Sampah Tak Lagi Jadi Masalah! KKN 024 UIN Saizu Sulap Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair ( POC ) di Watuagung

 


WATUAGUNG - Sampah rumah tangga yang selama ini kerap dianggap sebagai persoalan lingkungan mulai dilirik sebagai sumber daya yang bernilai oleh warga Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Melalui kegiatan edukasi pengelolaan sampah dan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), Mahasiswa KKN 024 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) mengajak masyarakat mengubah limbah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus membantu mengurangi timbunan sampah rumah tangga. Kegiatan berlangsung Senin (10/8/2026) di rumah Ibu Nunung, RT 04/RW 01, Desa Watuagung.


Pelatihan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang mayoritas merupakan ibu-ibu PKK RW 01. Dari jumlah tersebut, 30 peserta merupakan perwakilan dari setiap RT, sementara 20 peserta lainnya berasal dari warga dan pengurus PKK RT 04. Kegiatan dirancang tidak sekadar memberikan pemahaman mengenai sampah, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan praktis untuk mengolah limbah organik menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan pendekatan praktik langsung, peserta diajak melihat bahwa sampah organik masih memiliki manfaat apabila dikelola secara tepat.


Mahasiswa KKN 024 UIN Saizu terlebih dahulu memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah organik sebagai bahan dasar pembuatan POC. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk secara langsung bersama peserta. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tampak menyimak setiap tahapan yang diberikan mahasiswa, sekaligus menunjukkan ketertarikan untuk mencoba kembali proses pembuatan POC secara mandiri di rumah. Bagi masyarakat, keterampilan tersebut dinilai praktis karena memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.


Ketua PKK RT 04, Ibu Nunung, menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan wawasan baru kepada ibu-ibu PKK mengenai berbagai jenis pupuk sekaligus cara pengolahannya. Pengetahuan tersebut dinilai dapat membantu masyarakat dalam merawat tanaman di lingkungan rumah dengan memanfaatkan bahan yang relatif mudah diperoleh. 


“Alhamdulillah, kami dari PKK RT 04 jadi lebih tahu lagi aneka macam pupuk, dan pengolahannya sangat mudah dipahami dan bahannya mudah dicari di sekitar kita,” ujar Ibu Nunung.


Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada satu kali pelatihan. Menurutnya, keberlanjutan edukasi dan keterampilan akan semakin mendorong kemandirian masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan rumah. 


“Semoga ke depannya ada pelatihan lagi, jadi ibu-ibu semakin mandiri dan tanaman di rumah makin subur,” harapnya. 


Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelatihan POC tidak hanya dipandang sebagai kegiatan KKN, tetapi juga sebagai pengetahuan yang berpotensi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Sementara itu, Saifudin selaku Ketua Pelaksana berharap kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi mahasiswa sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai pengetahuan yang diperoleh selama pelaksanaan kegiatan dapat terus dikembangkan dan dibagikan kepada lingkungan sekitar. 


“Harapan saya sebagai ketua pelaksana dari kegiatan pelatihan pembuatan POC ini adalah bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Saya berharap ilmu yang saya dapatkan bisa diterapkan di rumah dan dibagikan kepada masyarakat,” ungkapnya. 


Ia juga berharap POC yang dihasilkan dapat membantu menyuburkan tanaman, mengurangi limbah organik, serta menjadi alternatif pupuk yang murah dan ramah lingkungan.


Pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi KKN 024 UIN Saizu dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengetahuan dan keterampilan sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri. Pemanfaatan limbah organik menjadi POC membuka peluang bagi warga untuk mengurangi sampah dari sumbernya sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi tanaman. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari rumah. Dari Watuagung, langkah sederhana itu dimulai: ketika sampah tidak lagi dipandang sebagai akhir, tetapi diubah menjadi awal bagi lingkungan yang lebih bersih, tanaman yang lebih subur, dan masyarakat yang semakin mandiri.


Kontributor: Ulli Nikmah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama