Dari Jembatan Garuda Menuju Kemandirian Desa, Warga Dermaji Kini Punya Akses Baru

Dermaji, Info BanyumasHarapan warga Sirongge, Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, untuk memiliki akses penghubung yang lebih aman dan memadai akhirnya terwujud. Jembatan beton di RT 04 RW 04 Sirongge resmi diresmikan pada Kamis, 13 Agustus 2026, dalam rangkaian peluncuran program pembangunan 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Peresmian jembatan tersebut berlangsung secara virtual melalui konferensi video mulai pukul 10.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Momentum tersebut menjadi bagian dari agenda nasional yang menandai hadirnya pembangunan infrastruktur dasar di berbagai wilayah, termasuk kawasan perdesaan yang selama ini membutuhkan peningkatan akses transportasi dan konektivitas masyarakat.


Di Desa Dermaji, khususnya wilayah Sirongge, peresmian jembatan berlangsung dengan suasana penuh antusias. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) Lumbir hadir secara langsung, di antaranya Camat Lumbir, Danramil Lumbir, dan Kapolsek Lumbir. Pemerintah Desa Dermaji, tokoh masyarakat, serta warga setempat turut mengikuti jalannya kegiatan dari lokasi jembatan.


Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur desa tidak hanya menjadi perhatian pemerintah pusat, tetapi juga mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat sebagai penerima manfaat. Sejumlah mahasiswa KKN dari Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) yang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Dermaji juga turut hadir menyaksikan momentum peresmian tersebut.


Jembatan beton yang berada di Sirongge memiliki arti penting bagi aktivitas masyarakat. Keberadaannya tidak sekadar menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Mobilitas masyarakat, kegiatan ekonomi, hingga akses menuju berbagai fasilitas menjadi lebih terbantu dengan adanya jembatan tersebut.


Ketua RT setempat, Rismo, mengatakan pembangunan jembatan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Menurutnya, sebelum adanya jembatan yang memadai, akses warga dalam melakukan aktivitas transportasi dan kegiatan ekonomi menghadapi berbagai keterbatasan.


“Kegiatan pembangunan jembatan ini jelas sekali memberikan manfaat yang luar biasa. Karena membuka akses dan memudahkan kami, baik dalam kegiatan transportasi maupun memperlancar kegiatan ekonomi kami,” ujar Rismo.


Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat terus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Infrastruktur yang telah dibangun, menurutnya, merupakan aset bersama yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang apabila dirawat dan digunakan secara bertanggung jawab.



Sementara itu, Danramil Lumbir Soebandi yang hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya pembangunan hingga tahap peresmian. Ia menilai kelancaran proses pembangunan menjadi bukti adanya sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.


“Alhamdulillah, kegiatan dari awal pembangunan sampai saat ini, kegiatan peresmian berjalan lancar. Ini bukti bahwa negara benar-benar hadir secara langsung untuk rakyat,” kata Soebandi.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti jembatan memiliki peran strategis dalam mendukung kehidupan masyarakat di tingkat desa. Selain memperkuat konektivitas, keberadaan akses yang baik juga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas sosial dan perekonomian warga.


Peresmian di Desa Dermaji berlangsung bersamaan dengan peluncuran program secara nasional. Melalui sambungan virtual, Presiden Prabowo Subianto berkomunikasi dengan sejumlah penerima manfaat di berbagai daerah. Komunikasi tersebut menjangkau masyarakat dari sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Manokwari.


Momentum tersebut memperlihatkan bagaimana pembangunan infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah dapat dihubungkan dalam satu agenda nasional. Bagi masyarakat di daerah, pembangunan fasilitas dasar seperti jembatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan dan memperluas akses terhadap berbagai kegiatan produktif.


Camat Lumbir, Mikesti, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat perlu mendapatkan dukungan dan dijaga keberlanjutannya.


“Kami menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan dan peresmian jembatan ini. Semoga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Mikesti.



Peresmian Jembatan Garuda di Sirongge juga menjadi momentum yang memperkuat semangat gotong royong masyarakat. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan secara virtual, warga bersama unsur pemerintah dan tamu undangan melanjutkan kegiatan dengan makan bersama. Menariknya, hidangan yang disajikan menggunakan menu berbasis kearifan lokal masyarakat setempat.


Kegiatan makan bersama tersebut bukan sekadar penutup acara, melainkan menjadi bagian dari tradisi kebersamaan yang masih kuat di tengah masyarakat Desa Dermaji. Warga berbaur dengan para tamu dan unsur pemerintahan dalam suasana sederhana, hangat, serta penuh kekeluargaan.


Gotong royong yang terlihat dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Infrastruktur yang telah selesai dibangun membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkannya secara optimal.


Bagi warga Sirongge, jembatan tersebut kini menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Akses yang semakin mudah diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas warga dan kegiatan ekonomi yang sebelumnya menghadapi berbagai kendala.


Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Dermaji sekaligus menjadi contoh bahwa pembangunan infrastruktur dasar memiliki dampak yang luas ketika diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Jembatan yang secara fisik menjadi penghubung dua sisi wilayah, pada saat yang sama juga menjadi penghubung aktivitas sosial, ekonomi, dan kehidupan masyarakat.


Peresmian tersebut akhirnya bukan hanya menjadi seremoni pembangunan sebuah jembatan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi simbol hadirnya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah perdesaan. Dari Sirongge, Desa Dermaji, pembangunan diharapkan terus memberikan manfaat nyata, memperkuat konektivitas, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.


Dengan telah diresmikannya jembatan tersebut, warga kini memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keberadaannya. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus berkolaborasi agar infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.


Kontributor:  Teguh Sulistyono

Editor: Suripto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama