KEDUNGBANTENG, INFO BANYUMAS – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kedungbanteng secara resmi memantapkan langkah strategis organisasi melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Ranting (Rakerran) tahun 2026. Kegiatan krusial yang dipusatkan di Aula SDN 3 Kedungbanteng pada Rabu (11/2) ini, menjadi momentum konsolidasi bagi seluruh elemen kepanduan di wilayah tersebut guna meningkatkan kualitas pembinaan anggota. Menghadirkan jajaran pengurus masa bakti 2024-2027 serta elemen Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus), rapat ini bertujuan menyelaraskan visi besar organisasi dalam mencetak generasi muda yang tangguh, beradab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman di tahun mendatang.
Pelaksanaan Rakerran tersebut dihadiri oleh elemen yang cukup komprehensif, mulai dari unsur Majelis Pembimbing Kwarran (Mabiran) hingga Majelis Pembimbing Desa (Mabisa). Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam forum tersebut menunjukkan adanya komitmen kolektif untuk memperkuat struktur organisasi Pramuka di tingkat akar rumput. Berdasarkan agenda yang telah ditetapkan, forum tersebut memfokuskan pembahasannya pada dua aspek utama, yakni evaluasi mendalam terhadap capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dan perancangan program kerja yang akan dieksekusi selama tahun 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema "Meningkatkan Sinergi dan Kualitas Pembinaan di Kwarran Kedungbanteng", sebuah semangat yang diterjemahkan melalui serangkaian pemaparan dari tiap-tiap bidang. Ketua Kwarran Kedungbanteng, Kak Supriyati, secara sistematis menyampaikan laporan mengenai program-program yang telah terlaksana pada tahun sebelumnya dalam sesi tersebut. Pemaparan laporan tersebut kemudian menjadi landasan bagi para Wakil Ketua Bidang (Waka) untuk mempresentasikan rencana kerja mereka. Adapun bidang-bidang yang terlibat dalam koordinasi intensif tersebut meliputi Bidang Pembinaan Anggota Muda, Organisasi dan Hukum, Pembinaan Anggota Dewasa, hingga Bidang Keuangan, Usaha, dan Sarana Prasarana.
Selain itu, aspek komunikasi massa dan sosial juga menjadi sorotan dalam rapat tersebut, yang mencakup Bidang Hubungan Masyarakat, Pengabdian Masyarakat, serta Bina Satuan. Setiap rencana yang diajukan dalam forum tersebut mendapatkan tanggapan beragam dari para peserta melalui diskusi yang dinamis. Meskipun terjadi pertukaran ide dan gagasan yang cukup tajam, atmosfer musyawarah dalam kegiatan tersebut tetap mengedepankan asas kekeluargaan. Hal tersebut akhirnya membuahkan kesepakatan bersama yang disahkan secara resmi sebagai pedoman kerja organisasi selama satu tahun ke depan.
Ketua Panitia Pelaksana, Kak Ahmad Muti Akromi, menjelaskan mengenai signifikansi pertemuan ini bagi arah gerak Kwarran Kedungbanteng. Beliau menekankan bahwa Rakerran bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan jantung dari keberlanjutan organisasi.
"Rapat kerja ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2025 sekaligus untuk merumuskan program kerja tahun 2026. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang kita ambil tahun ini memiliki landasan evaluasi yang kuat dari tahun sebelumnya, sehingga tidak ada program yang tumpang tindih dan semuanya tepat sasaran bagi adik-adik Pramuka," ujar Kak Ahmad di sela-sela kegiatan.
Semangat sinergi ini pun dipertegas oleh Ketua Mabiran Kedungbanteng, Kak Anas Saiful Bahtiar, saat membuka acara secara resmi. Beliau memberikan pandangan mengenai posisi strategis Pramuka sebagai instrumen pembangunan manusia di wilayah Kedungbanteng.
"Gerakan Pramuka menjadi wadah untuk menyiapkan generasi yang beradab dan berakhlak mulia. Jadi, mari terus kita upayakan bersama agar pembinaan pramuka di Kedungbanteng benar-benar berkualitas dan bisa bersinergi dengan semua pihak. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri; dukungan dari Mabisa dan Mabigus sangat krusial untuk memastikan nilai-nilai kepanduan sampai ke setiap individu peserta didik," tegas Kak Anas dalam sambutannya.
Proses pengambilan keputusan dalam Rakerran ini juga berlangsung secara demokratis. Hal ini terlihat saat pemimpin musyawarah memfasilitasi setiap masukan dari peserta sebelum mengetuk palu pengesahan. Kak Akhmad Muti Akromi kembali menegaskan pentingnya konsensus dalam organisasi.
"Baik, kakak-kakak. Sekiranya sudah sepakat, maka Program Kerja Kwarran Kedungbanteng 2026 kita sahkan bersama ya. Ketukan palu ini menandai dimulainya komitmen kita semua untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas di tahun 2026 demi kemajuan Gerakan Pramuka di Kedungbanteng," pungkasnya yang diikuti dengan ketukan palu sidang.
Rakerran Kwarran Kedungbanteng tahun 2026 ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa Gerakan Pramuka di wilayah ini siap bertransformasi. Dengan keterlibatan aktif dari tujuh bidang waka, terlihat adanya upaya profesionalisasi organisasi dalam mengelola potensi anggota muda dan dewasa. Sinergi antara Mabiran (Pemerintah Tingkat Kecamatan) dan Mabisa (Pemerintah Tingkat Desa) yang ditekankan dalam forum ini menjadi kunci agar Pramuka tetap relevan sebagai mitra pembangunan masyarakat.
Keberhasilan merumuskan program secara kekeluargaan namun tetap kritis menunjukkan kedewasaan berorganisasi di tubuh Kwarran Kedungbanteng. Kini, tantangan sebenarnya terletak pada implementasi nyata di lapangan, di mana kualitas pembinaan akan diuji melalui prestasi dan karakter para anggota Pramuka di Gugusdepan masing-masing.

Posting Komentar