AJIBARANG,
INFO BANYUMAS – Penilik Satuan Wilayah Kerja (Satwilker) SKB Ajibarang
mengawali tahun 2026 dengan bersilaturahmi dan ramah-tamah bersama keluarga
besar SKB Ajibarang sebagai langkah awal memperkuat sinergi dan kolaborasi
antar pemangku kepentingan pendidikan nonformal, khususnya di wilayah kerja
(Wilker) SKB Ajibarang.
Kegiatan
yang berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026 tersebut dilaksanakan di Aula SKB
Ajibarang dengan suasana santai, penuh kekeluargaan, serta diwarnai canda tawa
yang mencairkan kebersamaan. Silaturahmi ini melibatkan para penilik Satwilker
SKB Ajibarang yang membawahi sembilan kecamatan, yakni Cilongok, Ajibarang,
Pekuncen, Gumelar, Wangon, Lumbir, Jatilawang, Purwojati, dan Rawalo.
Pertemuan tersebut menjadi titik awal koordinasi di tahun 2026 antara penilik dan pihak SKB Ajibarang untuk menyelaraskan visi, menyatukan langkah strategis, serta memperkuat sinergi dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan mutu program pendidikan masyarakat agar lebih efektif, relevan, dan berdampak nyata bagi warga belajar.
Kepala SKB
Ajibarang, Ibu Rini Fitriandin, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini penting
sebagai pondasi kerja bersama di awal tahun. “Silaturahmi ini bukan sekadar
temu kangen, tetapi menjadi ruang menyamakan visi dan memperkuat kolaborasi
antara SKB dan para penilik,” ujarnya.
Selain ramah-tamah yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, acara tersebut juga diisi dengan sesi perkenalan tiga orang penilik yang baru dilantik pada 23 Desember 2025. Momen ini menjadi bagian penting dari agenda kegiatan, karena menandai masuknya energi dan sumber daya baru dalam struktur pengawasan serta pembinaan pendidikan masyarakat di wilayah Satuan Wilayah Kerja (Satwilker) SKB Ajibarang.
Perkenalan para penilik baru ini tidak sekadar formalitas, tetapi menjadi sarana awal untuk membangun komunikasi, saling mengenal peran, serta menyamakan persepsi antara penilik dan jajaran pengelola SKB Ajibarang. Dalam kesempatan tersebut, masing-masing penilik menyampaikan latar belakang singkat, pengalaman kerja, serta harapan mereka ke depan dalam menjalankan tugas pembinaan dan pengawasan program pendidikan nonformal. Hal ini dinilai penting agar sejak awal tercipta pemahaman bersama terkait tanggung jawab, pola kerja, dan arah pengembangan layanan pendidikan masyarakat.
Kehadiran tiga penilik baru tersebut diharapkan dapat memperkuat tim kerja yang sudah ada, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan masyarakat yang semakin kompleks di tahun 2026. Penilik memiliki peran strategis dalam memastikan program-program pendidikan nonformal, seperti pendidikan kesetaraan, kursus dan pelatihan, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, berjalan sesuai standar mutu dan kebutuhan warga belajar. Dengan bertambahnya personel penilik, beban kerja dapat dibagi lebih proporsional, sehingga proses pendampingan dan monitoring di lapangan bisa dilakukan secara lebih optimal.
Selain itu, sesi perkenalan juga dimanfaatkan sebagai ajang membangun sinergi awal antara penilik dan pihak SKB Ajibarang. Diskusi ringan yang terjadi selama acara membuka ruang pertukaran ide dan pandangan terkait kondisi riil pendidikan masyarakat di wilayah Ajibarang dan sekitarnya. Beberapa isu strategis, seperti peningkatan partisipasi warga belajar, kualitas tutor, serta relevansi program dengan kebutuhan dunia kerja dan kehidupan sosial masyarakat, turut menjadi topik pembicaraan yang mengemuka.
Penguatan tim kerja melalui kehadiran penilik baru ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas tata kelola pendidikan nonformal. Secara konseptual, kolaborasi yang solid antar unsur pengelola dan penilik terbukti mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, karena pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dan berorientasi pada peningkatan mutu. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat mendorong SKB Ajibarang menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap perubahan zaman.
Dengan demikian, kegiatan ramah-tamah yang dirangkai dengan perkenalan penilik baru ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat fondasi kerja tim di wilayah Satwilker SKB Ajibarang. Langkah awal ini diharapkan mampu menciptakan kerja sama yang solid dan berkelanjutan, sehingga seluruh program pendidikan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih terarah, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal.
Salah
seorang penilik baru yang dilantik pada Desember lalu menyampaikan, “Kami
merasa bangga bisa bergabung dan siap bekerja sama demi kemajuan pendidikan nonformal.”
“Suasana kekeluargaan yang tercipta hari ini menjadi modal penting untuk
membangun komunikasi yang lebih baik ke depan,” tambahnya.
Kepala SKB
Ajibarang, Rini Fitriandin, S.Pd., turut memperkenalkan secara singkat personil
yang ada di SKB kepada para penilik, sehingga terjalin komunikasi yang lebih
terbuka dan saling mengenal antarunsur.
Menurut Kepala
SKB Ajibarang, suasana santai yang dibangun dalam kegiatan tersebut diharapkan
mampu menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis. “Jika komunikasi terjalin
dengan baik, program-program ke depan akan lebih mudah disinergikan,”
tambahnya.
Salah satu
perwakilan penilik Satwilker SKB Ajibarang menyampaikan bahwa pertemuan awal
tahun ini memberikan energi positif. “Kami merasa lebih dekat dan saling
mengenal, sehingga koordinasi di lapangan nanti bisa berjalan lebih efektif,”
katanya.
Penilik
tersebut juga menilai bahwa perkenalan penilik baru menjadi langkah strategis
agar tidak terjadi sekat dalam pelaksanaan tugas di wilayah kerja
masing-masing. “Dengan saling mengenal, kami bisa saling mendukung. Dan jadikan
SKB ini sebagai laboratorium bagi penilik” tuturnya.
Penilik
lain menambahkan bahwa SKB Ajibarang memiliki peran penting sebagai mitra kerja
penilik dalam pengembangan program pendidikan nonformal. “Kolaborasi yang kuat
akan berdampak langsung pada kualitas layanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Dalam
suasana penuh keakraban, diskusi ringan mengenai tantangan dan peluang program
di tahun 2026 juga sempat mengemuka, meski belum masuk pada pembahasan teknis
yang mendalam.
Beberapa
peserta berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin sebagai sarana
evaluasi dan penguatan kebersamaan antarpenilik dan teman-teman pengelola SKB.
“Silaturahmi
ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi langkah awal untuk memperkuat sinergi
antara penilik dan SKB,” ujar salah satu penilik yang hadir. “Kami berharap
kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga hubungan antara penilik
dan SKB semakin erat,” tambahnya dengan penuh optimisme.
Ramah-tamah
tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun kerja tim
yang solid, responsif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan
masyarakat di wilayah barat Kabupaten Banyumas.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun sejak awal tahun, Penilik Satwilker dan keluarga besar SKB Ajibarang optimistis mampu menghadirkan program-program yang lebih sinergis dan berdampak positif sepanjang tahun 2026.


Posting Komentar