Haru dan Penuh Syukur, SDN 6 Lumbir Gelar Pengajian dan Tasyakuran Mushola Al-Muta’allimin

Lumbir, Info Banyumas. Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti keluarga besar Sekolah Dasar Negeri 6 Lumbir pada Kamis, 12 Februari 2026. Sekolah tersebut menggelar Pengajian dan Tasyakuran Mushola Al-Muta’allimin sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan mushola di lingkungan sekolah. Kegiatan yang melibatkan seluruh peserta didik, bapak ibu guru, komite sekolah, serta menghadirkan Kyai Misdi sebagai pengisi pengajian ini menjadi momentum bersejarah setelah perjuangan panjang sejak tahun 2019.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan sholat duha berjamaah di halaman sekolah yang diimami oleh Bapak Sukim, S.Pd.SD. Sejak pagi, siswa-siswi tampak rapi mengenakan busana muslim, duduk tertib di bawah langit cerah, mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian yang dilaksanakan di ruang paralel SDN 6 Lumbir, diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan komite sekolah. Suasana religius semakin terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, mengiringi rasa syukur atas berdirinya rumah ibadah baru di lingkungan sekolah.


Puncak acara ditandai dengan penyerahan simbolis kunci mushola dari Ketua Komite kepada Kepala SDN 6 Lumbir sebagai tanda resmi digunakannya Mushola Al-Muta’allimin. Prosesi tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tasyakuran berupa pemotongan tumpeng dan makan bersama seluruh warga sekolah.


Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas selesainya pembangunan mushola yang telah melalui perjalanan panjang dan penuh tantangan. Pembangunan Mushola Al-Muta’allimin tercatat melewati tiga periode kepemimpinan kepala sekolah sejak tahun 2019 hingga awal 2026. Pada masa kepemimpinan Bapak Sukasno, S.Pd. (almarhum), muncul gagasan awal pembangunan mushola di lingkungan sekolah. Beliau merasa prihatin melihat para siswa yang harus menyeberang jalan raya untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di mushola terdekat, sementara jalan di depan sekolah merupakan jalur utama dengan lalu lintas yang cukup padat.


Pada periode kepemimpinan Ibu Ratini, S.Pd.SD, pembangunan mulai direalisasikan dengan pengerjaan pondasi mushola. Meski berjalan bertahap, komitmen untuk menghadirkan tempat ibadah di lingkungan sekolah tetap terjaga. Hingga akhirnya, pada masa kepemimpinan Bapak Tiswan, S.Pd., pembangunan dilanjutkan secara intensif sejak Agustus 2025 dan berhasil diselesaikan pada awal Februari 2026. Mushola berukuran 7x8 meter itu kini berdiri kokoh dan representatif untuk digunakan sholat dzuhur berjamaah oleh guru dan siswa.


Keberhasilan pembangunan mushola tersebut tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. Donasi yang dihimpun berasal dari infak harian siswa, dukungan wali murid, kontribusi bapak ibu guru, para alumni, serta masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut menjadikan pembangunan mushola dapat diselesaikan dalam waktu relatif cepat pada tahap akhir pengerjaan.



Kepala SDN 6 Lumbir, Tiswan, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dan haru atas selesainya pembangunan mushola yang telah lama diimpikan. Ia mengungkapkan bahwa perjuangan tersebut tidaklah mudah, mengingat pada awalnya pembangunan hanya mengandalkan infak harian peserta didik secara sukarela.


“Kami sangat berbahagia karena perjuangan membangun mushola ini sangat berat. Awalnya hanya mengandalkan infak harian anak-anak seikhlasnya. Namun Allah menolong dengan mengetuk hati para donatur sehingga pembangunan mushola bisa terselesaikan sesuai target, sebelum Ramadhan tahun ini,” ujar Tiswan.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, pembangunan mushola ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan investasi spiritual bagi generasi penerus.


“Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga menjadi amal jariyah. Harapan kami, dengan adanya mushola baru ini, warga sekolah lebih nyaman beribadah dan anak-anak semakin semangat melaksanakan sholat berjamaah,” tambahnya.



Ketua Komite SDN 6 Lumbir, Maryanto, S.H., turut mengungkapkan rasa bangga atas terwujudnya Mushola Al-Muta’allimin. Ia menilai pembangunan tersebut merupakan bukti nyata kekompakan seluruh pemangku kepentingan sekolah.


“Kami bangga karena ini terwujud berkat kekompakan semua stakeholder, baik pihak sekolah, wali siswa maupun masyarakat. Semoga mushola ini dimanfaatkan dengan baik dan menjadikan anak-anak semakin berakhlak dan berkarakter mulia,” tutur Maryanto.


Sementara itu, dalam tausiyahnya, Kyai Misdi menyampaikan rasa syukur atas berdirinya rumah Allah di lingkungan sekolah. Ia mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh keluarga besar SDN 6 Lumbir. Dalam ceramahnya, ia mengutip hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan membangun masjid.


“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya rumah seperti itu pula di surga. (HR. Ibnu Majah),” ucap Kyai Misdi di hadapan para siswa dan guru.


Ia berharap keberadaan mushola tersebut tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat pembinaan karakter religius siswa.


“Saya berharap dengan adanya mushola di SDN 6 Lumbir ini, anak-anak semakin rajin beribadah, melaksanakan sholat baik fardhu maupun sunnah. Ini akan menjadi bekal ketika mereka dewasa, karena sholat adalah kunci ketenangan dan kebahagiaan dunia serta akhirat,” pesannya.


Kegiatan pengajian dan tasyakuran tersebut berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan. Wajah-wajah bahagia terpancar dari para siswa yang kini tidak lagi harus menyeberang jalan raya untuk menunaikan sholat dzuhur berjamaah. Mushola Al-Muta’allimin menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan komitmen sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan spiritualitas.


Dengan berdirinya mushola tersebut, SDN 6 Lumbir menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, religius, dan nyaman bagi peserta didik. Perjalanan panjang sejak 2019 hingga 2026 itu kini berbuah manis, menjadi catatan sejarah tersendiri bagi keluarga besar sekolah dan masyarakat sekitar.


Kontributor: Rusiyati, S.Pd.SD.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama