Membentengi Generasi Sejak Dini: Mahasiswa KKN UNWIKU Bedah Bahaya Pergaulan Bebas di SD Negeri Karanglo



KEMRANJEN, INFO BANYUMAS – Ratusan siswa SD Negeri Karanglo, Kecamatan Kemranjen, tampak memenuhi ruang pertemuan dengan raut wajah penuh rasa ingin tahu pada Selasa pagi, 10 Februari 2026. Kehadiran belasan mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma (UNWIKU) Purwokerto di sekolah tersebut bukan tanpa alasan; mereka membawa misi krusial dalam upaya preventif menjaga moralitas generasi muda melalui kegiatan bertajuk "Sosialisasi Bahaya Pergaulan Bebas". Kegiatan yang berlangsung dinamis ini menjadi langkah konkret dalam membekali anak-anak usia sekolah dasar dengan pemahaman komprehensif mengenai batasan etika sosial dan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan yang kian kompleks di era digital.


Program edukatif tersebut diselenggarakan oleh kelompok mahasiswa yang tengah menjalani masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sibalung. Sebanyak 13 mahasiswa yang tergabung dalam Kordes (Koordinator Desa) Sibalung ini menghadirkan kolaborasi lintas disiplin ilmu, mulai dari perspektif Hukum, Ekonomi, hingga Teknik, untuk memberikan wawasan yang kaya bagi para siswa. Kehadiran mereka merupakan bagian dari penerjunan besar-besaran mahasiswa KKN UNWIKU tahun 2026 di wilayah Kabupaten Banyumas, yang difokuskan pada penguatan nilai-nilai sosial dan kesehatan mental di tingkat akar rumput.


Koordinator Desa (Kordes) KKN UNWIKU, Rifqi Anwar Febrian, memaparkan landasan filosofis di balik pemilihan materi pergaulan bebas untuk anak setingkat sekolah dasar. Menurut Rifqi, pencegahan terhadap perilaku menyimpang tidak bisa menunggu hingga anak menginjak usia remaja, melainkan harus dimulai sejak mereka berada di fase pendidikan dasar. Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk meletakkan batu pertama dalam pemahaman anak mengenai cara berinteraksi yang sehat, baik saat berada di lingkungan sekolah yang terpantau guru maupun di tengah lingkungan masyarakat yang jauh lebih heterogen.


Rifqi menegaskan bahwa edukasi ini sangat penting sebagai tameng bagi anak-anak agar mampu memfilter informasi dan ajakan yang mereka temui sehari-hari. Ia berharap melalui metode penyampaian yang tepat, para siswa tidak merasa sedang digurui, melainkan merasa sedang dibekali "senjata" pengetahuan untuk melindungi masa depan mereka sendiri. “Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat memahami pentingnya memilih teman yang baik dan mampu menjaga diri dari pengaruh pergaulan yang kurang positif,” ujar Rifqi dengan nada penuh harap.


Mahasiswa KKN UNWIKU menyadari bahwa penyampaian materi berat mengenai "pergaulan bebas" kepada siswa SD memerlukan pendekatan yang kreatif. Oleh karena itu, kegiatan tersebut tidak dilakukan melalui ceramah searah yang menjemukan. Tim KKN menyajikan tayangan audio visual yang menarik, yang menggambarkan komparasi antara contoh pergaulan yang sehat dengan perilaku yang menyimpang dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media gambar dan video ini terbukti efektif menjaga atensi siswa tetap tinggi sepanjang acara.


Kordes KKN UNWIKU menambahkan bahwa pemilihan konten audio visual tersebut dilakukan melalui riset internal tim agar sesuai dengan tingkat kognitif anak usia 7 hingga 12 tahun. Melalui media tersebut, para mahasiswa dapat menunjukkan secara gamblang dampak jangka pendek maupun jangka panjang dari salah pergaulan tanpa harus menggunakan istilah-istilah medis atau hukum yang terlalu rumit. Ia menyebutkan bahwa antusiasme siswa yang sangat tinggi membuktikan bahwa pesan-pesan moral tersebut dapat terserap dengan baik ketika dibungkus dengan kemasan teknologi dan komunikasi yang tepat.


Suasana semakin semarak saat sesi transisi diisi dengan berbagai permainan edukatif. Salma, salah satu mahasiswi KKN yang bertindak sebagai pemandu acara, berhasil menghidupkan suasana melalui games yang menyisipkan pesan tentang kerjasama tim dan kejujuran. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kedekatan emosional antara mahasiswa dan siswa, sehingga diskusi mengenai bahaya pergaulan bebas terasa seperti obrolan antara kakak dan adik yang saling menyayangi.


Langkah progresif para mahasiswa ini mendapat sambutan hangat dari pihak birokrasi sekolah. Kepala SD Negeri Karanglo, Aris Sumbono, S.Pd.I., M.Pd, menyatakan bahwa pihak sekolah merasa sangat terbantu dengan inisiatif mahasiswa KKN UNWIKU. Baginya, tantangan mendidik anak di zaman sekarang tidak hanya terbatas pada literasi dan numerasi, tetapi juga pada penjagaan akhlak di tengah arus informasi yang tak terbendung. Kehadiran mahasiswa dianggap memberikan penyegaran bagi para siswa dalam menerima materi budi pekerti dengan perspektif yang lebih modern.



Aris menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi para mahasiswa yang telah meluangkan waktu dan pemikiran untuk menyusun program ini. Ia berharap kolaborasi semacam ini tidak berhenti pada satu momen saja, tetapi dapat menjadi pemicu bagi program-program serupa di masa mendatang. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian mahasiswa KKN UNWIKU. Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif dan menjadi bekal bagi anak-anak dalam menjalani pergaulan sehari-hari,” ungkap Aris dengan tulus.


Melalui kegiatan sosialisasi yang intensif ini, diharapkan para siswa SD Negeri Karanglo tidak hanya sekadar hafal mengenai definisi pergaulan bebas, tetapi mampu menginternalisasi nilai-nilai pergaulan yang sehat dalam tindakan nyata. Pengetahuan tentang bagaimana cara berkata "tidak" pada ajakan yang merugikan, serta kemampuan untuk memilih lingkaran pertemanan yang mendukung prestasi, diharapkan menjadi warisan berharga dari kehadiran mahasiswa UNWIKU di desa tersebut.


Program KKN ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan lembaga pendidikan dasar merupakan kunci dalam membangun pertahanan moral masyarakat. Dengan bekal pengetahuan yang diberikan sejak dini, siswa SD Negeri Karanglo diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, mampu menjaga martabat keluarga, dan menjadi aset berharga bagi bangsa Indonesia di masa depan.

Kontributor: Restuti Maulida, S.Pd. M.Ed


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama