Akses Jalan Dermaji–Sirongge Desa Dermaji Kecamatan Lumbir Lumpuh Sementara, Warga Bergerak Cepat Evakuasi Longsor


Dermaji, Info Banyumas. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lumbir pada Kamis, 12 Februari 2026, memicu terjadinya longsor di ruas jalan penghubung Dermaji–Sirongge, tepatnya di Desa Dermaji Grumbul Sirongge RT 04 RW 04. Material tanah yang menutup badan jalan sempat menghambat akses transportasi warga. Beruntung, masyarakat setempat bergerak cepat melakukan evakuasi secara gotong royong sehingga jalur vital tersebut dapat kembali dilalui.


Peristiwa longsor tersebut terjadi setelah intensitas hujan tinggi mengguyur kawasan perbukitan sekitar Dermaji. Tanah dari tebing di sisi jalan ambrol dan menutup sebagian besar badan jalan. Akses utama yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari, baik menuju pusat desa maupun ke wilayah lain, sempat terancam terputus. Jika jalur tersebut tidak segera dibersihkan, masyarakat harus memutar cukup jauh untuk mencapai tujuan.


Melihat kondisi tersebut, warga sekitar tanpa menunggu waktu lama langsung turun tangan. Dengan peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, dan alat manual lainnya, mereka bahu-membahu menyingkirkan material tanah. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena volume tanah yang menutup jalan cukup tebal dan lengket akibat kondisi basah.


Selain menggunakan tenaga manual, warga juga memanfaatkan mesin pompa air berukuran besar untuk membantu membersihkan sisa lumpur yang melekat di badan jalan. Air bertekanan tinggi diarahkan untuk mendorong tanah agar lebih mudah dialirkan ke sisi jalan. Upaya tersebut dilakukan demi memastikan permukaan jalan kembali aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.


Kegiatan evakuasi melibatkan banyak warga dari berbagai usia. Semangat kebersamaan tampak jelas ketika satu per satu warga datang membantu, meski hujan masih turun dengan intensitas ringan. Beberapa warga mengatur lalu lintas agar kendaraan tidak melintas di area yang masih dalam proses pembersihan, sementara yang lain fokus membersihkan material longsor.


Haryanto Panjul, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kejadian longsor di titik tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi. Ia menyebut sebelumnya warga sudah berupaya melakukan penanggulangan sederhana untuk mencegah longsor susulan.


“Sebelumnya sudah terjadi longsor di daerah yang sama. Kami warga masyarakat sudah menanggulanginya dengan membuat tanggul sederhana dari kandi bekas yang diisi dengan tanah. Namun karena hujan terlalu besar, menyebabkan longsor kembali,” ujar Haryanto.



Menurutnya, kondisi kontur tanah di lokasi tersebut memang cukup labil, terlebih saat diguyur hujan deras dalam waktu lama. Ia berharap ada perhatian lebih lanjut untuk penanganan permanen agar kejadian serupa tidak terus berulang dan membahayakan pengguna jalan.


Sementara itu, Kartiman Cadil, warga lainnya yang turut terlibat dalam proses pembersihan, menyampaikan rasa syukur karena akses jalan akhirnya dapat kembali digunakan. Ia menilai kepedulian masyarakat menjadi faktor utama yang mempercepat proses evakuasi.


“Alhamdulillah warga masyarakat banyak yang peduli sehingga akses jalan bisa dipakai kembali,” ungkap Kartiman.


Ia menambahkan bahwa jalan Dermaji–Sirongge merupakan jalur penting bagi aktivitas warga, termasuk untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari. Jika sampai terputus dalam waktu lama, dampaknya akan cukup besar bagi mobilitas masyarakat.


Selama proses evakuasi berlangsung, warga bekerja secara bergantian agar tenaga tetap terjaga. Beberapa di antaranya membawa makanan dan minuman untuk dibagikan kepada relawan yang membantu. Kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Dermaji.


Setelah beberapa jam kerja keras, material tanah yang menutup jalan berhasil disingkirkan. Meski demikian, warga tetap berhati-hati dan mengimbau pengguna jalan untuk melintas secara perlahan karena kondisi jalan masih licin. Sisa lumpur yang belum sepenuhnya kering berpotensi membahayakan jika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.


Peristiwa longsor ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan di musim penghujan. Intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko bencana tanah longsor, terutama di wilayah dengan struktur tanah labil dan berada di daerah perbukitan.


Warga berharap adanya penanganan lebih lanjut dari pihak terkait untuk memperkuat tebing di sekitar lokasi longsor. Upaya penanganan permanen dinilai penting agar akses jalan Dermaji–Sirongge tetap aman dan tidak kembali terancam terputus saat hujan deras melanda.


Meski sempat lumpuh sementara, akses jalan kini kembali dapat digunakan berkat kerja keras dan solidaritas warga. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Desa Dermaji menjadi contoh nyata bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat.


Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan, kepedulian sosial mampu menjadi solusi cepat dalam mengatasi persoalan bersama. Jalan yang sempat tertutup longsor kini kembali terbuka, memungkinkan aktivitas warga berjalan normal seperti sediakala.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama