Sinergi Spiritualitas dan Integritas: Transformasi Karakter Pendidik di Momentum Ramadan

TAMBAK, INFO BANYUMAS — Di tengah suasana khidmat bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, jajaran pendidik di Kecamatan Tambak memfokuskan diri pada penguatan pondasi spiritual sebagai penggerak profesionalitas kerja. Kantor Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Dinas Pendidikan Tambak, bersinergi dengan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Sekolah Dasar, secara resmi menggelar agenda Pengajian Ramadan yang berpusat di Aula Kartini pada Kamis (26/2/2026). Perhelatan religi yang mempertemukan guru kelas SD dan guru Taman Kanak-kanak (TK) se-Kecamatan Tambak ini dirancang bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah manifestasi pembinaan mental dan penguatan etos kerja bagi garda terdepan pendidikan di wilayah tersebut.


Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut memperlihatkan antusiasme tinggi dari para peserta yang memadati ruangan dengan nuansa penuh ketenangan. Pengajian tersebut diproyeksikan menjadi ruang kontemplasi mendalam bagi para guru guna menyelaraskan kembali niat pengabdian mereka di dunia pendidikan dengan nilai-nilai ketuhanan. Melalui pembinaan keagamaan ini, Korwilcam Dindik Tambak berupaya menciptakan keseimbangan antara kompetensi pedagogik dan kematangan emosional-spiritual para pengajar. Dalam penyampaian materi, ditekankan bahwa seorang pendidik yang memiliki ketahanan spiritual akan cenderung lebih stabil dalam menghadapi dinamika belajar mengajar yang kian menantang di era modern.


Informasi tersebut juga menggarisbawahi bahwa kehadiran para guru TK dan SD dalam satu forum keagamaan bertujuan untuk merajut tali silaturahmi yang lebih erat, sekaligus menyamakan visi dalam pembentukan karakter peserta didik sejak usia dini hingga pendidikan dasar. Kolaborasi antara Korwilcam dan KKG PAI SD ini menjadi bukti nyata bahwa urusan peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan manusia yang seutuhnya, yang melibatkan aspek kognitif sekaligus moralitas.


Menghadirkan Surotul Yasin, S.Pd.I., seorang pendidik dari SDN 2 Karangpucung, sebagai narasumber utama, pengajian ini menitikberatkan pada peran sentral guru sebagai role model bagi siswanya. Surotul Yasin dalam paparannya menjelaskan bahwa Ramadan merupakan laboratorium karakter yang paling efektif bagi para aparatur pendidikan. Ia menilai bahwa integritas seorang guru diuji melalui praktik kesabaran dan kejujuran yang dipelajari selama berpuasa, yang kemudian harus ditransformasikan ke dalam lingkungan sekolah.

Dalam tausiyahnya yang menyentuh sisi kemanusiaan, Surotul Yasin menegaskan pentingnya perubahan mindset guru dari sekadar pengajar menjadi pendidik sejati. Ia menyampaikan poin-poin krusial terkait beban moral yang dipikul oleh setiap individu yang berdiri di depan kelas:


"Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih kesabaran, kejujuran, dan tanggung jawab. Guru harus menjadi teladan dalam hal itu. Peran guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak peserta didik. Kualitas spiritual seorang guru akan memengaruhi cara mendidik dan membimbing siswa di kelas. Jadikan Ramadan sebagai titik awal memperbaiki niat dan komitmen dalam menjalankan profesi, sebab profesionalitas dan spiritualitas harus berjalan beriringan," papar Surotul Yasin dengan lugas di hadapan audiens.


Dukungan penuh terhadap inisiatif ini juga datang dari Pengawas TK, Eni Amiatun, yang melihat urgensi penguatan rohani sebagai suplemen bagi kesehatan mental para pendidik. Beliau menyatakan bahwa keberhasilan sebuah sistem pendidikan sangat bergantung pada kesejahteraan psikologis gurunya. Guru yang memiliki kedamaian batin dianggap akan lebih kreatif dan solutif dalam mengatasi berbagai problematika di lapangan, mulai dari kendala kurikulum hingga penanganan perilaku siswa.

Eni Amiatun menyampaikan rasa bangganya terhadap dedikasi para guru yang tetap bersemangat menimba ilmu agama di sela-sela kesibukan mengajar. Dalam sambutannya, ia menekankan nilai keberkahan dari kegiatan kolektif ini:


“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan memperkuat kebersamaan kita. Pembinaan rohani ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Guru yang memiliki ketenangan batin akan lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran yang semakin kompleks saat ini,” tegas Eni Amiatun.


Senada dengan pandangan tersebut, Penilik Kecamatan Tambak, Cerah Tri Utami, yang turut hadir memantau jalannya acara, menekankan bahwa esensi dari pengajian ini harus mampu menembus dinding aula dan diimplementasikan dalam pelayanan di sekolah masing-masing. Ia memandang bahwa koordinasi dan komunikasi antar-pendidik yang terbangun dalam suasana religius cenderung lebih tulus dan efektif dibandingkan komunikasi yang bersifat birokratis semata.


Cerah Tri Utami berharap agar semangat yang didapatkan dari tausiyah tersebut tidak menguap begitu Ramadan berakhir. Ia menginginkan agar nilai-nilai keikhlasan menjadi ruh utama dalam setiap langkah pelayanan pendidikan di Kecamatan Tambak. Baginya, indikator keberhasilan pengajian ini adalah adanya perubahan perilaku positif yang dirasakan langsung oleh para siswa dan orang tua murid di lapangan.



Suasana pengajian menjadi semakin hidup saat memasuki sesi tanya jawab. Banyak guru yang menggunakan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai tantangan praktis, seperti bagaimana menjaga konsistensi sikap sabar saat menghadapi keberagaman karakter siswa di tengah kondisi fisik yang sedang berpuasa. Diskusi interaktif ini menunjukkan bahwa para pendidik di Tambak memiliki kesadaran tinggi untuk terus melakukan perbaikan diri demi kualitas pendidikan yang lebih baik.


Menjelang tengah hari, rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon kemudahan dan keberkahan bagi kemajuan pendidikan di wilayah Tambak. Korwilcam Dindik Tambak berkomitmen bahwa agenda penguatan karakter seperti ini akan terus menjadi prioritas, sebagai upaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara integritas dan etika.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama