PATIKRAJA, INFO BANYUMAS – Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Komisariat Kota Bekasi menunjukkan komitmennya dalam bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Banyumas. Selama dua tahun terakhir, organisasi yang dipimpin oleh dr. Rudolf Nurhidayat yang juga putra daerah Banyumas asal Desa Notog, Kecamatan Patikraja, telah aktif menjalankan berbagai kegiatan amal kemanusiaan, mulai dari wakaf Al-Qur’an hingga pemberian bantuan sandang, pangan, hewan qurban, dan bantuan sumur bor.
Kegiatan
sosial yang digagas PDUI Kota Bekasi ini tidak hanya bersifat seremonial,
tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di beberapa wilayah yang ada
di Kab. Banyumas. Program ini merupakan bentuk syiar dan kepedulian para dokter
terhadap sesama, terutama di daerah yang masih membutuhkan dukungan spiritual
dan sosial.
Selama dua
tahun ini, tim PDUI telah menyalurkan wakaf Al-Qur’an dan Iqro ke sejumlah
kecamatan, antara lain Baturaden, Sumbang, Purwokerto Selatan, Cilongok,
Gumelar, Lumbir, Banyumas, dan Patikraja. Selain itu, kegiatan berbagi sandang
dan pangan juga dilakukan di wilayah Kebasen, Jatilawang, Purwojati, dan
Wangon.
Tidak
berhenti di situ, PDUI Kota Bekasi juga melaksanakan kegiatan syiar lain
seperti berbagi buah kurma setiap bulan Ramadhan, hewan qurban setiap Hari Raya
Idul Adha dan pengadaan sumur bor bagi Masjid atau Mushola yang membutuhkan
serta mengadakan ruang diskusi seputar kesehatan masyarakat. Tujuan utamanya
adalah menggabungkan nilai-nilai spiritual dengan kesadaran akan pentingnya
kesehatan.
Dokter
Rudolf Nurhidayat menuturkan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan
dan tanggung jawab sosial para dokter terhadap masyarakat di kampung
halamannya. Ia berharap langkah kecil ini dapat membawa manfaat besar bagi
warga Banyumas.
“Bagi kami,
profesi dokter tidak hanya tentang mengobati secara medis, tapi juga tentang
menebarkan kebaikan dan ilmu. Melalui kegiatan syiar ini, kami ingin masyarakat
Banyumas merasakan sentuhan kepedulian dari kami, para perantau yang tak lupa
asal-usulnya,” ujar dr. Rudolf Nurhidayat, Ketua PDUI Komisariat Kota Bekasi.
Ia
menambahkan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat dukungan banyak pihak,
termasuk jaringan dokter di Bekasi dan relawan lokal di Banyumas. Sinergi
lintas daerah ini membuktikan bahwa kolaborasi dapat menjadi kekuatan besar
untuk kemaslahatan umat.
“Kami
berkoordinasi dengan penilik, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan baik
formal maupun nonformal di Banyumas agar pendistribusian bantuan tepat sasaran.
Setiap kegiatan kami upayakan menyentuh masyarakat yang benar-benar
membutuhkan,” tambahnya.
Salah satu
tokoh yang turut berperan penting dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah Ibu
Mulyanti, S.Pd., M.Pd., Penilik Korwilcam Dindik Kecamatan Kebasen, yang
ditunjuk sebagai penanggung jawab wilayah Banyumas. Ia bersama rekan-rekan
penilik turut membantu pendistribusian wakaf Al-Qur’an dan bantuan sosial
lainnya.
“Alhamdulillah,
kami merasa terhormat bisa menjadi bagian dari kegiatan mulia ini. Keterlibatan
kami bukan hanya membantu distribusi, tetapi juga memperkuat semangat gotong
royong antara tenaga pendidik dan tenaga kesehatan,” ujar Mulyanti, S.Pd.,
M.Pd., yang aktif mendampingi kegiatan di lapangan.
Ia
menambahkan bahwa sinergi antara PDUI dan para penilik di Banyumas membuktikan
bahwa nilai keagamaan, pendidikan, dan kesehatan dapat berjalan seiring demi bisa
memberikan sumbangsih yang nyata bagi masyarakat.
“Kami
melihat sendiri betapa antusiasnya masyarakat saat menerima wakaf Al-Qur’an
maupun paket bantuan lainnya. Ini bukan hanya tentang barang yang diberikan,
tetapi tentang semangat berbagi dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” tuturnya.
Kegiatan PDUI Komisariat Kota Bekasi di daerah Banyumas juga mendapat sambutan hangat dari tokoh masyarakat setempat. Mereka menilai bahwa kehadiran para dokter yang peduli pada bidang sosial dan keagamaan merupakan hal yang patut diapresiasi dan dicontoh oleh profesi lainnya.
“Kami bangga karena ada putra daerah seperti dr. Rudolf Nurhidayat yang tetap peduli dengan kampung halamannya. Ini membuktikan bahwa kesuksesan tidak membuat seseorang lupa akan asalnya,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Desa Notog.
Melalui
kegiatan syiar yang konsisten, PDUI Kota Bekasi di bawah kepemimpinan dr.
Rudolf Nurhidayat telah membangun jembatan kebaikan antara profesi medis dan profesi
lain dengan masyarakat. Semangat kepedulian lintas daerah ini diharapkan dapat
terus tumbuh, membawa keberkahan, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda
Banyumas untuk terus berbuat bagi sesama.
Kontributor: Eko Adi P


Posting Komentar