PURWOKERTO, INFO BANYUMAS –
Kesiapan anak memasuki sekolah dasar tidak terbentuk secara instan. Diperlukan
proses pendidikan sejak usia dini untuk membangun kemampuan dasar, menanamkan
karakter positif, dan mengembangkan potensi anak secara optimal. Hal tersebut
menjadi salah satu perhatian dalam Sosialisasi Program Wajib Belajar 13 Tahun
melalui Satu Tahun Pendidikan Pra-SD Tahun 2026 yang digelar Bidang Pembinaan
PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kab. Banyumas di Gladiola Room, D’Garden Hall
& Resto Purwokerto, Kamis (15/10).
Forum sosialisasi tersebut
menghadirkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
(Bapperida) Kab. Banyumas, Dedy Noerhasan, S.T., M.Si., serta akademisi UIN
SAIZU Purwokerto, Dr. Asef Umar Fakhrudin, M.Pd.I. Kedua narasumber memberikan
perspektif yang diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai arah
pengembangan pendidikan prasekolah dan kontribusinya terhadap peningkatan
kualitas sumber daya manusia.
Peserta kegiatan terdiri atas
Penilik Pendidikan Nonformal, Pengawas TK, Kepala TK Negeri, perwakilan
pendidik PAUD dari masing-masing kecamatan dan berbagai organisasi mitra seperti
HIMPAUDI, IGTKI, IGABA serta perwakilan pemerintah desa yang ada di wilayah Kab.
Banyumas. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut diharapkan menjadi
jembatan untuk memperluas pemahaman tentang program sekaligus mendorong
penerapannya di satuan pendidikan masing-masing.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
memiliki peran mendasar dalam membentuk kesiapan anak mengikuti jenjang
pendidikan selanjutnya. Proses pembelajaran pada tahap ini tidak semata-mata
diarahkan pada penguasaan baca, tulis, dan hitung, tetapi juga mencakup perkembangan
moral dan agama, kemampuan berbahasa, aspek kognitif, fisik-motorik,
sosial-emosional, serta pembentukan kemandirian.
Dari sudut pandang pembangunan
daerah, keberhasilan program pendidikan membutuhkan perencanaan yang matang dan
dukungan berbagai pihak. Materi yang disampaikan Kepala Bapperida Kabupaten
Banyumas diharapkan memberikan pemahaman tentang pentingnya menempatkan
pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan,
dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi setiap wilayah.
Meski demikian, perluasan akses
pendidikan prasekolah masih membutuhkan perhatian serius. Perbedaan kondisi
geografis, ketersediaan lembaga PAUD, kemampuan ekonomi keluarga, hingga
tingkat kesadaran orang tua merupakan faktor yang dapat memengaruhi kesempatan
anak memperoleh layanan pendidikan. Karena itu, implementasi program perlu
disertai langkah konkret agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata.
Sementara itu, Dr. Asef Umar
Fakhrudin, M.Pd.I., dari UIN SAIZU Purwokerto menjelaskan bahwa keberhasilan
Program Pendidikan Satu Tahun Pra-SD/MI memerlukan strategi yang sistematis,
mulai dari memastikan partisipasi anak hingga meningkatkan mutu pembelajaran
dan memperluas pemerataan layanan.
“Ada beberapa strategi untuk
menyukseskan Program Pendidikan 1 Tahun Pra-SD/MI, di antaranya dengan
memastikan setiap anak mengikuti pendidikan pra-SD/MI, melakukan penguatan
pendekatan kurikulum, pembelajaran pra-SD/MI yang berbasis pada perkembangan anak,
membangun PAUD yang berkualitas dan merata,” paparnya.
Ia juga menekankan bahwa
pelaksanaan pendidikan prasekolah harus selaras dengan karakteristik dan
tahapan perkembangan anak. Kurikulum serta metode pembelajaran perlu memberikan
pengalaman yang menyenangkan melalui kegiatan bermain, eksplorasi, dan interaksi
sosial. Dengan pendekatan tersebut, anak diharapkan berkembang secara
menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, kemandirian, maupun
pembentukan karakter.
Selain mutu pembelajaran,
pemerataan kesempatan memperoleh layanan PAUD menjadi unsur penting dalam
menyukseskan program tersebut. Setiap anak perlu mendapatkan akses terhadap
pendidikan prasekolah yang layak, tanpa terhambat oleh tempat tinggal atau keterbatasan
fasilitas. Untuk mewujudkannya, diperlukan dukungan pendidik yang kompeten
serta kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan
masyarakat.
Bagi Penilik Pendidikan Nonformal
dan Pengawas TK, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat peran pembinaan,
pendampingan, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan. Sementara
itu, kepala satuan pendidikan dan pendidik PAUD diharapkan dapat mengimplementasikan
pemahaman tersebut melalui kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak,
tanpa memberikan tekanan akademik yang melampaui tahap perkembangannya.
Dukungan keluarga turut
menentukan keberhasilan pendidikan pada masa prasekolah. Orang tua memiliki
peran utama dalam membentuk kebiasaan, menanamkan nilai-nilai positif, dan
mendampingi proses belajar anak di rumah. Oleh sebab itu, hubungan yang harmonis
antara keluarga dan satuan PAUD perlu terus dibangun agar pendidikan yang
diterima anak di sekolah sejalan dengan pola pengasuhan di lingkungan keluarga.
Melalui sosialisasi ini, Bidang
Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas diharapkan dapat
memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan
Program Wajib Belajar 13 Tahun. Upaya tersebut dapat ditindaklanjuti melalui
identifikasi kebutuhan layanan, peningkatan kompetensi pendidik, penguatan
kualitas satuan PAUD, serta pelibatan pemerintah desa dan masyarakat sesuai
dengan peran masing-masing.
Pada akhirnya, keberhasilan program satu tahun pendidikan prasekolah tidak hanya ditentukan oleh bertambahnya masa belajar, tetapi juga oleh kualitas pengalaman pendidikan yang diperoleh setiap anak. Dari wilayah perkotaan hingga pelosok Kab. Banyumas, komitmen bersama untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu PAUD menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang lebih mandiri, berkarakter, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.


Posting Komentar