BANYUMAS - Suasana persiapan Lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Banyumas semakin terasa di Gedung Gurindra, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Rabu (16/9/2026). Tim pemantau bersama panitia tingkat Kecamatan Kemranjen hadir langsung di lokasi pelaksanaan untuk memastikan kesiapan peserta sekaligus memberikan dukungan menjelang penampilan dalam ajang pelestarian bahasa dan budaya daerah tersebut. Kehadiran tim menjadi bagian penting dari proses pendampingan kontingen Kemranjen yang membawa semangat untuk memberikan penampilan terbaik. Koordinasi dilakukan sejak peserta tiba di lokasi, termasuk memastikan kesiapan mental, penguasaan materi, hingga kesiapan tampil di hadapan dewan juri.
Panitia lomba tingkat Kecamatan Kemranjen, Maskuri dan Teguh Budiyanto, tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB. Keduanya kemudian berkoordinasi dengan berbagai pihak dan memantau kondisi peserta sebelum perlombaan dimulai. Dari unsur Korwil turut hadir Etik Lathifah, yang ikut memberikan dukungan terhadap peserta Kecamatan Kemranjen. Kehadiran unsur panitia dan Korwil tersebut menunjukkan perhatian terhadap proses pendampingan peserta sejak sebelum memasuki arena perlombaan. Selain memastikan aspek teknis, pendampingan juga diarahkan agar peserta dapat tetap tenang dan fokus menghadapi momen penampilan.
Salah satu peserta yang mendapat perhatian khusus adalah Elda Destiara, peserta cabang lomba Ndagel Ijen yang merupakan utusan dari SDN 2 Sibrama, Kecamatan Kemranjen. Menjelang penampilannya, Elda memperoleh wejangan dan motivasi dari tim pemantau serta panitia. Pesan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan materi perlombaan, tetapi juga kesiapan mental dalam menghadapi suasana kompetisi tingkat kabupaten. Kepercayaan diri, keberanian, penguasaan materi, serta kemampuan mengelola ketegangan menjadi beberapa hal yang ditekankan kepada peserta agar dapat tampil secara optimal.
“Kami berharap Elda dapat tampil maksimal, percaya diri, dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya,” demikian semangat yang disampaikan kepada peserta.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan sekaligus menambah motivasi Elda sebelum memasuki arena perlombaan. Dalam cabang Ndagel Ijen, kemampuan peserta tidak hanya ditentukan oleh penguasaan bahasa daerah, tetapi juga ekspresi, kreativitas, keberanian, dan kemampuan membangun penampilan yang menarik. Karena itu, dorongan dari guru pendamping, panitia, dan tim pemantau menjadi bagian dari kesiapan peserta sebelum menunjukkan hasil latihan di hadapan dewan juri.
Keikutsertaan Kecamatan Kemranjen dalam FTBI tingkat Kabupaten Banyumas memiliki makna lebih luas daripada sekadar persaingan untuk memperoleh prestasi. Festival tersebut menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengenal, menggunakan, dan mengekspresikan bahasa daerah dalam bentuk yang kreatif. Cabang Ndagel Ijen secara khusus memberikan kesempatan kepada peserta untuk memadukan kemampuan berbahasa, ekspresi, kreativitas, dan unsur budaya daerah dalam sebuah penampilan. Melalui kegiatan semacam ini, bahasa daerah tidak hanya dipelajari sebagai materi, tetapi juga digunakan secara aktif dalam ruang seni dan pendidikan.
Pendampingan yang dilakukan tim pemantau dan panitia juga menjadi bagian dari upaya menjaga semangat peserta agar tetap percaya diri selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan. Kontingen Kecamatan Kemranjen diharapkan mampu menjalani kompetisi dengan menjunjung sportivitas serta menunjukkan kemampuan yang telah dipersiapkan selama proses latihan. Dukungan dari unsur Korwil, panitia, guru pendamping, serta berbagai pihak yang terlibat menjadi energi tambahan bagi peserta untuk menghadapi panggung kabupaten. Semangat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan pelestarian bahasa daerah membutuhkan keterlibatan bersama, terutama dalam memberikan ruang kepada anak-anak untuk terus berlatih dan tampil.
Pada akhirnya, kehadiran tim pemantau di Gedung Gurindra bukan hanya menjadi agenda pemantauan teknis, tetapi juga bentuk dukungan moral kepada para peserta yang membawa nama Kecamatan Kemranjen. FTBI diharapkan mampu menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah sekaligus menjaga keberlangsungannya di tengah perkembangan zaman. Dengan persiapan yang matang, mental yang kuat, dan keberanian untuk tampil, Elda Destiara bersama kontingen Kemranjen diharapkan dapat mengikuti perlombaan dengan lancar. Dari panggung FTBI, bahasa ibu kembali mendapat ruang untuk hidup, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kontributor: Aris S. Bono
Posting Komentar