KEDUNGBANTENG, INFO BANYUMAS – Ratusan pramuka Siaga dan Penggalang di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Kutaliman memadati halaman sekolah dengan suasana yang khusyuk guna melantunkan 99 nama indah Allah, Asmaul Husna, secara serempak pada Jumat kedua bulan Ramadan 1447 H. Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari ini merupakan bagian dari program penguatan karakter religius yang diintegrasikan ke dalam kegiatan kepramukaan, bertujuan untuk menciptakan suasana sekolah yang sejuk sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritualitas yang mendalam bagi seluruh warga sekolah di tengah kesucian bulan Ramadan.
Kegiatan religius tersebut dilaksanakan sebagai bentuk nyata dari komitmen pihak sekolah dalam memanfaatkan momentum bulan suci untuk memperhalus budi pekerti para siswa melalui pembiasaan positif. Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, gema Asmaul Husna yang dikumandangkan oleh para siswa tidak hanya berfungsi sebagai pengisi waktu luang sebelum jam pelajaran dimulai, melainkan menjadi instrumen penting dalam membentuk ketenangan batin. Pihak sekolah meyakini bahwa dengan melafalkan nama-nama Allah yang penuh makna, para siswa secara tidak langsung sedang menginternalisasi sifat-sifat mulia seperti kasih sayang, kejujuran, dan kesabaran ke dalam diri mereka masing-masing.
Lebih lanjut, program pembiasaan tersebut dilaporkan bukan sekadar agenda musiman yang hanya muncul saat Ramadan tiba. Meskipun intensitasnya ditingkatkan selama bulan puasa, pembacaan Asmaul Husna sebenarnya telah menjadi bagian dari kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) di SDN 2 Kutaliman yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat. Melalui konsistensi tersebut, sekolah berharap agar para anggota pramuka Siaga dan Penggalang memiliki pondasi iman yang kuat guna membentengi diri dari pengaruh negatif di era digital, sekaligus menjadi sarana untuk melatih kefasihan mereka dalam melafalkan doa-doa dalam bahasa Arab.
Pembina Pramuka yang mendampingi jalannya kegiatan tersebut mengonfirmasi bahwa pendekatan spiritual ini sangat efektif dalam mendisiplinkan siswa tanpa menggunakan kekerasan. Dengan suasana yang religius, para siswa cenderung lebih tertib dan menunjukkan rasa hormat yang lebih tinggi kepada sesama teman maupun guru. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut juga tidak lepas dari dukungan penuh para orang tua murid yang menginginkan putra-putri mereka tumbuh menjadi pribadi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kematangan emosional.
Usai pelaksanaan lantunan Asmaul Husna yang menggetarkan hati tersebut, Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus) SDN 2 Kutaliman, Atik Lusiani, S.Pd.SD., memberikan wejangan dan motivasi yang membangkitkan semangat religius para siswa. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kecerdasan otak harus dibarengi dengan kebersihan hati agar ilmu yang didapat menjadi berkah bagi kehidupan.
Atik Lusiani memberikan pernyataan mendalam mengenai filosofi di balik kegiatan ini:
"Ramadan adalah bulan yang tepat untuk melatih hati kita agar lebih dekat kepada Allah. Ketika anak-anak terbiasa melantunkan Asmaul Husna, mereka sebenarnya sedang belajar menanamkan sifat-sifat mulia Allah dalam kehidupan sehari-hari, seperti kasih sayang, kejujuran, dan tanggung jawab. Hal ini sangat krusial karena ilmu tanpa dasar agama yang kuat bisa menjadi sia-sia."
Lebih lanjut, Atik juga memberikan tantangan kepada para siswa untuk tidak membatasi kebaikan hanya pada bulan Ramadan saja. Ia ingin melihat perubahan nyata yang menetap dalam perilaku sehari-hari para anggota pramuka di SDN 2 Kutaliman.
"Jangan hanya rajin di bulan Ramadan saja. Jadikan kebiasaan baik ini sebagai karakter kalian sepanjang waktu. InsyaAllah, anak-anak SDN 2 Kutaliman akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan membanggakan bagi orang tua serta bangsa. Kami ingin kalian membawa spirit Asmaul Husna ini hingga ke luar pagar sekolah, menjadi contoh bagi anak-anak lainnya di lingkungan tempat tinggal kalian."
Kegiatan pembacaan Asmaul Husna ini pada akhirnya menjadi simbol dedikasi SDN 2 Kutaliman dalam menyelenggarakan pendidikan yang holistik. Sekolah menyadari bahwa tantangan zaman ke depan menuntut generasi muda yang memiliki ketahanan mental dan spiritual. Dengan menjadikan halaman sekolah sebagai tempat "berzikir" bersama, ikatan persaudaraan antar siswa juga semakin erat, menciptakan ekosistem belajar yang harmonis dan jauh dari perilaku perundungan (bullying).
Kesederhanaan kegiatan ini, yang hanya bermodalkan niat dan suara merdu para siswa, justru memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi lingkungan Kedungbanteng secara luas. SDN 2 Kutaliman telah membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak selalu membutuhkan fasilitas mewah, melainkan konsistensi dan ketulusan dalam membimbing nurani anak didik. Melalui program ini, diharapkan setiap lulusan SDN 2 Kutaliman nantinya bukan hanya unggul dalam angka-angka di atas kertas, tetapi juga dikenal sebagai individu yang rendah hati dan berketuhanan Yang Maha Esa.
Kontributor: SIMAS Korwilcam Dindik Kedungbanteng


Posting Komentar