Semarak Hari Pramuka ke-65, SDN 2 Dukuhwaluh Padukan PERSARI, Pendidikan Karakter dan Aksi Peduli Lingkungan


Dukuhwaluh, Info Banyumas. Peringatan Hari Pramuka ke-65 di SD Negeri 2 Dukuhwaluh berlangsung semarak dengan rangkaian kegiatan yang memadukan pendidikan karakter, keterampilan kepramukaan, nilai keagamaan, kepedulian lingkungan, hingga semangat ketahanan pangan. Seluruh anggota Pramuka dari golongan Siaga dan Penggalang bersama para pembina mengikuti kegiatan dengan antusias, menjadikan momentum peringatan Hari Pramuka tidak sekadar seremoni, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran karakter melalui pengalaman langsung.


Rangkaian kegiatan dipusatkan di pangkalan SD Negeri 2 Dukuhwaluh. Kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 yang diikuti seluruh anggota Pramuka, mulai dari golongan Siaga hingga Penggalang, bersama jajaran pembina. Upacara berlangsung tertib dan penuh semangat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan Gerakan Pramuka sekaligus momentum untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Darma.


Setelah upacara selesai, suasana semakin meriah dengan penampilan pasukan drumband Gita Dewa Satria bersama tim mayoret dan semaphore. Pertunjukan tersebut dipimpin oleh pelatih Kak Wiwin Kurniawati, S.Pd. Penampilan drumband menjadi hiburan sekaligus memberikan energi positif bagi peserta, khususnya adik-adik kelas 1 hingga kelas 4 yang turut mengikuti rangkaian kegiatan.


Atraksi drumband, mayoret, dan semaphore juga memberikan warna tersendiri dalam peringatan Hari Pramuka. Keterampilan, kekompakan, kedisiplinan, dan keberanian yang ditampilkan para peserta menjadi gambaran bahwa kegiatan kepramukaan dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan karakter.


Usai upacara dan pertunjukan, kegiatan dilanjutkan dengan PERSARI atau Perkemahan Satu Hari. Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota Pramuka dengan pola pembelajaran yang disesuaikan berdasarkan golongan. Pembagian kegiatan tersebut dilakukan agar materi dan pengalaman yang diterima peserta sesuai dengan usia serta tingkat perkembangan masing-masing.


Peserta golongan Siaga mengikuti kegiatan dengan sistem pembagian taman. Setiap taman dirancang sebagai ruang belajar sekaligus sarana mempersiapkan peserta menghadapi Syarat Kecakapan Umum (SKU). Model pembelajaran tersebut membuat proses pengenalan materi kepramukaan menjadi lebih menarik karena peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga terlibat secara langsung dalam permainan dan aktivitas yang telah disiapkan pembina.



Sejumlah materi diberikan melalui beberapa taman, di antaranya Taman Permainan, Taman Ketaqwaan, Taman Kompas, dan Taman Jam. Setiap taman memiliki karakteristik dan tujuan pembelajaran masing-masing. Peserta diajak belajar sambil bermain sehingga materi kepramukaan dapat diterima dengan cara yang lebih menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak usia Siaga.


Sementara itu, kegiatan untuk golongan Penggalang diarahkan pada pembelajaran yang lebih menekankan kepedulian terhadap lingkungan serta ketahanan pangan. Para peserta mendapatkan sosialisasi mengenai pemanfaatan sampah plastik dan barang bekas, salah satunya berupa galon bekas, agar tidak hanya menjadi limbah tetapi dapat dimanfaatkan kembali sebagai media tanam.


Pembelajaran tersebut kemudian dipraktikkan melalui kegiatan penanaman pohon cabai di lingkungan sekolah. Peserta didik diajak secara langsung menyiapkan media tanam, menanam, serta memahami pentingnya merawat tanaman. Kegiatan sederhana tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan konsep ketahanan pangan sejak lingkungan sekolah.


Penanaman cabai dipilih sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap semangat Hari Pramuka tahun ini yang mengangkat tema swasembada pangan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diberikan pemahaman bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan sekolah maupun rumah.


Kepala SD Negeri 2 Dukuhwaluh sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus), Siti Suswati, S.Pd., mengatakan bahwa rangkaian kegiatan Hari Pramuka dirancang agar peserta memperoleh pengalaman yang berkaitan langsung dengan penerapan nilai-nilai Dasa Darma.


Menurutnya, kegiatan kepramukaan tidak semestinya berhenti pada penguasaan teori maupun kegiatan berkemah. Nilai yang terkandung dalam Dasa Darma perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


“Pada siang hari, adik-adik melakukan pengamalan Dasa Darma pertama dan kedua. Dasa Darma pertama diwujudkan melalui salat Jumat berjamaah, sedangkan Dasa Darma kedua diwujudkan melalui penanaman pohon cabai dan bakti sosial kepada warga sekitar sekolah yang membutuhkan,” ujar Siti Suswati.



Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan memadukan aspek keagamaan, sosial, lingkungan, dan keterampilan. Dengan demikian, peserta didik dapat memahami bahwa nilai-nilai kepramukaan memiliki hubungan erat dengan kehidupan sehari-hari.


“Hal ini dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai Dasa Darma sejak dini, sehingga adik-adik tidak hanya mengetahui, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.


Menurut Siti Suswati, pembentukan karakter membutuhkan proses pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, kegiatan Pramuka menjadi salah satu wadah strategis untuk memberikan pengalaman kepada peserta didik agar mereka terbiasa bersikap disiplin, bertanggung jawab, mandiri, peduli, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.


Kegiatan bakti sosial kepada warga sekitar sekolah yang membutuhkan juga menjadi bagian penting dari rangkaian tersebut. Melalui kegiatan itu, peserta didik diajak memahami makna kepedulian sosial sekaligus belajar berbagi dengan masyarakat di sekitar mereka.



Rangkaian kegiatan Hari Pramuka ke-65 di SD Negeri 2 Dukuhwaluh akhirnya menjadi perpaduan antara kegiatan seremonial dan pembelajaran kontekstual. Peserta tidak hanya diajak memperingati Hari Pramuka, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenai kehidupan beragama, permainan edukatif, keterampilan kepramukaan, kepedulian sosial, pengelolaan barang bekas, serta pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan.


Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menjadikan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Melalui kegiatan yang dikemas secara aktif dan kreatif, nilai-nilai Dasa Darma diharapkan tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi tumbuh menjadi sikap dan kebiasaan.


Dari pangkalan SD Negeri 2 Dukuhwaluh, semangat Hari Pramuka ke-65 pun digaungkan melalui aksi nyata. Belajar, bermain, beribadah, berbagi, menjaga lingkungan, dan menanam untuk masa depan menjadi rangkaian pesan yang menyatu dalam kegiatan tersebut. Sebuah langkah sederhana untuk menyiapkan generasi Pramuka yang tidak hanya terampil, tetapi juga berkarakter, peduli, mandiri, dan siap memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya


Kontributor: Fatih Nurijeki

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama