WANGON, INFO BANYUMAS - Gerakan pembiasaan literasi kembali menggema di SD Negeri 1 Karangtengah, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada Selasa, 10 Februari 2026. Seluruh siswa dari kelas rendah hingga kelas tinggi tampak larut dalam kegiatan membaca bersama yang dilaksanakan secara serentak di lingkungan sekolah. Program ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam membangun budaya gemar membaca sekaligus menanamkan karakter positif melalui 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia.
Kegiatan literasi tersebut berlangsung tertib dan penuh semangat di berbagai sudut sekolah. Setiap siswa membawa buku bacaan masing-masing, baik buku cerita, buku pengetahuan, maupun buku pelajaran. Sekolah menetapkan durasi kegiatan membaca selama 20–30 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Kepala SD Negeri 1 Karangtengah, Yuli Arifiyanti, menegaskan bahwa pembiasaan membaca merupakan fondasi penting dalam dunia pendidikan. “Kami ingin menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Dengan membaca, anak-anak belajar membuka jendela dunia dan memperluas cara berpikir mereka,” ungkapnya.
Menurut Yuli, program literasi ini sengaja dirancang secara berkelanjutan agar menjadi kebiasaan positif yang melekat pada diri siswa. Kegiatan membaca rutin dinilai mampu melatih kedisiplinan, kemandirian, dan rasa ingin tahu anak. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari penerapan 7 Kebiasaan Anak Hebat yang sedang digalakkan pemerintah.
“Melalui pembiasaan literasi selama 20 sampai 30 menit setiap hari, kami berharap anak-anak lebih mencintai buku daripada gawai. Kebiasaan baik harus dimulai dari langkah kecil namun konsisten,” tambah Yuli dengan penuh optimisme.
Guru Kelas 4 SD Negeri 1 Karangtengah, Dewi Puji Astuti, menjelaskan bahwa kegiatan literasi dilakukan sebelum jam pelajaran pertama dimulai. Para siswa diberi kebebasan memilih buku sesuai minat masing-masing agar mereka merasa nyaman dan tidak tertekan. Suasana membaca dibuat santai namun tetap tertib agar tujuan kegiatan dapat tercapai.
“Kami melihat perubahan yang cukup signifikan pada anak-anak. Setelah membaca, mereka menjadi lebih fokus dan siap mengikuti pelajaran. Kegiatan ini sangat membantu meningkatkan konsentrasi belajar siswa,” tutur Dewi Puji Astuti.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, sekolah menyediakan pojok baca di setiap kelas serta memperkaya koleksi buku di perpustakaan. Berbagai jenis buku disediakan agar siswa memiliki banyak pilihan bacaan. Selain itu, guru juga sering mengajak siswa berdiskusi singkat mengenai isi buku yang telah dibaca untuk melatih kemampuan berpikir kritis mereka.
Dewi Puji Astuti menambahkan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca teks, tetapi juga membangun karakter anak. “Dalam 7 Kebiasaan Anak Hebat, membaca sangat berkaitan dengan kebiasaan disiplin, mandiri, kreatif, dan gemar belajar. Semua kebiasaan itu kami latih melalui kegiatan literasi harian ini,” jelasnya.
Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka tampak menikmati setiap halaman buku yang dibaca, bahkan sebagian saling bertukar cerita mengenai isi bacaan. Kebiasaan positif ini perlahan membentuk lingkungan sekolah yang lebih tenang, tertib, dan kaya akan pengetahuan.
Faqih Rahmat, siswa kelas 3 SD Negeri 1 Karangtengah, mengaku sangat senang dengan kegiatan membaca bersama tersebut. “Saya jadi lebih suka membaca buku cerita. Kalau membaca bareng teman-teman rasanya seru dan menyenangkan,” katanya dengan wajah ceria.
Faqih juga merasakan banyak manfaat setelah rutin mengikuti kegiatan literasi. Ia menjadi lebih mudah memahami pelajaran di kelas dan semakin percaya diri ketika diminta bercerita di depan teman-temannya. Hal serupa dirasakan oleh siswa lain yang mulai terbiasa menjadikan membaca sebagai kegiatan sehari-hari.
Menutup kegiatan hari itu, Kepala Sekolah kembali menegaskan harapannya terhadap keberlanjutan program literasi di SD Negeri 1 Karangtengah. “Kami ingin budaya membaca tidak hanya hidup di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat. Jika anak-anak sudah akrab dengan buku, maka 7 Kebiasaan Anak Hebat akan tumbuh kuat dalam diri mereka,” pungkas Yuli Arifiyanti.
Penulis : Windi Restiana


Posting Komentar