Tangis Haru di Balik Perjuangan Panjang, Milad PAUD Aisyiyah ke-107 dan TK ABA 02 Sirau ke-22 Teguhkan Komitmen Cetak Generasi Berkemajuan

 





SIRAU, KEMRANJEN - Suasana khidmat dan haru mewarnai peringatan Milad PAUD Aisyiyah ke-107 sekaligus Milad TK ABA 02 Sirau ke-22 yang digelar di halaman TK ABA 02 Sirau, Kecamatan Kemranjen. Dikemas dalam bentuk apel peringatan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang lembaga pendidikan anak usia dini, tetapi juga menjadi ruang untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh keluarga besar Aisyiyah dalam menghadirkan pendidikan yang berlandaskan adab, nilai-nilai agama, dan semangat kemajuan. Mengusung tema “Memperkokoh Organisasi Profesi, Melejitkan PAUD Aisyiyah untuk Generasi Berkemajuan”, kegiatan dihadiri jajaran Pengurus PCA Kemranjen, BPH Al-Ijtihad, komite sekolah, wali murid, pewakif, tokoh masyarakat, serta perwakilan civitas akademika MI, MTs, dan PPMTQ Al-Ijtihad. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran kuatnya dukungan masyarakat terhadap keberlangsungan pendidikan anak usia dini di lingkungan Aisyiyah Sirau.


Rangkaian apel berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Salah satu daya tarik utama hadir dari penampilan para siswa TK ABA 02 Sirau yang dipercaya menjadi petugas dalam upacara. Meski masih berusia dini, mereka mampu menjalankan tugas dengan penuh keberanian dan percaya diri. Nizam tampil sebagai komandan apel dengan suara yang tegas dan lantang, sementara Yasmin dan Falin menjalankan tugas sebagai pembawa acara dengan suara lembut khas anak-anak. Nuansa semakin sakral ketika Zea memimpin lagu Indonesia Raya dan Mars TK Aisyiyah sebagai dirijen. Penampilan anak-anak tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari para tamu undangan. Keberanian mereka tampil di hadapan orang banyak sekaligus menjadi gambaran proses pendidikan karakter yang ditanamkan sejak usia dini melalui kegiatan sekolah.


“Anak-anak kami mungkin masih kecil, tetapi hari ini mereka menunjukkan bahwa keberanian, kedisiplinan, dan tanggung jawab dapat tumbuh sejak dini. Penampilan mereka menjadi kebanggaan bagi kami semua dan membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter,” demikian pesan yang tercermin dari pelaksanaan apel dan penampilan para siswa TK ABA 02 Sirau. 


Kemeriahan tersebut tidak menghilangkan suasana reflektif yang menjadi bagian penting dari peringatan milad. Justru, penampilan anak-anak menjadi simbol kesinambungan perjuangan pendidikan yang telah dirintis oleh generasi sebelumnya dan kini diteruskan oleh generasi yang sedang tumbuh.


Suasana haru semakin terasa ketika Bu Elya Fitri Ma'rifah membacakan sejarah berdirinya TK ABA 02 Sirau. Kisah perjalanan lembaga tersebut mengingatkan kembali para hadirin terhadap perjuangan panjang para tokoh pendiri dalam membangun pendidikan anak usia dini di Sirau. Di tengah pembacaan sejarah, Bu Elya sempat menghentikan bacaannya karena tidak mampu menahan air mata ketika mengenang perjuangan para pendiri, termasuk mereka yang kini telah berpulang ke Rahmatullah. Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah lembaga yang saat ini telah mengalami perkembangan cukup pesat. TK ABA 02 Sirau kini telah memiliki tanah dan gedung sendiri, bahkan dilengkapi fasilitas kolam renang sebagai salah satu sarana penunjang kegiatan peserta didik. Perkembangan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa perjuangan yang dilakukan para pendahulu terus memberikan hasil bagi generasi berikutnya.


“Perjalanan TK ABA 02 Sirau tidak lahir dengan mudah. Ada perjuangan, pengorbanan, dan doa dari banyak orang yang harus kita kenang. Apa yang kita lihat hari ini berupa tanah, gedung, dan berbagai fasilitas merupakan hasil dari perjuangan panjang para pendiri, pewakif, pengurus, guru, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan,” pesan yang mengemuka dalam refleksi sejarah tersebut. 


Rasa haru kemudian bertransformasi menjadi rasa syukur karena lembaga yang dahulu dirintis dengan berbagai keterbatasan kini mampu berkembang dan memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak. Momentum milad pun menjadi pengingat agar kemajuan tersebut tidak membuat keluarga besar TK ABA 02 Sirau melupakan akar sejarah serta nilai perjuangan yang telah menjadi fondasinya.


Dalam amanatnya kepada para guru, Ketua PCA Kemranjen, Ibu Supartini, menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan dalam persyarikatan Aisyiyah. Ia mengingatkan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi masa depan. Penanaman adab, nilai-nilai agama, kedisiplinan, dan kebiasaan baik sejak usia dini dinilai menjadi fondasi penting agar anak-anak tumbuh sebagai generasi yang memiliki akhlak mulia sekaligus mampu menghadapi perkembangan zaman. Pesan tersebut sejalan dengan tema milad yang menempatkan kemajuan pendidikan PAUD sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang unggul tanpa kehilangan identitas keislaman.


“Semangat berjuang di persyarikatan Aisyiyah harus terus dijaga. Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi yang sangat penting karena dari sinilah adab, nilai agama, dan karakter mulai ditanamkan. Mari terus berjuang memberikan pendidikan terbaik agar anak-anak tumbuh menjadi generasi berkemajuan, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” pesan Ibu Supartini kepada keluarga besar TK ABA 02 Sirau. 


Amanat tersebut menjadi peneguhan bahwa perjalanan lembaga pendidikan bukan hanya mengejar perkembangan fasilitas, tetapi juga memastikan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu tetap hidup dalam proses pembelajaran. Peringatan milad akhirnya menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan masa lalu sekaligus menatap masa depan dengan optimisme.


Rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Ustadz Tukiran selaku perwakilan komite sekolah. Doa tersebut menjadi penutup penuh makna bagi seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus bentuk penghormatan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap perjalanan TK ABA 02 Sirau. Mulai dari para pendiri, pengurus, pewakif, tim pencari dana, pekerja bangunan, hingga para guru yang terus mengabdikan diri mendidik anak-anak. Peringatan Milad PAUD Aisyiyah ke-107 dan TK ABA 02 Sirau ke-22 pun meninggalkan pesan bahwa sebuah lembaga pendidikan dapat tumbuh karena adanya kebersamaan, perjuangan, pengorbanan, dan kepedulian yang diwariskan lintas generasi.


“Semoga seluruh perjuangan para pendiri, pewakif, pengurus, guru, dan semua pihak yang telah berkontribusi menjadi amal kebaikan yang terus mengalir. Semoga TK ABA 02 Sirau semakin maju, diberi keberkahan, dan terus melahirkan generasi berkemajuan yang membanggakan agama, masyarakat, dan bangsa,” doa yang menjadi penutup kegiatan tersebut. Milad ke-22 TK ABA 02 Sirau sekaligus menjadi penanda bahwa perjalanan pendidikan masih panjang. Dari halaman sekolah yang dipenuhi suara anak-anak hingga kenangan perjuangan para pendahulu, semuanya berpadu menjadi satu pesan: pendidikan yang kuat lahir dari perjuangan yang tulus, dan generasi berkemajuan tumbuh dari nilai-nilai baik yang diwariskan dengan penuh keteladanan.


Kontributor: Armiyati

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama