KARANGLEWAS, INFO BANYUMAS – Ratusan siswa dari lintas jenjang pendidikan di Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, menggetarkan jalanan desa dengan kreativitas tanpa batas dalam gelaran Pawai Ta’aruf menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H pada Jumat (13/2/2026) pagi. Mengusung konsep kolaborasi antara SDN 1 Kediri, KB Tunas Bangsa, dan TK Pertiwi 05 Kediri, acara ini berhasil mengubah suasana pedesaan menjadi panggung seni terbuka yang memadukan tradisi lokal musik "tek-tek" dengan estetika modern parade payung hias. Kemeriahan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan representasi kebangkitan kreativitas siswa dari wilayah pinggiran yang siap bersaing di kancah yang lebih luas.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut memperlihatkan bagaimana institusi pendidikan dasar mampu membangun sinergi yang kuat dengan lingkungan sekitar. Rute pawai yang melintasi jalan-jalan utama Desa Kediri dipenuhi oleh warga yang antusias menyaksikan barisan siswa-siswi yang tampil dengan atribut penuh warna. SDN 1 Kediri sebagai inisiator utama sengaja menggandeng lembaga pendidikan anak usia dini seperti KB Tunas Bangsa dan TK Pertiwi 05 untuk menanamkan pemahaman nilai-nilai kegamaan serta kegembiraan menyambut Ramadan sejak usia sedini mungkin.
Dalam iring-iringan tersebut, para siswi terlihat mencuri perhatian publik melalui parade payung hias bertema "Ramadan Ceria". Setiap payung yang dibawa merupakan hasil kreativitas mandiri, dihiasi dengan berbagai ornamen yang mencerminkan keceriaan dan kebersihan hati. Penampilan tersebut dikontraskan secara apik oleh barisan siswa laki-laki yang tampil gagah mengenakan selempang sarung. Kelompok siswa ini bertugas sebagai pemandu irama dengan memainkan alat musik "tek-tek" yang memanfaatkan barang bekas seperti kentongan, panci, hingga ember. Suara ritmis dari alat-alat tersebut menciptakan harmoni suara yang memecah keheningan desa, sekaligus memberikan pesan kuat mengenai pentingnya pemanfaatan limbah menjadi karya seni yang bernilai.
Dukungan penuh dari pemerintah desa juga terlihat jelas sepanjang berlangsungnya acara tersebut. Kepala Desa Kediri, Bapak Kusto, dilaporkan hadir dan membaur langsung di tengah barisan bersama para wali murid. Kehadiran pemimpin desa tersebut dinilai sebagai bentuk legitimasi bahwa pendidikan karakter dan syiar budaya Islam merupakan tanggung jawab kolektif antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah. Kehangatan interaksi antara elemen masyarakat tersebut menambah nilai emosional dalam perayaan yang digelar secara khidmat namun meriah.
Setelah menempuh rute yang cukup panjang, kegembiraan peserta memuncak di garis finis dengan adanya pemberian penghargaan bagi peserta didik. Pihak sekolah telah menyiapkan berbagai kategori apresiasi, mulai dari Peserta Terfavorit, Terkreatif, hingga Tersemangat. Penilaian tersebut didasarkan pada totalitas penampilan, kerapihan barisan, hingga tingkat kerumitan properti yang dibuat secara swadaya oleh siswa dan orang tua. Langkah pemberian apresiasi tersebut diambil untuk memotivasi siswa agar terus berani mengeksplorasi potensi diri dan tidak merasa rendah diri meskipun bersekolah di wilayah pedesaan.
Melalui momentum tersebut, SDN 1 Kediri juga berupaya memperkuat citra sekolah di mata masyarakat Korwilcam Dindik Karanglewas. Sekolah ingin membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas atau lokasi geografis bukan menjadi penghalang bagi siswa untuk berprestasi. Syiar Ramadan melalui pawai tersebut menjadi bukti nyata bahwa sekolah negeri di desa mampu menyelenggarakan kegiatan berskala besar dengan manajemen yang rapi dan hasil yang estetis.
Kepala SDN 1 Kediri, Candra Septo Rinoaji, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pandangannya terkait urgensi kegiatan ini bagi perkembangan mentalitas para siswanya. Beliau menekankan bahwa kepercayaan diri adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
"Kegiatan ini adalah simbol semangat kita bersama. Kami ingin menunjukkan dengan nyata kepada khalayak luas bahwa walau berada di wilayah desa, tingkat kreativitas dan kepercayaan diri anak-anak kami tidak kalah sedikit pun dengan sekolah-sekolah yang berada di pusat kota. SDN 1 Kediri adalah Sekolah Negeri Banyak Prestasi, dan pawai ini adalah panggung bagi mereka untuk membuktikannya," tegas Candra dengan nada penuh optimisme saat memberikan sambutan di hadapan para peserta dan wali murid.
Beliau juga menambahkan bahwa antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswa dalam menyiapkan properti dari barang bekas adalah cerminan dari kurikulum yang mengedepankan kemandirian. Candra berharap, melalui tabuhan musik tek-tek dan warna-warni payung hias ini, masyarakat semakin yakin untuk menitipkan pendidikan putra-putrinya di SDN 1 Kediri sebagai lembaga pendidikan pilihan utama.
Dengan berakhirnya Pawai Ta’aruf ini, Desa Kediri kini resmi memasuki suasana Ramadan dengan penuh suka cita. Semangat "tek-tek" yang ritmis dan payung hias yang berwarna-warni diharapkan menjadi memori kolektif yang mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus pengingat bahwa di tangan anak-anak desa inilah masa depan syiar dan prestasi bangsa diletakkan.
Laporan oleh: Noviatun, S.Pd.


Posting Komentar