Di Bawah Langit Pagi Randegan, Janji Siaga Mula Menggema: Pelantikan Kelas II SDN 2 Randegan Teguhkan Karakter Sejak Dini


WANGON – Di bawah langit pagi yang cerah di Randegan, Jumat (13/2/2026), halaman SDN 2 Randegan menjelma menjadi ruang sakral pembentukan karakter. Puluhan siswa kelas II resmi dilantik sebagai Siaga Mula dalam sebuah prosesi khidmat yang sarat nilai pendidikan, menandai langkah awal mereka memasuki dunia kepramukaan sebagai wahana belajar disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sejak usia dini.


Pelantikan dipimpin langsung oleh Pramuja Abdi Mulyana, S.Pd., dengan pendampingan pembina pembantu Keni Supriyatin, Diyah Nurul Laeli, dan Nawangsih Cahya Wulandari. Sejak awal upacara, barisan peserta tampak rapi mengenakan seragam Pramuka lengkap. Wajah-wajah polos penuh harap itu mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan kesungguhan, mulai dari penghormatan kepada pembina upacara hingga pembacaan Dwi Satya dan Dwi Darma secara lantang dan serempak.


“Siaga Mula bukan hanya tentang mengenakan seragam atau tanda kecakapan. Ini adalah awal pembelajaran tentang tanggung jawab, kejujuran, dan keberanian berbuat baik. Apa yang kalian ucapkan hari ini adalah janji yang harus dijaga dalam sikap sehari-hari,” tegas Abdi Mulyana di hadapan seluruh peserta dan guru yang menyaksikan prosesi tersebut.


Suasana semakin haru ketika satu per satu siswa maju untuk menerima penyematan tanda Siaga Mula. Penyematan itu menjadi simbol resmi keanggotaan mereka dalam Gerakan Pramuka sekaligus peneguhan komitmen untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin. Sorot mata bangga tampak dari para siswa yang kembali ke barisan setelah disematkan tanda di seragamnya.


“Kami ingin anak-anak memahami bahwa setiap tanda yang mereka kenakan memiliki makna. Tanda itu adalah pengingat agar mereka berani berkata jujur, berbuat baik, dan membantu teman. Pramuka adalah tempat belajar menjadi manusia yang bertanggung jawab,” lanjut Abdi dengan nada penuh kesungguhan.


Pelantikan Siaga Mula ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter di SDN 2 Randegan yang menekankan keseimbangan antara kecakapan akademik dan pembentukan moral. Sekolah meyakini bahwa pendidikan karakter tidak bisa ditunda, melainkan harus ditanamkan sejak dini melalui pembiasaan dan pengalaman nyata seperti kegiatan kepramukaan.


“Nilai-nilai Dwi Satya dan Dwi Darma jangan hanya dihafal, tetapi dipraktikkan. Di rumah hormati orang tua, di sekolah patuhi guru, dan di lingkungan jadilah anak yang peduli. Karakter itu dibentuk dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus,” ujarnya menambahkan.


Menurut Abdi, kegiatan kepramukaan di tingkat Siaga dirancang sesuai tahap perkembangan anak. Pendekatan yang digunakan bersifat menyenangkan, edukatif, dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Anak-anak diajak belajar melalui permainan, kerja kelompok, serta aktivitas luar ruang yang menantang namun aman.


“Melalui permainan edukatif dan kegiatan kelompok, anak-anak belajar bekerja sama dan saling menghargai. Di situlah karakter mereka dibentuk secara alami. Kami ingin mereka merasa senang, tetapi tetap menyerap nilai-nilai penting yang akan menjadi bekal di masa depan,” jelasnya.


Sepanjang kegiatan berlangsung, para pembina pembantu memastikan setiap tahapan berjalan tertib dan aman. Mereka dengan sabar membantu mengatur barisan, membimbing siswa yang tampak gugup, serta memberi dorongan agar anak-anak tampil percaya diri. Dukungan tersebut membuat suasana pelantikan terasa hangat dan penuh kebersamaan.


“Kami berharap anak-anak tidak hanya menjadi siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang baik dan sikap terpuji. Pendidikan sejati adalah ketika ilmu dan karakter berjalan seimbang. Hari ini adalah awal perjalanan panjang mereka menjadi tunas bangsa yang kuat dan berbudi luhur,” pungkas Abdi Mulyana. Dengan lantangnya ikrar yang telah diucapkan, pelantikan Siaga Mula kelas II SDN 2 Randegan menjadi penanda bahwa karakter dibangun sejak langkah pertama, di bawah langit pagi yang menjadi saksi lahirnya komitmen kecil penuh makna.


Kontributor: Nawangsih Cahya Wulandari

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama