BANYUMAS, INFO BANYUMAS – Jarak yang jauh, medan pegunungan, dan banyaknya sekolah binaan menjadi tantangan tersendiri dalam pendampingan pendidikan. Namun, keterbatasan tersebut justru mendorong lahirnya terobosan digital. Erin Tri Hartanto, S.H.,S.Pd.,M.Pd., Pengawas Sekolah pada Korwilcam Dindik Sumbang, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, menginisiasi SIKEMBANG (Sistem Informasi Kepegawaian dan Pendampingan Korwilcam Dindik Sumbang), sebuah inovasi yang dirancang untuk mendekatkan layanan pendidikan, mempermudah akses informasi kepegawaian, serta memperkuat pendampingan guru dan kepala sekolah.
Melalui platform digital yang dapat diakses di https://sikembang.lovable.app/, SIKEMBANG menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel dalam mendukung pelayanan pendidikan. Inovasi ini berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan, ketika pengawas sekolah harus mendampingi banyak satuan pendidikan dengan karakteristik dan kondisi geografis yang beragam. Waktu dan jarak menjadi tantangan dalam menjangkau seluruh sekolah secara optimal, terutama satuan pendidikan yang berada di wilayah pegunungan.
SIKEMBANG tidak sekadar menghadirkan teknologi, tetapi juga membuka peluang bagi pola pendampingan yang lebih responsif. Sekolah dapat menyampaikan informasi, refleksi, dan kebutuhan pendampingan secara digital sehingga komunikasi dengan pengawas sekolah tetap terjaga tanpa harus selalu menunggu kunjungan tatap muka.
Pada aspek kepegawaian, SIKEMBANG dikembangkan untuk mendukung pemantauan data guru dan tenaga kependidikan, informasi potensi kenaikan pangkat dan jabatan, serta simulasi angka kredit. Sementara itu, ruang refleksi guru dan kepala sekolah menjadi sarana untuk mengenali kebutuhan pengembangan dan menentukan arah pendampingan yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Ketua PGRI Kabupaten Banyumas, Sarno, S.Pd., S.H., M.Si. Menurutnya, SIKEMBANG merupakan inovasi yang dapat memperkuat kolaborasi dan komunikasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, terutama bagi sekolah yang berada di wilayah dengan tantangan geografis.
“SIKEMBANG menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat menjadi solusi untuk mendekatkan layanan pendidikan. Sistem ini diharapkan mampu membantu guru dan kepala sekolah memperoleh informasi serta pendampingan secara lebih mudah, cepat, dan terarah. Kami mengapresiasi inovasi ini dan berharap terus dikembangkan dengan melibatkan kebutuhan nyata para pendidik di lapangan,” ungkap Sarno.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, S.T. Menurutnya, SIKEMBANG merupakan inovasi yang relevan untuk menjawab tantangan pengelolaan informasi dan pendampingan sekolah, terutama ketika banyak satuan pendidikan tersebar di wilayah dengan akses geografis yang beragam.
“SIKEMBANG menjadi langkah positif dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pelayanan pendidikan. Dengan banyaknya sekolah binaan dan sebagian berada di wilayah pegunungan, diperlukan cara yang lebih fleksibel agar pendampingan tetap berjalan optimal. Kami berharap inovasi ini terus disempurnakan sehingga manfaatnya semakin luas dan dapat dirasakan oleh sekolah,” ungkap Widodo Sugiri.
Dari sisi penguatan tata kelola layanan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Adi Fibrianto, S.STP., M.Si., menilai teknologi memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan komunikasi antara pengawas sekolah dan satuan pendidikan. Menurutnya, pendampingan tidak cukup hanya mengandalkan pertemuan langsung, tetapi juga perlu didukung sistem yang memungkinkan pertukaran informasi dan tindak lanjut berjalan secara berkelanjutan.
“Ketika sekolah binaan tersebar di wilayah yang cukup luas, teknologi dapat menjadi penghubung agar komunikasi dan pemantauan tetap berjalan. SIKEMBANG memiliki peluang untuk memperkuat proses tersebut, sehingga kebutuhan sekolah dapat diketahui lebih awal dan tindak lanjutnya bisa direncanakan dengan lebih baik,” jelas Wahyu Adi Fibrianto.
Sementara itu, Kepala Bidang PGTK, Heri Yuliadi, S.Ag., menyoroti manfaat SIKEMBANG dalam membantu pengawas sekolah memahami kebutuhan guru dan kepala sekolah. Baginya, ruang refleksi yang tersedia dalam sistem tersebut menjadi bagian penting karena dapat memberikan gambaran awal tentang persoalan yang dihadapi sekolah.
“Hal yang menarik dari SIKEMBANG adalah adanya ruang bagi guru dan kepala sekolah untuk menyampaikan refleksi serta kebutuhan pendampingan. Dengan informasi tersebut, pengawas dapat lebih mudah memetakan hal-hal yang perlu diperkuat. Harapannya, pendampingan tidak hanya bersifat umum, tetapi semakin tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing sekolah,” tutur Heri Yuliadi.
Dukungan juga disampaikan Kepala Seksi PGTK SD Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Yusep Kurniawan, S.Pd., M.Pd. Ia memandang kemudahan akses informasi dan komunikasi digital sebagai salah satu peluang untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada sekolah. Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu diarahkan agar benar-benar membantu pengguna dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“SIKEMBANG dapat menjadi sarana untuk mempermudah penyampaian informasi kepegawaian sekaligus menjaga komunikasi antara sekolah dan pengawas. Yang tidak kalah penting, sistem ini perlu terus dikembangkan agar mudah digunakan, informasinya bermanfaat, dan mampu mendukung kebutuhan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Yusep Kurniawan.
Beragam tanggapan tersebut menunjukkan bahwa inovasi digital memiliki ruang penting dalam pengembangan layanan pendidikan. Teknologi dapat membantu mengatasi sebagian kendala jarak dan waktu, tetapi keberhasilannya tetap bergantung pada kemudahan penggunaan, ketepatan informasi, konsistensi pemanfaatan, serta tindak lanjut terhadap kebutuhan yang disampaikan sekolah.
Bagi Erin Tri Hartanto, inovasi SIKEMBANG merupakan bagian dari upaya mencari pendekatan yang lebih adaptif dalam menjalankan tugas sebagai Pengawas Sekolah Korwilcam Dindik Sumbang, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Pengalaman mendampingi sekolah dengan kondisi geografis yang beragam menjadi salah satu latar belakang penting dalam mengembangkan sistem yang dapat membantu memperkuat komunikasi, pengelolaan informasi, dan perencanaan pendampingan.
Inisiatif ini sekaligus memperlihatkan bahwa perubahan dapat dimulai dari keberanian membaca persoalan di lingkungan kerja, kemudian merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan nyata dan perkembangan teknologi. Dalam konteks tugas pengawas sekolah, pemanfaatan teknologi diharapkan tidak menggantikan pendampingan langsung, melainkan melengkapinya agar lebih terencana, efektif, dan berkelanjutan.
Ke depan, pengembangan SIKEMBANG diharapkan terus melibatkan masukan dari guru, kepala sekolah, pengawas, dan pemangku kebijakan. Evaluasi berkala, perlindungan data kepegawaian, serta tindak lanjut yang nyata menjadi bagian penting agar platform ini tidak berhenti sebagai aplikasi, melainkan benar-benar memberikan manfaat dalam pelayanan pendidikan.
Pada akhirnya, pendampingan pendidikan bukan hanya soal seberapa jauh jarak yang harus ditempuh pengawas sekolah, tetapi juga tentang bagaimana kebutuhan satuan pendidikan dapat dikenali dan direspons dengan tepat. Melalui SIKEMBANG, Erin Tri Hartanto membawa semangat bahwa teknologi dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan layanan, memperkuat kolaborasi, dan membuka peluang peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Dari Sumbang, sebuah inovasi digital bertumbuh dengan harapan sederhana tetapi bermakna: membuat layanan pendidikan lebih dekat, pendampingan lebih terarah, dan sekolah semakin berdaya.
Penulis: Andi Dwi Atmoko
Editor: Khafid Taftahjani

Posting Komentar