Pelaksanaan kegiatan yang berpusat di halaman sekolah ini merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan karakter berbasis kepramukaan yang diterapkan di Pangkalan Beji 2. Dalam pelaksanaannya, para anggota Siaga yang mengenakan seragam pramuka lengkap terlihat antusias membawa berbagai perlengkapan berkebun, mulai dari bibit pohon produktif, sekop kecil, hingga alat penyiram. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan area sekolah, tetapi juga menjadi laboratorium alam bagi para siswa untuk memahami siklus hidup tumbuhan dan pentingnya oksigen bagi kehidupan manusia.
Ketua panitia penyelenggara, Kak Era Wahyuni, S.Pd., menjelaskan bahwa inisiatif kegiatan tersebut lahir dari keinginan untuk memberikan pengalaman belajar yang melampaui batas dinding kelas. Menurutnya, pemahaman mengenai isu lingkungan seringkali hanya berhenti pada tataran teori jika tidak dibarengi dengan aksi lapangan yang menyentuh sisi emosional anak-anak. Melalui keterlibatan langsung dalam menggali tanah dan meletakkan bibit ke dalam liang tanam, para siswa diharapkan memiliki ikatan batin dengan pohon yang mereka tanam, sehingga muncul rasa memiliki dan tanggung jawab untuk merawatnya hingga tumbuh besar.
Lebih lanjut, Kak Era menegaskan bahwa aksi tersebut mencerminkan semangat Gerakan Pramuka yang senantiasa menekankan kedisiplinan dan gotong royong. Dalam proses penanaman, para anggota Siaga bekerja secara berkelompok, saling membantu dalam memegang bibit dan memastikan posisi pohon berdiri tegak sebelum ditimbun tanah. Pola kerja sama ini secara tidak langsung mengasah empati dan kemampuan kolaborasi antarpeserta didik sejak usia sangat muda, yang menjadi pondasi penting bagi pembentukan pribadi yang tangguh di masa depan.
Puncak acara ditandai dengan arahan dari Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) Pangkalan Beji 2, Kak Supryatii, S.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan penekanan bahwa apa yang dilakukan oleh para Pramuka Siaga pada hari itu adalah sebuah investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin baru akan dirasakan secara maksimal dalam beberapa tahun ke depan. Beliau melihat kegiatan tersebut sebagai simbol persemaian cita-cita, di mana ketekunan dalam merawat tanaman sejajar dengan ketekunan seorang siswa dalam menuntut ilmu.
Kak Supryatii juga menyoroti bahwa peran Pramuka di era modern harus lebih adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk isu kerusakan lingkungan global. Oleh karena itu, penanaman pohon tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan bagi seluruh warga sekolah. Beliau menginginkan agar karakter peduli alam tidak hanya muncul saat ada acara seremonial, melainkan menjadi identitas permanen yang melekat pada setiap anggota Pramuka di bawah naungannya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh suasana kegembiraan. Beberapa peserta didik bahkan secara kreatif memberikan nama-nama unik pada pohon yang mereka tanam, sebuah tindakan simbolis yang menunjukkan kedekatan personal antara manusia dan alam. Hal ini dipandang sebagai keberhasilan dalam membangun aspek afektif siswa, di mana mereka tidak lagi melihat pohon sebagai objek mati, melainkan sebagai makhluk hidup yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian.
Pernyataan resmi dari para tokoh pendidikan di lingkungan Kwarran Kedungbanteng mempertegas urgensi dari kegiatan ini sebagai pola pembinaan generasi muda yang holistik.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya teori di kelas, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pembelajaran nyata tentang tanggung jawab menjaga bumi tempat kita berpijak,” ujar Kak Era Wahyuni, S.Pd. saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Kak Supryatii, S.Pd. dalam pesan motivasinya kepada para peserta menekankan pentingnya filosofi di balik sebatang bibit pohon. Beliau memberikan pandangan yang mendalam mengenai korelasi antara pertumbuhan tanaman dengan perkembangan karakter anak didik.
“Anak-anakku, hari ini kalian menanam pohon, tapi sesungguhnya kalian sedang menanam harapan. Pohon ini akan tumbuh besar seperti cita-cita kalian. Jika kalian merawatnya dengan penuh tanggung jawab, maka kelak kalian juga akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan bermanfaat bagi bangsa dan lingkungan. Pramuka bukan hanya tentang baris-berbaris atau berkemah, tetapi tentang membentuk pribadi yang peduli, tangguh, dan siap menjaga bumi,” tutur Kak Supryatii dengan penuh semangat di hadapan para anggota Siaga.
Melalui langkah kecil namun konsisten ini, Pramuka Siaga Pangkalan Beji 2 Kwarran Kedungbanteng telah memberikan teladan bahwa usia dini bukanlah penghalang untuk berkontribusi bagi kelestarian planet. Semangat hijau yang ditanam di tanah Beji pada hari ini diharapkan akan terus berakar kuat dalam sanubari para generasi penerus, menciptakan masa depan di mana harmoni antara manusia dan alam bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang terjaga.
Kontributor: HUMASTIKA Kwarran Kedungbanteng

.jpg)
Posting Komentar