KKG PJOK Kecamatan Lumbir Gelar Hari Belajar Guru: Fokus Inovasi Pembelajaran Pencak Silat untuk Karakter Siswa SD


LUMBIR, INFO BANYUMAS
- Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (KKG PJOK) Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, secara resmi menggelar kegiatan Hari Belajar Guru pada Rabu, 28 Oktober 2026. Acara yang dilangsungkan di Aula Korwilcam Dindik Lumbir tersebut mengangkat tema strategis mengenai inovasi pembelajaran pencak silat. Kegiatan tersebut dirancang khusus untuk memperkuat aktivitas gerak sekaligus membangun karakter sportif bagi peserta didik di tingkat sekolah dasar.



Pelaksanaan program peningkatan kompetensi pendidik tersebut dihadiri oleh Guru Mata Pelajaran PJOK SD di wilayah kecamatan Lumbir, serta ajaran pengurus penting serta unsur pimpinan instansi pendidikan setempat. Hadir dalam acara tersebut Korwilcam Dindik Lumbir, Arifin Nurhayadi, S.Pd., M.Pd., Ketua PGRI Lumbir, Sugino, S.Pd., serta Ketua KKG PJOK Kecamatan Lumbir, Rendi Ari Wibowo, S.Pd. Kehadiran para pimpinan tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung transformasi kualitas pengajaran olahraga di tingkat satuan pendidikan dasar.


Dalam sambutannya, para pimpinan menekankan bahwa pendidikan jasmani tidak sekadar berfokus pada kebugaran fisik semata. Lebih dari itu, pembelajaran olahraga harus mampu menjadi wadah penanaman nilai-nilai luhur budi pekerti dan disiplin diri. Pemilihan cabang olahraga pencak silat dinilai sangat relevan karena sarat dengan unsur warisan budaya bangsa, ketahanan fisik, serta pembentukan mental yang tangguh bagi anak-anak.


Menurut Arifin Nurhayadi, S.Pd., M.Pd., selaku Korwilcam Dindik Lumbir, inovasi dalam metode penyampaian materi olahraga di sekolah dasar merupakan sebuah keniscayaan yang harus terus dikembangkan. Ia menjelaskan bahwa guru-guru PJOK dituntut agar lebih kreatif mengemas materi tradisional seperti pencak silat agar lebih menarik, menyenangkan, dan mudah diserap oleh peserta didik tanpa menghilangkan esensi budayanya. Beliau juga menambahkan bahwa sinergi antar-pendidik melalui forum KKG adalah kunci utama pemerataan kualitas pembelajaran di wilayah kecamatan Lumbir.


Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Lumbir, Sugino, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan Hari Belajar Guru yang diinisiasi oleh KKG PJOK Lumbir ini. Ia menyatakan bahwa profesionalisme seorang guru diukur dari kemauan mereka untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi di tengah dinamika dunia pendidikan modern. Melalui forum kolaboratif seperti ini, para pendidik dapat saling bertukar pengalaman praktis demi kemajuan mutu pendidikan di daerah.


Sebagai narasumber utama dalam sesi pelatihan praktik, hadir dua guru PJOK berpengalaman di wilayah Lumbir, yakni Wahyu Suswikawati, S.Pd. (Guru PJOK SDN 2 Lumbir) dan Gitaning Nawang Suparno, S.Pd. (Guru PJOK SDN 5 Lumbir). Kedua narasumber membagikan strategi teknis serta model peraga pembelajaran pencak silat yang ramah anak. Mereka memandu para peserta mendesain skenario latihan gerak dasar pencak silat yang aman, terstruktur, dan aplikatif untuk diterapkan langsung di lapangan sekolah masing-masing.


Dalam pemaparannya, Wahyu Suswikawati, S.Pd. membagikan pengalaman empirisnya dalam mengintegrasikan unsur seni beladiri ke dalam kurikulum PJOK mingguan. Ia menyampaikan bahwa tantangan terbesar guru adalah menumbuhkan rasa percaya diri siswa saat mempelajari gerakan seni bela diri tradisional. Melalui pendekatan bermain sambil belajar, anak-anak terbukti jauh lebih antusias mengikuti setiap sesi latihan pencak silat yang diberikan di sekolah.


Sementara itu, Gitaning Nawang Suparno, S.Pd. menekankan pentingnya pembentukan karakter sportif dan jiwa ksatria melalui latihan pencak silat. Ia menjelaskan bahwa setiap gerakan dalam pencak silat mengandung filosofi kedisiplinan, pengendalian diri, dan rasa hormat kepada sesama teman. Dengan bimbingan yang tepat dari guru PJOK, nilai-nilai positif ini akan melekat kuat dan membentuk karakter mental siswa hingga mereka dewasa nanti.


Kegiatan Hari Belajar Guru tersebut juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan simulasi teknik gerak bersama seluruh guru PJOK yang hadir. Antusiasme terlihat jelas dari keaktifan para peserta dalam mengeksplorasi berbagai metode pengajaran baru yang dipaparkan oleh narasumber. Diskusi berjalan dinamis dengan mengulas berbagai kendala di lapangan serta solusi praktis dalam mengoptimalkan fasilitas olahraga sekolah yang terbatas.


Melalui terselenggaranya kegiatan tersebut, KKG PJOK Kecamatan Lumbir berharap standar mutu pembelajaran pendidikan jasmani di satuan pendidikan dasar dapat terus meningkat secara signifikan. Implementasi inovasi pencak silat diharapkan tidak hanya melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi, tetapi juga mencetak generasi muda yang sehat, kuat, berkarakter, serta menjunjung tinggi nilai luhur bangsa Indonesia demi menyongsong masa depan yang gemilang.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama