Tanamkan Nilai Aswaja Sejak Dini, Festival TK/RA Muslimat NU Kedungbanteng Berlangsung Meriah



KEDUNGBANTENG - Suasana penuh keceriaan dan semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Festival Aswaja TK/RA Muslimat NU Kecamatan Kedungbanteng yang digelar di Aula Korwilcam Dindik Kedungbanteng, Sabtu (24/01/2025), sebagai upaya menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sejak usia dini. Kegiatan ini menjadi ajang edukatif sekaligus rekreatif yang dirancang untuk mengembangkan karakter religius anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dunia mereka. 


“Festival ini kami rancang agar anak-anak belajar nilai keislaman dengan rasa gembira, bukan dengan paksaan,” ujar Ketua Panitia, Lia Rohmaliah, S.Ag., S.Pd., M.Pd.


Festival tersebut diikuti oleh 19 lembaga TK/RA di bawah naungan Muslimat NU Kecamatan Kedungbanteng dengan jumlah peserta mencapai 260 anak. Kehadiran ratusan peserta didik bersama guru dan orang tua menjadikan suasana kegiatan tampak semarak sejak pagi hari. Menurut panitia, antusiasme peserta menunjukkan besarnya dukungan terhadap pendidikan karakter berbasis nilai Aswaja di jenjang usia dini. 


“Kami melihat semangat luar biasa dari anak-anak dan orang tua yang hadir sejak awal hingga akhir acara,” kata Lia Rohmaliah.

Beragam lomba edukatif ditampilkan dalam festival ini, mulai dari lomba tartil Surat Asy-Syams, adzan subuh, cerita bergambar, estafet menyusun menara gelas dengan sumpit, hingga senam Anak Indonesia Hebat. Seluruh perlombaan dirancang untuk melatih keberanian, kreativitas, motorik, dan kepercayaan diri anak. “Setiap lomba mengandung unsur pembelajaran karakter dan kemandirian,” tutur salah satu guru pendamping peserta.


Tema kegiatan, “Dengan Festival Aswaja TK/RA Muslimat NU Koordinator Kedungbanteng kita wujudkan anak yang gembira, mandiri, kreatif, berakhlakul karimah berjiwa Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” menjadi ruh utama seluruh rangkaian acara. Tema ini menegaskan komitmen Muslimat NU dalam menghadirkan pendidikan holistik yang memadukan nilai agama, budaya, dan kebahagiaan anak. 


“Tema ini adalah cita-cita besar kami untuk masa depan generasi NU,” ungkap Lia Rohmaliah.


Ketua Panitia menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi bagian dari strategi pembelajaran karakter sejak usia dini. Menurutnya, nilai-nilai Aswaja harus ditanamkan dengan pendekatan yang ramah anak agar mudah diterima dan dihayati. 


“Anak-anak perlu dikenalkan akidah, ibadah, dan akhlak dengan cara yang menyenangkan dan penuh kasih,” katanya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari guru, orang tua, pengurus Muslimat NU, hingga instansi pendidikan. Dukungan lintas pihak dinilai menjadi kunci suksesnya festival ini. 


“Tanpa kebersamaan dan gotong royong, kegiatan ini tidak mungkin berjalan dengan lancar,” tutur Lia Rohmaliah.


Apresiasi juga disampaikan oleh Korwilcam Dindik Kecamatan Kedungbanteng, Anas Saeful Bahtiar, S.Pd., yang menilai festival ini sarat dengan nilai pendidikan karakter. Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan. 


“Apa yang ditanamkan hari ini akan menjadi karakter anak di masa depan,” ujarnya.


Menurut Anas, kegiatan seperti Festival Aswaja sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan moral, spiritual, dan sosial anak. Ia menilai pendekatan kolaboratif antara lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan patut terus dikembangkan.


 “Ini contoh sinergi yang sangat baik antara pendidikan dan nilai keagamaan,” katanya.


Lebih lanjut, Korwilcam Dindik Kedungbanteng berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin tahunan. Dengan demikian, nilai-nilai karakter dapat ditanamkan secara konsisten dan berkesinambungan. 


“Kami berharap festival ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang dengan inovasi yang lebih kreatif,” ucap Anas Saeful Bahtiar.


Selain menjadi sarana pembelajaran, festival ini juga menjadi ruang silaturahmi antarlembaga TK/RA Muslimat NU se-Kecamatan Kedungbanteng. Interaksi antarguru dan orang tua memperkuat jejaring pendidikan berbasis komunitas. 


“Kegiatan ini mempererat kebersamaan dan saling belajar antar lembaga,” ungkap salah satu orang tua peserta.


Festival TK/RA Muslimat NU Kecamatan Kedungbanteng ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para peserta serta sesi foto bersama. Raut bahagia terpancar dari wajah anak-anak yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. 


“Hari ini anak-anak pulang dengan pengalaman berharga dan kenangan indah,” ujar panitia, menandai komitmen Muslimat NU dalam menghadirkan pendidikan yang bermakna, menyenangkan, dan berlandaskan nilai Aswaja sejak usia dini.


Kontributor: Simas Korwilcam Dindik Kedungbanteng

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama