Menuju Sukses TKA 2026: Korwilcam Dindik Kedungbanteng Perkuat Sinergi Lintas Sektor melalui Koordinasi Intensif

KEDUNGBANTENG, INFO BANYUMAS – Upaya sistematis untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di wilayah Kecamatan Kedungbanteng mulai memasuki fase krusial. Kantor Korwilcam Dindik Kedungbanteng secara resmi mengumpulkan seluruh elemen strategis pendidikan, mulai dari Kepala Sekolah Dasar, Guru Kelas VI, hingga Operator Dapodik se-Kecamatan dalam sebuah rapat koordinasi besar pada Rabu (11/2). Pertemuan yang berlangsung di Aula Korwilcam Dindik Kedungbanteng tersebut dirancang sebagai langkah mitigasi teknis sekaligus pematangan strategi akademik. Hal ini dilakukan guna memastikan kesiapan total seluruh satuan pendidikan dalam menghadapi rangkaian ujian yang dijadwalkan akan dimulai pada medio April 2026 mendatang.


Rapat koordinasi tersebut dihadiri pula oleh jajaran Pengawas SD serta Tim Teknis TKA Kecamatan Kedungbanteng untuk memberikan arahan komprehensif terkait prosedur operasional standar. Dalam forum tersebut, ditekankan bahwa TKA bukan sekadar rutinitas ujian, melainkan instrumen penting untuk memetakan kualitas mutu pendidikan di tingkat kecamatan serta mengukur kesiapan siswa dalam menapaki jenjang pendidikan menengah. Kehadiran para operator dalam agenda tersebut juga dimaksudkan untuk mengunci validitas data, mengingat aspek administrasi digital menjadi fondasi utama dalam sistem ujian modern saat ini.


Mengenai teknis pelaksanaan, dalam pertemuan tersebut dipaparkan bahwa TKA Nasional untuk jenjang SD/MI akan digelar pada rentang waktu 20 hingga 30 April 2026. Skema ujian tersebut akan dibagi menjadi empat gelombang, di mana setiap gelombangnya terdiri dari empat sesi pengerjaan. Pada hari pertama, peserta didik akan menghadapi simulasi latihan singkat selama 10 menit, diikuti ujian Matematika sebanyak 30 soal selama 75 menit, dan diakhiri dengan survei karakter selama 20 menit. Sementara itu, agenda pada hari kedua dalam rangkaian tersebut meliputi ujian Bahasa Indonesia dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar).


Informasi lain yang berkembang dalam rapat tersebut adalah mengenai pelaksanaan TKA Daerah yang dijadwalkan lebih awal, yakni pada 13 hingga 17 April 2026. Mata pelajaran yang diujikan dalam skema daerah tersebut mencakup Pendidikan Pancasila serta Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan format 50 soal pilihan ganda. Selain itu, guna menjaga objektivitas dan akuntabilitas hasil, sistem pengawasan dalam ujian tersebut akan menggunakan metode silang antar desa di bawah naungan Korwilcam Dindik Kedungbanteng. Prosedur tersebut diharapkan mampu meminimalisir potensi kecurangan dan meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik.


Tim Teknis dalam sesi tersebut juga menguraikan alur administratif yang harus ditempuh oleh setiap satuan pendidikan. Proses tersebut dimulai dari verifikasi dan validasi data siswa kelas VI tahun pelajaran 2025/2026, hingga pengunggahan Daftar Nominasi Sementara (DNS) yang telah diverifikasi dan dibubuhi tanda tangan serta cap basah kepala sekolah. Seluruh dokumen digital tersebut wajib diunggah melalui portal resmi TKA menggunakan akun masing-masing sekolah. Ketelitian dalam proses unggah data tersebut menjadi poin yang terus digarisbawahi demi menghindari kendala teknis saat hari pelaksanaan tiba.


Pengawas SD Korwilcam Dindik Kedungbanteng, Roko Adi Nugroho, S.Pd., M.Pd., memberikan penekanan khusus pada substansi akademik dan kondisi psikologis siswa. Beliau mengingatkan bahwa proses pembelajaran harus tetap berorientasi pada nilai-nilai Kurikulum Merdeka.


"Sekolah perlu memastikan siswa memahami kisi-kisi materi, terutama pada mapel yang diujikan. Selain itu, validitas data peserta juga harus benar-benar diperhatikan agar tidak menimbulkan kendala teknis saat pelaksanaan. Namun, saya mengingatkan agar guru kelas VI melakukan pendampingan belajar yang terarah, tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada siswa. Pembelajaran tetap harus berjalan sesuai prinsip Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan karakter," tegas Roko di hadapan para peserta rapat.


Sejalan dengan hal itu, Korwilcam Dindik Kedungbanteng, Anas Saeful Bahtiar, S.Pd., menyoroti pentingnya harmoni kerja di lingkungan sekolah. Baginya, TKA adalah kerja kolektif yang membutuhkan ketelitian tinggi dari seluruh lini.


"Kesuksesan TKA bukan hanya tanggung jawab guru kelas VI, tetapi kerja bersama antara kepala sekolah, guru, dan operator. Ketelitian dalam pendataan serta kesiapan teknis menjadi kunci utama. Koordinasi harus terus diperkuat, terutama terkait pemutakhiran data siswa, penetapan peserta, hingga kesiapan sarana prasarana pendukung. Kami berharap seluruh sekolah dapat menjaga komitmen dan profesionalisme, sehingga pelaksanaan TKA di Kecamatan Kedungbanteng dapat berjalan lancar, tertib, dan akuntabel," ujar Anas dengan penuh optimisme.


Dari sisi teknis operasional, perwakilan Tim Teknis TKA Kecamatan, Akhmad Thoib, S.Pd., mengingatkan peran krusial para Operator Dapodik dalam fase pra-pelaksanaan. Kesalahan kecil pada data identitas siswa dapat berdampak fatal pada proses administrasi ujian secara keseluruhan.


"Kami harap operator benar-benar melakukan pengecekan ulang, terutama pada NISN, tanggal lahir, dan identitas siswa lainnya. Jangan sampai ada kesalahan yang berakibat pada kendala administrasi. Seluruh proses, mulai dari upload surat kesiapan yang diverifikasi dinas hingga pengisian sarana prasarana, harus dilakukan dengan teliti di web TKA melalui login masing-masing satuan pendidikan agar sistem dapat menerbitkan daftar peserta dengan akurat," jelas Akhmad saat memaparkan mekanisme alur kerja.



Rapat koordinasi yang dilakukan oleh Korwilcam Dindik Kedungbanteng ini menunjukkan sebuah model manajemen pendidikan yang antisipatif. Dengan mengintegrasikan peran strategis antara manajerial (Kepala Sekolah), pedagogis (Guru), dan teknis (Operator), Kedungbanteng tengah membangun fondasi yang kuat untuk pelaksanaan TKA 2026 yang lebih berkualitas.


Penerapan sistem pengawasan silang antar desa merupakan indikator kuat bahwa Korwilcam menginginkan hasil TKA yang murni dan dapat dipertanggungjawabkan secara objektif. Hal ini penting untuk mendapatkan data pemetaan mutu yang akurat, yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan dalam menentukan arah kebijakan pembelajaran di masa depan. Persiapan yang matang sejak Februari ini memberikan ruang yang cukup bagi sekolah untuk membenahi kekurangan, baik di sisi administrasi maupun dalam penguatan mental siswa sebelum menghadapi ujian di bulan April mendatang.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama