Gerakan Pramuka kembali diwujudkan secara nyata melalui Bulan Bakti Pramuka Kwartir Ranting Cilongok Tahun 2026. Melalui program Pramuka Peduli, Kwartir Ranting (Kwarran) Cilongok menggelar aksi sosial di kompleks Lapangan Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jumat (14/8/2026), dengan menghadirkan bantuan kacamata dan sepatu sekolah gratis, khitanan massal, serta cek kesehatan gratis bagi pembina.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka tidak berhenti pada aktivitas latihan, perkemahan, maupun keterampilan kepanduan. Lebih jauh, nilai-nilai kepramukaan diwujudkan melalui aksi kepedulian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya peserta didik di wilayah Kecamatan Cilongok. Kehadiran Pramuka Peduli sekaligus memperkuat semangat pengabdian dan gotong royong sebagai bagian dari pendidikan karakter generasi muda.
Dalam aksi sosial tersebut, sebanyak 32 peserta didik jenjang SMP/MTs, SMA/MA, dan PKBM menerima kacamata gratis, sementara 58 peserta didik SD/MI mendapatkan bantuan sepatu sekolah secara cuma-cuma. Selain itu, 9 anak mengikuti khitanan massal gratis, sedangkan para pembina memperoleh fasilitas Cek Kesehatan Gratis (CKG). Rangkaian layanan sosial tersebut dilaksanakan secara terpadu dengan suasana tertib, hangat, dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi bagian penting dari proses pendidikan kepramukaan. Bantuan kacamata diharapkan dapat membantu peserta didik yang mengalami kendala penglihatan agar lebih nyaman mengikuti pembelajaran. Sementara itu, bantuan sepatu sekolah menjadi dukungan nyata terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak. Khitanan massal melengkapi aksi kepedulian tersebut melalui pelayanan sosial di bidang kesehatan.
Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Cilongok, Susanti, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter kuat, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata agar keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pramuka harus mampu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Nilai-nilai yang diajarkan dalam kepramukaan jangan hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian, gotong royong, dan kegiatan sosial,” ujar Susanti dalam sambutannya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Bulan Bakti Pramuka yang digagas melalui Pramuka Peduli Kwarran Cilongok. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bahwa pendidikan kepramukaan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Semangat Tri Satya dan Dasa Darma, khususnya nilai rela menolong, rajin, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama, dapat diwujudkan melalui kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta didik dari berbagai satuan pendidikan di Kecamatan Cilongok mengikuti rangkaian layanan sosial dengan tertib. Para pembina dan unsur terkait turut mendampingi kegiatan sehingga seluruh proses berjalan lancar. Kebersamaan yang tercipta menjadi gambaran bahwa semangat Pramuka bukan hanya tentang hubungan antara pembina dan peserta didik, tetapi juga tentang membangun kepedulian yang lebih luas di tengah masyarakat.
Melalui Bulan Bakti Pramuka 2026, Kwarran Cilongok berharap semangat Pramuka untuk Masyarakat semakin tumbuh dan menjadi gerakan yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada para penerima bantuan, tetapi juga menanamkan inspirasi kepada generasi muda bahwa sekecil apa pun bentuk kepedulian, akan memiliki arti ketika dilakukan dengan keikhlasan dan semangat gotong royong.
Pada akhirnya, aksi Pramuka Peduli Kwarran Cilongok menegaskan satu pesan kuat: Pramuka bukan sekadar seragam, sandi, baris-berbaris, atau kegiatan perkemahan. Pramuka adalah tentang karakter, kepedulian, pengabdian, dan keberanian untuk hadir ketika sesama membutuhkan. Dari Lapangan Desa Panembangan, semangat itu kembali dinyalakan bahwa menjadi Pramuka berarti belajar untuk berguna, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kontributor: Laela Isna Maziatun
Posting Komentar