KEDUNGBANTENG - Warna-warni payung hias membentang di bawah langit pagi saat keluarga besar SDN 2 Kalikesur Korwilcam Dindik Kedungbanteng menggelar Tarhib Ramadan melalui Pawai Payung Hias, Jumat (13/2). Kegiatan yang diikuti seluruh siswa, guru, serta mendapat dukungan orang tua dan masyarakat ini berlangsung meriah, menjadi penanda datangnya bulan suci dengan nuansa penuh sukacita dan kebersamaan.
Sejak pagi hari, halaman sekolah telah dipenuhi payung-payung cantik berhias ornamen Islami, kaligrafi sederhana, hiasan bulan sabit, bintang, hingga untaian kertas warna-warni hasil kreativitas siswa. Proses menghias dilakukan secara kolaboratif di kelas masing-masing beberapa hari sebelumnya, sehingga pawai ini bukan sekadar arak-arakan, melainkan puncak dari pembelajaran kreatif yang melibatkan kerja sama dan imajinasi anak-anak.
Kepala SDN 2 Kalikesur, Ibu Puji Diana Aprilia, S.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa Tarhib Ramadan dirancang sebagai sarana pendidikan karakter yang menyenangkan dan membumi bagi peserta didik.
“Melalui kegiatan Tarhib Ramadan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta kepada bulan suci sejak dini. Anak-anak belajar tentang makna kebersamaan, kreativitas, serta semangat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh sukacita,” tutur Ibu Puji Diana.
“Ramadan adalah bulan pendidikan jiwa. Mari kita jadikan momen ini untuk melatih kedisiplinan, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama. Saya berharap anak-anak SDN 2 Kalikesur tidak hanya semangat dalam pawai hari ini, tetapi juga semangat dalam beribadah dan berbuat kebaikan selama Ramadan,” imbuhnya penuh motivasi.
Rute pawai mengelilingi lingkungan sekitar sekolah dengan tertib. Siswa berjalan berbaris rapi sambil melantunkan shalawat dan yel-yel Islami. Payung-payung hias yang mereka bawa tampak memayungi langkah kecil penuh semangat. Warga yang menyaksikan terlihat antusias, beberapa di antaranya mengabadikan momen tersebut melalui ponsel sebagai kenangan menyambut Ramadan.
Salah satu guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan melatih rasa percaya diri dan kemampuan bekerja sama siswa. Menurutnya, proses menghias payung di kelas menjadi bagian penting dalam membangun kekompakan serta tanggung jawab bersama.
Bagi para siswa, pawai tersebut menjadi pengalaman yang menggembirakan. Mereka tidak hanya memahami makna Ramadan melalui penjelasan di kelas, tetapi juga merasakannya dalam suasana kebersamaan yang hangat. Tawa dan senyum menghiasi wajah mereka sepanjang perjalanan, menciptakan energi positif yang menular kepada warga sekitar.
Dengan semangat dan warna-warni payung hias yang memayungi langkah mereka, siswa SDN 2 Kalikesur menunjukkan bahwa menyambut Ramadan dapat dilakukan dengan cara yang positif, edukatif, dan penuh keceriaan. Tarhib Ramadan tahun ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter religius dan penciptaan kenangan indah dalam perjalanan belajar anak-anak.
Kontributor: SIMAS KORWILCAM DINDIK KEDUNGBANTENG
Posting Komentar