Pada hari kedua, panitia yang berjumlah 12 orang dari pengurus inti KKG di empat gugus memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta terlihat hadir tepat waktu dan menunjukkan semangat tinggi selama pelaksanaan.
“Hari kedua kegiatan bimtek, peserta masih terlihat sangat antusias. Peserta hadir lebih awal dan memulai materi dengan senam Anak Indonesia Hebat. Selanjutnya, menyimak materi pembuatan RPM dan pengenalan koding,” ujar Ibu Isna Nur Istiqomah, S.Pd., perwakilan panitia.
Pembelajaran hari kedua difokuskan untuk memastikan guru mampu merencanakan, membuat, dan menerapkan modul ajar berbasis Pembelajaran Mendalam. Selain itu, guru juga diarahkan untuk mampu merancang asesmen yang sesuai dengan esensi pembelajaran tersebut.
Materi utama disampaikan oleh beberapa narasumber Pembelajaran Mendalam, termasuk Ibu Rusmiyati, S.Pd., yang telah berpengalaman dalam pendampingan implementasi kurikulum di satuan pendidikan.
“Harapan saya setelah mengikuti bimtek ini, semua guru dapat mengaplikasikan di kelas, bukan hanya sebagai pengetahuan semata. Namun benar-benar dapat menjadi contoh dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi di dunia pendidikan saat ini,” ungkap Ibu Rusmiyati.
Pada sesi KKA hari kedua, salah satu narasumber yang terlibat adalah Ibu Niken Larasati, S.Pd., yang memberikan pengantar dan praktik tentang berpikir komputasional melalui metode plugged dan unplugged.
“Saya berharap pembelajaran koding dengan metode plugged dan unplugged, serta permainan Brockly Games, dapat menumbuhkan kemampuan berpikir komputasional siswa secara menyenangkan dan mudah dipahami,” kata Ibu Niken.
Dalam penyampaian materi, Ibu Niken juga memperkenalkan penggunaan Scratch sebagai media kreativitas peserta didik dalam membuat proyek digital sederhana. Hal ini diharapkan membangun rasa percaya diri siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Penggunaan Scratch diharapkan mampu mendorong kreativitas siswa sehingga mereka lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial,” lanjut Ibu Niken menjelaskan manfaat penerapan aplikasi tersebut.
Guru-guru peserta bimtek juga mendapatkan pendampingan langsung dalam menyusun rancangan program mengajar yang mengintegrasikan aspek pembelajaran mendalam dan KKA. Proses ini dilakukan secara kolaboratif agar guru dapat mengadaptasikan ke dalam kelas masing-masing.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa pendampingan teknis seperti ini sangat diperlukan agar guru tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya. Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan pembelajaran modern yang menuntut guru adaptif dan inovatif.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami. Tidak hanya memahami cara mengajar, tetapi juga bagaimana merancang pembelajaran yang benar-benar berpusat pada murid,” jelas seorang peserta guru kelas V.
Dengan terselenggaranya hari kedua bimtek ini, diharapkan guru-guru di Korwilcam Dindik Pekuncen dapat lebih siap mengimplementasikan pembelajaran mendalam dan KKA dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan akan berlanjut hingga hari ketiga dengan materi lanjutan dan praktik penerapan lebih mendalam.
“Harapannya setelah bimtek ini selesai, implementasi nyata dapat langsung terlihat dalam praktik pembelajaran di kelas, sehingga siswa merasakan manfaatnya secara langsung,” tutup salah satu anggota panitia.
Kontributor: Mohamad Yusuf Kandahlawy, S.Pd.


Posting Komentar