PURWOKERTO, INFO BANYUMAS –
Gerakan kompak, ekspresi penuh semangat, dan kekompakan tim menjadi bagian dari
kemeriahan peringatan dua dekade Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Tingkat Kab.
Banyumas. Melalui “Lomba Senam Anak Indonesia Hebat’, warga belajar pendidikan
kesetaraan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan
Belajar (SKB) unjuk kemampuan dalam acara puncak HUT Ke-20 IPI di Gardenia
Hall, D’Garden Resto Purwokerto, Rabu (14/10/2026).
Kompetisi tersebut menjadi salah
satu bentuk penghargaan dalam perayaan HUT IPI Tingkat Kab. Banyumas. Tidak
hanya menyemarakkan acara, lomba ini juga memberikan ruang bagi warga belajar
untuk menunjukkan kreativitas, kebersamaan, dan semangat berpartisipasi dalam
kegiatan pendidikan nonformal.
Ketua IPI Kab. Banyumas, H.
Fauzan Nur Rofik, S.Pd., sebelumnya menegaskan bahwa rangkaian peringatan dua
dekade IPI dirancang agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. “Kegiatan
ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk perayaan seremonial, tetapi juga
sebagai wadah berkreasi bagi para pendidik PAUD dan warga belajar pendidikan
kesetaraan, sekaligus sebagai bentuk apresiasi bagi GTK PAUD dan Dikmas di Kab.
Banyumas,” ujarnya.
Hasil perlombaan menempatkan PKBM
Al Aqwiya, Kecamatan Cilongok, sebagai Juara I. Prestasi tersebut semakin
lengkap setelah lembaga yang sama juga meraih penghargaan Peserta Terfavorit.
Dua penghargaan itu menjadi catatan tersendiri bagi PKBM Al Aqwiya dalam
kompetisi yang mempertemukan peserta pendidikan kesetaraan dari sejumlah
lembaga di Banyumas.
Juara II diraih PKBM Harmoni,
Kecamatan Sumbang. Sementara itu, posisi Juara III ditempati Sanggar Kegiatan
Belajar (SKB) Ajibarang. Ketiga pemenang tersebut menunjukkan keterlibatan
satuan pendidikan kesetaraan dalam memeriahkan peringatan HUT IPI melalui
kegiatan yang menggabungkan gerak, kreativitas, dan kekompakan.
Penghargaan Peserta Terfavorit
yang diraih PKBM Al Aqwiya menambah semarak suasana perlombaan. Predikat
tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap peserta yang mendapat perhatian
khusus dalam ajang tersebut, sekaligus melengkapi daftar penerima penghargaan
pada lomba senam tahun ini.
Para pemenang menerima piala,
piagam penghargaan, serta uang pembinaan. Penghargaan diserahkan oleh Kepala
Bidang PAUD dan Dikmas, Kepala Bidang PGTK Dinas Pendidikan Kab. Banyumas,
serta Ketua PGRI Kab. Banyumas dalam rangkaian acara puncak peringatan HUT
Ke-20 IPI Tingkat Kab. Banyumas.
Di balik gerakan senam yang
ditampilkan, terdapat kesempatan bagi warga belajar untuk membangun kepercayaan
diri dan bekerja sama dalam sebuah tim. Keselarasan gerakan dan kekompakan
peserta menjadi bagian penting dari penampilan, sekaligus menghadirkan suasana
perayaan yang lebih hidup dan partisipatif.
Lomba Senam Anak Indonesia Hebat
juga memperlihatkan bahwa kegiatan pendidikan kesetaraan tidak terbatas pada
proses pembelajaran di ruang kelas. Ruang berekspresi melalui kegiatan seni dan
gerak dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang mendorong keterlibatan,
kreativitas, dan kebersamaan warga belajar.
Bagi satuan pendidikan yang
berpartisipasi, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk membawa nama lembaga
sekaligus menunjukkan bahwa warga belajar memiliki potensi yang layak
diapresiasi. Keterlibatan PKBM dan SKB dalam satu panggung juga memperkuat
semangat kebersamaan di antara penyelenggara pendidikan nonformal di Kab.
Banyumas.
Peringatan dua dekade IPI pun
menghadirkan pesan bahwa penghargaan terhadap insan pendidikan dapat diwujudkan
melalui berbagai bentuk kegiatan. Selain memberi pengakuan kepada para
pemenang, perlombaan membuka ruang perjumpaan, pertukaran pengalaman, dan
motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan pembelajaran yang bermakna.
Dengan diraihnya Juara I dan
Peserta Terfavorit oleh PKBM Al Aqwiya, Juara II oleh PKBM Harmoni, serta Juara
III oleh SKB Ajibarang, Lomba Senam Anak Indonesia Hebat menjadi salah satu
rangkaian yang mewarnai perayaan HUT Ke-20 IPI Tingkat Kab. Banyumas. Capaian
tersebut sekaligus menegaskan pentingnya memberi ruang bagi warga belajar
pendidikan kesetaraan untuk tampil, berkreasi, dan memperoleh apresiasi.
Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, lomba ini menjadi pengingat bahwa setiap warga belajar memiliki kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan potensinya. Dalam semangat dua dekade IPI Banyumas, apresiasi semacam ini diharapkan turut menguatkan kolaborasi dan mendorong pendidikan PAUD serta pendidikan masyarakat yang semakin kreatif, inklusif, dan bermakna.

Posting Komentar