DERMAJI, 02/10/2026 - Kebakaran lahan terjadi di sekitar permukiman warga RT 01 RW 05, Citunggul, Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, saat kondisi kemarau masih berlangsung. Kobaran api melanda lahan perkebunan milik warga yang berada di belakang rumah Kasmiarto. Kondisi lahan yang kering serta dipenuhi rumput dan tumbuhan kering membuat api dengan cepat meluas dan mendekati kawasan permukiman warga.
Saat kebakaran terjadi, Kasmiarto bersama keluarganya diketahui sedang tidak berada di rumah karena berada di rumah sakit. Meski api berkobar di lahan yang lokasinya berada di belakang rumah, tidak ada korban jiwa maupun korban manusia dalam peristiwa tersebut. Kebakaran hanya melanda area perkebunan warga, sementara masyarakat sekitar segera bergerak melakukan upaya pemadaman secara bersama-sama untuk mencegah kobaran api semakin meluas.
Kondisi kemarau yang sangat kering menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat menjalar. Rumput dan berbagai tumbuhan yang telah mengering menjadi material yang mudah terbakar sehingga kobaran api dapat menyebar dalam waktu relatif cepat. Situasi tersebut membuat warga harus segera mengambil tindakan menggunakan peralatan yang tersedia untuk mengendalikan api sebelum menjangkau area yang lebih dekat dengan rumah penduduk.
Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar. Mereka bahu-membahu menghadapi kobaran api dengan peralatan yang tersedia di lingkungan setempat. Keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting mengingat lokasi Citunggul cukup jauh dari pos petugas pemadam kebakaran, sehingga warga harus melakukan penanganan awal secara mandiri. Kerja sama tersebut akhirnya berhasil mengatasi kebakaran dan mencegah api berkembang lebih luas ke kawasan permukiman.
Peristiwa kebakaran tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat Citunggul, terutama karena terjadi di tengah kondisi musim kemarau yang membuat vegetasi mudah terbakar. Lahan perkebunan yang sebelumnya tampak biasa saja dapat berubah menjadi sumber bahaya ketika rumput dan tumbuhan mengering akibat minimnya curah hujan. Kondisi ini membuat kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kebakaran lahan maupun merembetnya api menuju rumah warga.
Ketua RT 01 RW 05 Citunggul, Suroso, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa kebakaran tersebut. Ia berharap kejadian itu menjadi pengingat bagi seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau ketika kondisi lingkungan lebih mudah terbakar.
“Kami prihatin dengan kejadian ini. Kami berharap warga lebih hati-hati dan waspada di musim kemarau ini,” ujar Suroso.
Tidak adanya korban manusia dalam kejadian tersebut menjadi hal yang patut disyukuri. Namun, peristiwa kebakaran lahan di dekat permukiman menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama di wilayah yang relatif jauh dari pos pemadam kebakaran. Kebersamaan warga dalam melakukan pemadaman menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong masih menjadi kekuatan penting dalam menghadapi keadaan darurat. Di tengah musim kemarau yang kering, kewaspadaan terhadap sumber api, kondisi lahan, serta lingkungan sekitar menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kontributor: Sutrisno
Posting Komentar