Terik Tak Surutkan Semangat, Festival Penutupan KKN 02 Randegan Satukan TPQ dalam Keceriaan dan Silaturahmi




WANGON - Festival penutupan dan perpisahan KKN 02 Randegan Mahad Aly Andalusia berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan pada Sabtu (24/1/2026) di Posko KKN 02 Randegan. Kegiatan yang dirangkai dengan berbagai perlombaan TPQ se-Randegan ini menjadi penanda akhir masa pengabdian mahasiswa sekaligus ajang silaturahmi antar-lembaga pendidikan Al-Qur’an.


 “Festival ini kami rancang sebagai penutup yang berkesan dan membahagiakan bagi masyarakat,” ujar Ketua Penyelenggara, Sohibul Ishom.


Festival tersebut diikuti oleh TPQ Jati Wungu, TPQ As Salam, TPQ Nuridzati, TPQ Al Ikhlas, TPQ Baitul Makmur, dan TPQ Al Muhajirin, serta melibatkan ibu-ibu Dasawisma RW 04 dan mahasiswa KKN Mahad Aly Andalusia. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menambah semarak kegiatan sejak pagi hingga sore hari. 


“Alhamdulillah, partisipasi warga dan TPQ sangat luar biasa,” ungkap Sohibul Ishom.


Beragam perlombaan edukatif dan rekreatif digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari lomba adzan, pidato cilik (pildacil), hafalan surat-surat pendek, hingga lomba mewarnai kaligrafi. Selain itu, lomba tangkap belut, sepak bola sarungan, dan paduan suara Cempaka turut menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dan penonton. 


“Kami ingin lomba yang mendidik sekaligus menghibur semua kalangan,” kata Sohibul.


Suasana festival tampak semarak dengan antusiasme peserta yang mengikuti perlombaan meski harus berjuang di bawah terik matahari dan hembusan angin kencang. Anak-anak TPQ tetap menunjukkan semangat dan keceriaan sepanjang kegiatan. 


“Di luar dugaan, semangat mereka tidak surut sama sekali,” ujar Sohibul Ishom dengan penuh apresiasi.


Menurut Sohibul, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa kegiatan sederhana yang dirancang dengan kebersamaan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia menilai festival ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga wadah memperkuat karakter, kepercayaan diri, dan ukhuwah Islamiyah anak-anak. 


“Kebersamaan inilah yang menjadi nilai utama kegiatan ini,” tuturnya.


Koordinator Lapangan KKN 02 Randegan, Haji Suwardi, S.Pd, dalam sambutannya pada acara penutupan, mengaku terkesan dengan partisipasi masyarakat, khususnya dalam lomba sepak bola sarungan. Ia menyebutkan bahwa antusiasme warga terlihat bahkan sejak persiapan hingga pelaksanaan lomba. 


“Saya takjub melihat semangat warga saat lomba sepak bola sarungan,” ungkapnya.


Haji Suwardi menuturkan bahwa beberapa peserta dan pendukung lomba sepak bola sarungan datang berombongan menggunakan mobil dari wilayah sekitar. Hal ini menunjukkan betapa besarnya minat dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan yang digelar mahasiswa KKN. 


“Antusiasnya luar biasa, mereka datang beramai-ramai,” katanya.


Ia menilai festival penutupan KKN ini berhasil menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antar-TPQ dan masyarakat Randegan. Kegiatan tersebut juga dinilai mampu menghadirkan hiburan yang sehat dan bernilai edukatif. 


“Inilah bentuk kegiatan yang menyatukan masyarakat,” ujar Haji Suwardi.

Selain sebagai ajang perpisahan, festival ini menjadi sarana mahasiswa KKN Mahad Aly Andalusia untuk meninggalkan kesan positif dan kenangan manis selama masa pengabdian di Randegan. Mahasiswa terlibat aktif sebagai panitia, pendamping lomba, hingga pengatur jalannya acara. 


“Kami ingin memberikan kenangan terbaik sebelum berpamitan,” kata Sohibul.


Ibu-ibu Dasawisma RW 04 pun turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan, mulai dari membantu konsumsi hingga memberikan dukungan moral kepada peserta lomba. Keterlibatan mereka memperkuat nuansa gotong royong dan kekeluargaan dalam festival tersebut. 


“Kebersamaan inilah yang membuat acara terasa hangat,” ungkap salah satu panitia.


Festival penutupan dan perpisahan KKN 02 Randegan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa di masa mendatang, baik oleh mahasiswa KKN maupun elemen masyarakat lainnya. Melalui kegiatan yang edukatif, kreatif, dan penuh kebersamaan, silaturahmi antar-TPQ dan masyarakat Randegan semakin erat. 


“Semoga kebersamaan ini terus terjaga meski KKN telah usai,” pungkas Haji Suwardi.


Kontributor: Iqbal

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama