Langkah Tegap, Sandi Mantap! Pramuka MTs Ma’arif NU 1 Kedungbanteng Asah Disiplin dan Kekompakan



KEDUNGBANTENG – Langkah tegap dan gerakan serempak mewarnai kegiatan Pramuka Penggalang MTs Ma’arif NU 1 Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jumat (11/9/2026). Para peserta mengikuti latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan semaphore sebagai bagian dari pembinaan keterampilan kepramukaan sekaligus penguatan karakter. Kegiatan tersebut tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membangun disiplin, konsentrasi, ketepatan, keberanian, dan kekompakan. Sejak awal latihan, para Penggalang diarahkan untuk mengikuti setiap instruksi dengan sungguh-sungguh sehingga suasana kegiatan berlangsung aktif, tertib, dan penuh semangat.


Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah tersebut dibuka oleh Ka. Gudep 05.921, Muhamad Syariffudin. Para anggota Pramuka Penggalang kemudian mengikuti latihan PBB yang mencakup sikap sempurna, penghormatan, gerakan di tempat, serta berbagai gerakan berdasarkan aba-aba. Setiap gerakan harus dilakukan secara tepat dan serentak sehingga peserta dituntut memiliki konsentrasi tinggi sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan anggota regunya. Dari latihan tersebut, peserta belajar bahwa kekompakan tidak terbentuk secara instan, tetapi membutuhkan kedisiplinan, latihan berulang, serta kesediaan untuk saling memperhatikan dan memperbaiki kesalahan.


Dalam pembukaan kegiatan, Muhamad Syariffudin memberikan motivasi agar seluruh anggota Pramuka mengikuti latihan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, kegiatan kepramukaan tidak semata-mata bertujuan menguasai teknik tertentu, melainkan menjadi proses pembentukan karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 


“Ikuti setiap latihan dengan sungguh-sungguh. Jangan takut salah, karena dari latihan kita belajar menjadi lebih baik. PBB mengajarkan kedisiplinan dan kekompakan, sementara semaphore melatih ketelitian serta kemampuan berkomunikasi,” pesannya kepada para Penggalang.


Setelah latihan PBB, kegiatan dilanjutkan dengan materi semaphore. Para peserta belajar mengenali posisi dan kode gerakan bendera untuk menyampaikan pesan secara visual. Mereka dituntut mengingat berbagai posisi tangan, memahami kode dengan cepat, serta memastikan pesan yang dikirim dapat diterima dengan benar oleh anggota lainnya. Latihan semaphore menjadi tantangan tersendiri karena kesalahan kecil dalam posisi bendera dapat mengubah pesan yang disampaikan. Kondisi tersebut mendorong peserta untuk lebih teliti, fokus, sabar, dan tidak mudah menyerah ketika menemukan kesulitan dalam menghafalkan maupun menerjemahkan sandi.


Muhamad Syariffudin juga mengingatkan para peserta agar keterampilan yang diperoleh selama latihan tidak berhenti sebagai kemampuan teknis di kegiatan Pramuka. Nilai disiplin, tanggung jawab, percaya diri, komunikasi, dan kerja sama diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai lingkungan kehidupan.


 “Keterampilan yang diperoleh dalam latihan hendaknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat. Pramuka harus mampu membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan siap bekerja sama dengan orang lain,” lanjutnya. 


Pesan tersebut menjadi penguatan bahwa setiap latihan memiliki nilai pendidikan yang dapat membentuk kebiasaan positif peserta didik.


Suasana latihan berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para Penggalang tampak berusaha memperbaiki gerakan PBB agar semakin seragam sekaligus mencoba memahami kode semaphore dengan tepat. Ketika terjadi kesalahan, peserta kembali mengulangi gerakan dan saling membantu agar dapat menyelesaikan latihan dengan baik. Proses tersebut menjadi pengalaman belajar yang penting karena peserta memahami bahwa keberhasilan sebuah regu bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan juga koordinasi, komunikasi, dan kemauan untuk saling mendukung. Latihan juga menjadi ruang untuk membangun rasa percaya diri serta keberanian tampil di hadapan teman-teman.


Melalui latihan rutin PBB dan semaphore, Pramuka Penggalang MTs Ma’arif NU 1 Kedungbanteng diharapkan semakin memiliki karakter disiplin, tangguh, komunikatif, teliti, dan mampu bekerja dalam tim. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya terampil dalam kepramukaan, tetapi juga memiliki karakter sesuai nilai-nilai yang diajarkan dalam Pramuka. Langkah boleh tegap, tetapi karakter harus tetap mantap. Sandi boleh sederhana, tetapi pesan tentang disiplin, kekompakan, tanggung jawab, dan kerja sama harus terus melekat dalam diri setiap Penggalang.


Kontributor: HUMASTIKA Kwarran Kedungbanteng 2026

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama