Sinergi Membangun Desa: Mahasiswa KKN UHB Hadirkan Solusi Terpadu Narkoba, UMKM, hingga Inovasi Sampah di Ciberem



BANYUMAS, INFO BANYUMAS – Dalam upaya nyata mewujudkan pengabdian masyarakat yang komprehensif, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Harapan Bangsa (UHB) resmi menggulirkan rangkaian Kegiatan Terpadu yang menyasar aspek kesehatan sosial, penguatan ekonomi rakyat, hingga kelestarian lingkungan di Desa Ciberem, Kabupaten Banyumas. Program yang berlangsung pada tanggal 19, 22, dan 24 Januari 2026 ini mengintegrasikan tiga agenda besar, yakni penyuluhan anti narkoba bertajuk "MELESAT" melalui kolaborasi dengan BNN Kabupaten Banyumas, pelatihan peningkatan kapasitas UMKM bersama Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), serta peluncuran alat pembakar sampah inovatif "BASMI".


Kegiatan yang berpusat di Aula Desa Ciberem serta lingkungan RT 05/RW 02 ini dirancang secara sistematis untuk menjawab tantangan mendasar yang dihadapi masyarakat setempat. Tingginya antusiasme warga terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, di berbagai elemen masyarakat mulai dari perangkat desa, tokoh pemuda, hingga pelaku usaha mikro serta mengambil bagian dalam setiap sesi.


Berdasarkan laporan di lapangan, pemilihan program ini didasarkan pada hasil observasi mendalam mahasiswa KKN terhadap kondisi Desa Ciberem. Ancaman menyebarkan penyebaran narkoba di kalangan generasi muda menjadi prioritas utama yang harus ditekan melalui edukasi preventif. Di sisi lain, potensi ekonomi warga melalui sektor UMKM dinilai masih memerlukan sentuhan profesional dalam hal manajemen dan pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Terakhir, masalah lingkungan terkait polusi asap akibat pembakaran sampah konvensional menjadi urgensi yang melatarbelakangi lahirnya teknologi yang tepat guna.


Dalam laporannya, penyelenggara menyebutkan bahwa sinergi antara ilmuwan, pemerintah desa, dan instansi vertikal seperti BNN serta PLUT adalah kunci keberhasilan program tersebut. Melalui pendekatan kolaboratif, mahasiswa KKN berupaya memastikan bahwa setiap materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi memiliki relevansi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh warga Desa Ciberem dalam kehidupan sehari-hari.


Pihak panitia juga menegaskan bahwa partisipasi aktif warga dalam tanya sesi jawab pada program MELESAT menunjukkan adanya kesadaran kolektif yang tinggi akan bahaya laten narkotika. Begitu pula pada sesi pelatihan UMKM, para pelaku usaha di desa tersebut mulai memahami pentingnya standar pengemasan produk yang menarik serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Puncak dari rangkaian kegiatan ditandai dengan peningkatan alat BASMI yang terbukti mampu meminimalisir asap sisa pembakaran sampah secara signifikan.


Keberhasilan rangkaian program ini tidak lepas dari visi yang diusung oleh para penggeraknya. Koordinator KKN Desa Ciberem, Moh Firhan Bawafi Yulian, menekankan bahwa seluruh agenda ini merupakan satu kesatuan visi untuk membangun desa yang tangguh dari berbagai sisi.



“Kegiatan terpadu ini kami rancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Ciberem. Melalui MELESAT bersama BNN Kabupaten Banyumas, kami ingin meningkatkan kesadaran pemuda akan bahaya narkoba. Melalui pelatihan UMKM bersama PLUT, kami mendorong kemandirian ekonomi warga. Sementara BASMI menjadi solusi pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan,” ujar Moh Firhan saat ditemui di lokasi kegiatan.


Senada dengan hal tersebut, pihak Pemerintah Desa Ciberem memberikan dukungan penuh. Bapak Sohib, selaku perangkat desa, menilai bahwa inisiatif yang diusung oleh mahasiswa UHB sangat tepat sasaran dengan kondisi sosiologis dan lingkungan desa saat ini “Kami mengapresiasi kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Harapan Bangsa dengan BNN Kabupaten Banyumas dan PLUT Kabupaten Banyumas. Program ini sangat relevan dengan kebutuhan desa, mulai dari pencegahan narkoba, penguatan UMKM, hingga pengelolaan sampah yang lebih sehat,” tutur Bapak Sohib dengan nada bangga.


Dukungan serupa juga datang dari mitra strategis yang terlibat langsung dalam pemberian materi dan pelatihan. Perwakilan dari BNN/PLUT yang mendampingi penyelenggaraan acara menyatakan bahwa model pemberdayaan berbasis kolaborasi seperti ini harus terus dipertahankan demi menjaga keinginan program di masa depan.


“Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap kolaborasi seperti ini bisa terus dilakukan. Edukasi narkoba dan penguatan UMKM sangat penting untuk membangun masyarakat yang sehat dan mandiri,” ungkap salah satu narasumber perwakilan instansi terkait.


Salah satu sorotan utama dalam rangkaian KKN ini adalah peresmian alat pembakar sampah BASMI (Bersih Asap, Sehat Masyarakat). Alat ini hadir sebagai solusi konkret atas keluhan warga RT 05/RW 02 yang selama ini terganggu oleh asap pembakaran sampah rumah tangga yang seringkali masuk ke pemukiman dan mengganggu kesehatan pernapasan.


Teknologi BASMI bekerja dengan sistem filtrasi sederhana namun efektif untuk mengikat partikel asap sebelum dilepaskan ke udara bebas. Dengan hadirnya alat ini, diharapkan pola pikir masyarakat dalam mengelola limbah domestik dapat berubah menjadi lebih modern dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.


Kegiatan yang berakhir pada hari Sabtu (24/1/2026) ini ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen dari para pemuda desa untuk menjadi "Duta Anti Narkoba" di lingkungan masing-masing. Universitas Harapan Bangsa melalui mahasiswanya telah membuktikan bahwa pengabdian masyarakat bukan sekedar memenuhi kriteria, melainkan tentang meninggalkan jejak manfaat yang membekas bagi kemajuan desa.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama