PURWOKERTO SELATAN - Inovasi pembelajaran Al-Qur’an terus didorong melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan masyarakat. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu Purwokerto menggelar Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Ekoteologi bagi guru TPQ di wilayah Purwokerto Selatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung pada Minggu (6/9/2026) di Majlis Ta’lim Al Birru, Kelurahan Teluk, Purwokerto Selatan. Pelatihan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan pendidik TPQ dalam menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang lebih menarik sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Program pelatihan dirancang untuk merespons kebutuhan guru TPQ dalam mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga membangun karakter santri. Konsep ekoteologi menjadi salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut dengan menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kesadaran menjaga alam. Melalui media interaktif, materi tentang Al-Qur’an dan lingkungan diharapkan dapat disampaikan secara lebih mudah dipahami oleh santri. Pendekatan ini juga membuka peluang bagi guru untuk mengemas pembelajaran dengan metode yang lebih kreatif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di tingkat masyarakat. Tim penyelenggara mendapatkan dukungan dari mahasiswa KKN Tematik UIN Saizu Tahun 2026, mahasiswa Prodi MPI FTIK UIN Saizu, serta pengurus Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kecamatan Purwokerto Selatan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam sesi praktik karena peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai konsep media pembelajaran, tetapi juga mendapatkan pendampingan teknis ketika mencoba membuat media interaktif. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dalam konteks pendidikan masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, para guru TPQ diajak memanfaatkan media pembelajaran interaktif sekaligus menanamkan kesadaran menjaga lingkungan kepada para santri sejak dini. Konsep ekoteologi diharapkan dapat menjadi jembatan antara pembelajaran Al-Qur’an, pendidikan karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan,” menjadi semangat utama kegiatan yang digelar di Majlis Ta’lim Al Birru.
Dalam sesi praktikum, peserta diarahkan untuk menyusun materi pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan mengajar sehari-hari. Media yang dikembangkan diharapkan tidak sekadar menarik secara tampilan, tetapi juga memiliki isi yang relevan dengan kebutuhan santri dan tujuan pembelajaran.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan para ustadz dan ustadzah yang berasal dari 17 TPQ di wilayah Purwokerto Selatan. Para peserta mengikuti proses pelatihan sekaligus mempraktikkan penyusunan media pembelajaran interaktif dengan pendampingan mahasiswa dan tim terkait. Kegiatan praktik memberikan pengalaman langsung kepada guru dalam mengembangkan materi yang lebih variatif. Kehadiran peserta dari berbagai TPQ juga membuka peluang terjadinya pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan pembelajaran Al-Qur’an di masing-masing lembaga. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menjadi forum peningkatan keterampilan teknologi, tetapi juga menjadi ruang berbagi praktik baik antarpengelola TPQ.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, pelatihan tidak berhenti pada kegiatan tatap muka. Para guru peserta akan menerapkan pembuatan media pembelajaran interaktif di TPQ masing-masing. Selama proses penerapan, mereka mendapatkan pendampingan intensif dari tim mahasiswa KKN Tematik serta pengurus Badko LPQ Purwokerto Selatan. Pendampingan tersebut diharapkan membantu peserta menyempurnakan media yang dibuat sekaligus memastikan teknologi yang dipelajari benar-benar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Tahap penerapan juga menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana media interaktif mampu mendukung pembelajaran Al-Qur’an dan pendidikan karakter bernuansa lingkungan.
Rangkaian pengabdian masyarakat tersebut selanjutnya akan dipungkasi dengan perlombaan karya media pembelajaran interaktif antart-TPQ se-Purwokerto Selatan. Kompetisi tersebut dirancang sebagai sarana evaluasi sekaligus apresiasi terhadap kreativitas guru dalam mengembangkan dan menerapkan media pembelajaran di lembaga masing-masing. Melalui rangkaian pelatihan, praktik, pendampingan, hingga kompetisi, program ini diharapkan melahirkan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. Kolaborasi MPI FTIK UIN Saizu, LPPM, mahasiswa, dan Badko LPQ Purwokerto Selatan pun menjadi langkah bersama untuk menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang semakin kreatif, interaktif, kontekstual, sekaligus menumbuhkan generasi santri yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Kontributor: Jihan
Posting Komentar