BANTERAN - Ratusan siswa memadati aula SDN 1 Banteran, Jumat (13/02/2026) pagi, dengan wajah penuh rasa ingin tahu. Sejak pukul 09.00 WIB, layar besar terpasang di depan ruangan, mengubah aula sekolah menjadi bioskop mini edukatif. Melalui kerja sama strategis dengan PT Yakult Indonesia Persada, sekolah tersebut menggelar kegiatan nonton bersama film kesehatan sebagai bagian dari investasi literasi kesehatan sejak dini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial PT Yakult Indonesia Persada melalui unit Mobile Cinema (MCC). Program tersebut dirancang untuk mengenalkan sistem pencernaan manusia kepada siswa sekolah dasar secara menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami. Edukasi dikemas melalui media film animasi yang komunikatif sehingga pesan kesehatan dapat diterima dengan efektif oleh anak-anak.
Perwakilan tim edukasi, Kak Nadia, menjelaskan bahwa pendekatan audio-visual dipilih agar siswa lebih mudah memahami konsep yang selama ini hanya mereka kenal lewat buku pelajaran.
“Anak-anak belajar paling efektif ketika mereka melihat dan merasakan langsung. Film ini mengajak mereka menjelajah ke dalam tubuh sendiri, memahami bagaimana makanan diproses, dan mengapa menjaga kesehatan usus itu sangat penting,” ujar Kak Nadia di hadapan siswa.
Film yang ditayangkan membawa siswa “masuk” ke dalam sistem pencernaan manusia. Melalui animasi yang menarik, dijelaskan proses perjalanan makanan dari lambung, usus halus, hingga usus besar. Tayangan tersebut juga memperlihatkan peran bakteri baik dan bakteri jahat yang saling berinteraksi di dalam usus, sehingga siswa memahami pentingnya menjaga keseimbangan mikroorganisme dalam tubuh.
Kak Nadia menekankan bahwa usus memiliki peran vital dalam sistem kekebalan tubuh. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar sistem imun manusia terbentuk di organ tersebut, sehingga menjaga kesehatan pencernaan berarti menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
“Di dalam perut kita ada miliaran bakteri baik yang menjadi sahabat tubuh. Tugas kita adalah memberi mereka makanan sehat, seperti buah, sayur, dan minuman probiotik, agar jumlahnya tetap seimbang dan kita tidak mudah sakit,” jelasnya.
Dalam sesi interaktif, Kak Nadia juga memaparkan tiga pilar utama menjaga kesehatan pencernaan bagi anak usia sekolah, yakni membiasakan mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi serat dan air putih yang cukup, serta menambah asupan probiotik untuk menjaga keseimbangan mikroba usus. Siswa tampak aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti kuis ringan yang diberikan.
Kepala SDN 1 Banteran dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk konkret sinergi antara dunia pendidikan dan sektor industri dalam membangun generasi sehat dan berprestasi.
“Kesehatan adalah fondasi utama keberhasilan belajar. Siswa yang sehat akan memiliki konsentrasi lebih baik, daya tahan tubuh kuat, dan semangat belajar tinggi. Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki literasi kesehatan yang baik sejak dini,” tuturnya.
Sebagai puncak kegiatan, seluruh siswa menerima sampel produk probiotik dari PT Yakult Indonesia Persada. Dalam suasana penuh keceriaan, Kak Nadia memandu prosesi “Minum Bersama” yang disambut riuh antusias anak-anak. Guru-guru turut mendampingi untuk memastikan siswa memahami manfaat konsumsi probiotik sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Salah satu siswi, Tasya, mengaku senang dengan format pembelajaran yang berbeda dari biasanya. Ia merasa lebih mudah memahami materi karena disajikan melalui film dan praktik langsung.
“Seru sekali acaranya. Biasanya kami belajar tentang organ tubuh dari buku, tapi hari ini bisa melihat lewat film yang menarik. Sekarang saya tahu kalau di dalam usus ada bakteri baik yang harus dijaga supaya tidak mudah sakit,” ungkap Tasya dengan wajah berseri.
Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang siang tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian brosur edukasi kesehatan untuk dibawa pulang. Melalui sinema edukasi ini, SDN 1 Banteran menegaskan komitmennya untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga sadar pentingnya menjaga kesehatan sebagai investasi masa depan.
Kontributor: Tim Kreatif Website SDN 1 Banteran
Posting Komentar