Pekuncen - Info Banyumas. Tiga guru dari SDN 1 Glempang, Kecamatan Pekuncen, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Deep Learning yang diselenggarakan pada 10–12 November 2025 di SDN 2 Cibangkong. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran mendalam yang relevan dengan tantangan abad ke-21.
Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru kelas IV, V, dan VI dari berbagai sekolah dasar di wilayah Pekuncen. Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang pembelajaran mendalam (deep learning), pengenalan koding, dan kecerdasan artifisial (AI) sebagai langkah awal untuk membangun literasi digital di lingkungan sekolah dasar.
Menurut panitia penyelenggara, pelatihan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan adaptif terhadap kemajuan teknologi. “Kami ingin guru tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan inovasi digital secara nyata di ruang kelas,” ungkap salah satu panitia kegiatan.
Peserta dari SDN 1 Glempang terdiri atas Nurohmah, S.Pd. SD, Khusnul Khotimah, S.Pd. SD, dan Mustika Sari, S.Pd. Mereka terlibat aktif dalam berbagai sesi pelatihan yang mengombinasikan konsep pembelajaran mendalam dengan praktik koding sederhana dan penerapan AI dalam konteks pendidikan dasar.
Kegiatan ini juga dirancang untuk melatih guru berpikir kritis dan sistematis, serta mempersiapkan mereka agar mampu mengembangkan modul ajar berbasis teknologi. Melalui pendekatan deep learning, guru diharapkan dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam, bukan sekadar menghafal informasi.
Salah satu peserta, Mustika Sari, S.Pd., menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut. “Bimtek ini memberikan wawasan yang sangat berharga dan mendalam mengenai tren teknologi pendidikan masa depan. Materi tentang Koding, Kecerdasan Artifisial (AI), dan konsep Pembelajaran Mendalam membuka pandangan baru mengenai bagaimana kita dapat mempersiapkan siswa menghadapi dunia yang semakin didorong oleh data dan teknologi,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini juga menekankan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir komputasional dan pemecahan masalah logis, yang akan menjadi bekal penting bagi siswa di masa depan. Menurutnya, dengan bimbingan yang tepat, guru mampu membimbing siswa agar berpikir kritis dan kreatif di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Sementara itu, Nurohmah, S.Pd., peserta lainnya, menilai bahwa kegiatan ini sangat relevan bagi peningkatan profesionalisme guru di era digital. “Tujuan utama bimtek ini adalah agar guru dapat mengintegrasikan teknologi digital secara bijak ke dalam pembelajaran untuk menyiapkan peserta didik menghadapi era digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi tidak hanya penting bagi siswa, tetapi juga menjadi tuntutan bagi guru agar dapat mengelola pembelajaran dengan lebih efektif dan efisien. “Dengan AI, guru bisa terbantu dalam menyusun rencana pelajaran, melakukan asesmen, dan mengelola tugas administratif sehingga waktu dengan siswa lebih banyak,” tambahnya.
Pelatihan ini juga menekankan inovasi metode pengajaran yang interaktif dan menyenangkan. Guru diajak membuat media pembelajaran yang menggabungkan unsur logika, kreativitas, dan teknologi digital agar siswa lebih terlibat secara aktif dalam proses belajar.
Selain manfaat bagi guru, kegiatan ini juga berdampak positif bagi siswa. Melalui pengenalan dini terhadap coding dan AI, siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir komputasional, logika, serta pemecahan masalah sejak dini. Hal ini dinilai penting dalam menyiapkan generasi yang adaptif terhadap era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Nurohmah juga menekankan pentingnya personalisasi pembelajaran menggunakan teknologi. “Dengan bantuan AI, guru dapat menyesuaikan materi dengan kemampuan dan gaya belajar masing-masing siswa, sehingga hasil belajar lebih optimal,” jelasnya.
Melalui kegiatan Bimtek ini, para guru SDN 1 Glempang diharapkan menjadi pelopor dalam penerapan pembelajaran berbasis digital di lingkungan sekolah dasar. Pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial bukan hanya konsep modern, tetapi langkah konkret menuju pembentukan generasi pembelajar yang kreatif, berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kontibutor: Nurohmah


Posting Komentar