Solusi Konkret Krisis Air: Pengurus RT 03 Citunggul dan Karang Taruna Bima Sakti 3 Revitalisasi PAM Terbengkalai



CITUNGGUL, DERMAJI – Senyum lega kembali terpancar dari wajah warga RT 03 RW 05 Citunggul, Desa Dermaji, setelah fasilitas Pelayanan Air Minum (PAM) yang sempat mangkrak hampir satu tahun berhasil direvitalisasi dan kembali beroperasi sejak awal Agustus 2026. Langkah konkret tersebut menjadi jawaban atas ancaman krisis air bersih yang sebelumnya menyulitkan aktivitas harian masyarakat. Pengurus RT 03 di bawah koordinasi Ketua RT Teguh bersama Karang Taruna Bima Sakti 3 bergerak secara swadaya memperbaiki sistem perpipaan, mengganti pompa lama dengan mesin baru, sekaligus mencari sumber air alternatif. Upaya tersebut kemudian semakin kuat setelah BPBD memberikan bantuan dua unit toren berkapasitas 2.000 liter dan 750 liter. Kini, aliran air tidak hanya menjangkau rumah-rumah warga RT 03, tetapi juga telah meluas ke empat rumah di RT tetangga.


Fasilitas PAM tersebut pada awalnya merupakan program hibah Dinas Perumahan yang disalurkan melalui Pemerintah Desa Dermaji. Namun, dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir, fasilitas tidak dapat beroperasi karena kendala teknis pada jaringan perpipaan dan pompa lama. Persoalan semakin kompleks karena sumber air sebelumnya mengandalkan sumur bor yang debitnya tidak mampu memenuhi kebutuhan harian warga. Kondisi tersebut mendorong pengurus RT bersama tokoh masyarakat untuk tidak membiarkan fasilitas yang ada terbengkalai. Konsolidasi dilakukan untuk mencari solusi menyeluruh, baik dari sisi sumber air, mesin pompa, jaringan distribusi, maupun kebutuhan pembiayaan awal agar pelayanan air bersih dapat kembali berjalan.


“Kondisi krisis air kemarin cukup memberatkan warga. Karena fasilitas PAM dari desa sudah terbengkalai hampir setahun akibat sarana tidak berjalan, kami dari pengurus RT memutuskan untuk menghidupkan kembali sistem PAM demi memenuhi kebutuhan dasar warga,” ujar Ketua RT 03 Citunggul, Pak Teguh, saat ditemui di lokasi penampungan air. 


Keputusan tersebut kemudian diwujudkan melalui perbaikan menyeluruh, termasuk pembuatan sumber air baru dan pengadaan mesin pompa air. Untuk memenuhi kebutuhan anggaran awal, pengurus RT menggandeng pemuda Karang Taruna Bima Sakti 3. Kolaborasi tersebut tidak hanya berbentuk dukungan pendanaan, tetapi juga pengerjaan teknis di lapangan sehingga proses reaktivasi dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.


Dukungan pemuda menjadi bagian penting dalam proses revitalisasi tersebut. Ketua Karang Taruna Bima Sakti 3, Andi, menyatakan bahwa kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Ketika pengurus RT menyampaikan kebutuhan biaya awal untuk membeli mesin pompa baru dan memperbaiki jalur air, Karang Taruna langsung memberikan dana talangan dari kas organisasi. Langkah tersebut menunjukkan bahwa keberadaan organisasi kepemudaan di tingkat lingkungan dapat mengambil peran nyata dalam menjawab persoalan yang langsung dirasakan masyarakat. Sinergi antara pengurus RT, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga kemudian menjadi modal utama dalam menghidupkan kembali fasilitas PAM yang sebelumnya tidak berfungsi.


“Kami dari Karang Taruna sangat mendukung penuh inisiatif dan program yang dicanangkan oleh Pak RT demi mengatasi krisis air di lingkungan RT 03. Ketika pengurus RT berkoordinasi mengenai kebutuhan biaya awal untuk pembelian mesin pompa baru dan perbaikan jalur air, kami langsung menyetujui untuk mengucurkan dana talangan dari dana Karang Taruna. Bagi kami pemuda, kesejahteraan dan kebutuhan dasar warga adalah prioritas utama yang harus disokong bersama,” tegas Andi. 


Dukungan tersebut diapresiasi oleh Dian, salah satu tokoh penggerak sekaligus informan kegiatan, yang menilai permodalan awal dari Karang Taruna menjadi bagian vital dalam mempercepat reaktivasi PAM. Menurutnya, keputusan mengganti pompa lama dengan unit baru juga dilakukan agar daya dorong dan keandalan operasional lebih maksimal.


“Kami tidak lagi memakai pompa lama, melainkan membeli mesin pompa air yang baru agar daya dorong dan keandalan operasionalnya maksimal. Dukungan permodalan dari Karang Taruna Bima Sakti 3 sangat vital. Sinergi antara pemuda dan pengurus lingkungan ini yang menjadi kunci utama PAM RT 03 ini bisa beroperasi kembali dengan cepat,” tutur Dian. 


Sementara itu, Supendi selaku pengurus teknis lapangan menjelaskan bahwa tim juga membuat sumur galian baru di dekat titik sumber mata air murni untuk menggantikan sumur bor lama. 


“Sebelumnya sumber air mengandalkan sumur bor lama yang stok airnya memang tidak mencukupi. Karena itu, sebagai solusi alternatif, kami membuat sumur galian baru di dekat sumber mata air murni. Airnya jauh lebih jernih dan melimpah. Dengan pompa baru dan tambahan dua unit toren dari BPBD, daya tampung serta distribusi air jadi sangat maksimal. Sekarang bukan hanya seluruh rumah di RT 03 yang teraliri, tetapi cakupannya sudah meluas ke 4 rumah di RT tetangga,” jelas Supendi.


Kembalinya aliran air bersih disambut antusias masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan harian, keberadaan PAM yang kembali aktif juga membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga yang sebelumnya harus membeli air bersih selama masa kekeringan. Warga memberikan apresiasi kepada pengurus RT dan Karang Taruna Bima Sakti 3 yang bergerak cepat melalui semangat gotong royong dan kemandirian. Dukungan BPBD melalui dua toren turut memperkuat sistem penampungan dan distribusi air. Ke depan, pengurus PAM RT 03 bersama Karang Taruna berkomitmen melakukan perawatan berkala terhadap mesin pompa dan jaringan perpipaan serta menjaga pengelolaan secara transparan. Revitalisasi ini menjadi contoh bahwa persoalan lingkungan di tingkat masyarakat dapat ditangani melalui kolaborasi, swadaya, dan kepedulian bersama ketika warga bergerak, fasilitas yang sempat mangkrak pun kembali menghadirkan manfaat.


Kontributor: Luki Henderiansyah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama