Kegiatan senam ini bermula dari gagasan para ibu-ibu yang ingin memanfaatkan aset RT berupa lapangan voli agar lebih berguna bagi masyarakat. “Sayang kalau lapangan hanya dipakai sesekali, akhirnya kami sepakat memanfaatkannya untuk senam,” ujar salah seorang penggagas kegiatan.
Instruktur lokal Rumbi dan Rusidah menjadi motor utama kegiatan ini dengan penuh sukarela. Kedua instruktur ini memandu gerakan dengan energik sehingga suasana senam selalu hidup. “Kami hanya ingin warga punya wadah untuk berolahraga bersama,” kata Rusidah.
Rumbi juga menegaskan betapa pentingnya kegiatan senam di lingkungan desa. Menurutnya, “Kalau di kota, senam itu hal biasa. Tapi bagi desa seperti Sirongge, ini luar biasa karena muncul dari kesadaran masyarakat.”
Setiap pekan, antusias warga semakin meningkat. Lapangan voli RT yang biasanya sepi kini berubah menjadi pusat keramaian dan kebugaran. “Badan rasanya lebih segar setelah ikut senam,” ungkap salah satu peserta.
Perubahan kebiasaan warga pun mulai tampak. Jika biasanya mereka langsung berangkat ke kebun pada pagi hari, kini banyak yang meluangkan waktu untuk berolahraga terlebih dahulu. “Senam dulu baru ke kebun, biar badan siap kerja,” tutur seorang ibu sambil tersenyum.
Rusidah berharap kegiatan yang lahir dari swadaya warga ini dapat berkelanjutan. “Mudah-mudahan kegiatan ini terus jalan dan menjadi budaya sehat di lingkungan kita,” ujarnya penuh harap.
Warga Sirongge menyambut harapan tersebut dengan antusias. Mereka yakin bahwa senam di lapangan voli aset RT ini bukan hanya menyehatkan, tetapi juga memperkuat kekompakan dan identitas warga RW 04 yang peduli pada kesehatan bersama.
Kontributor: Humas Karang Taruna Sirongge


Posting Komentar